Hayuning Ratri Hapsari | Rana Fayola R.
Ilustrasi laga Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026. (ChatGPT)
Rana Fayola R.

Tim nasional Prancis mengusung ambisi sederhana jelang laga kedua Grup I melawan Irak, yakni segera memastikan tiket babak 32 besar. Duel yang diprediksi akan menghadirkan perlawanan sengit dari skuad Singa Mesopotamia ini bakal digelar di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, pada Selasa (23/6) dini hari WIB dalam lanjutan Piala Dunia 2026.

Prancis yang sedang dalam performa menanjak tentu lebih diunggulkan, namun motivasi tinggi sang lawan tidak boleh dipandang sebelah mata.

Melansir Antara News, hanya butuh satu kemenangan saja untuk menuju ke babak 32 besar. Saat ini, Les Bleus sudah mengantongi tiga poin berharga hasil dari pertandingan perdana mereka.

Tim asuhan Didier Deschamps tersebut sementara tersebut duduk di posisi kedua klasemen Grup I. Mereka berada tepat di bawah Norwegia yang memimpin takhta grup hanya karena keunggulan selisih gol.

Apabila berhasil menang melawan Irak dalam laga krusial ini, Prancis dipastikan langsung melenggang ke babak 32 besar. Mereka tidak perlu lagi memedulikan hasil pertandingan lain yang mempertemukan Norwegia kontra Senegal.

Sedangkan di kubu seberang, Irak dihadapkan pada situasi hidup dan mati. Mereka wajib meraih poin dalam laga itu jika ingin menjaga peluang meloloskan diri dari fase penyisihan grup.

Laga di Philadelphia besok malam bakal menjadi pertemuan pertama sepanjang sejarah bagi Prancis dan Irak di putaran final Piala Dunia. Pertandingan tersebut juga akan diwarnai disparitas atau perbedaan target maupun modal yang cukup mencolok dari kedua tim.

Les Bleus sendiri tiba di Pennsylvania dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi. Hal ini tidak lepas dari keberhasilan mereka mengalahkan Senegal dengan skor meyakinkan 3-1 di laga pertama.

Megabintang Prancis, Kylian Mbappe, langsung membuktikan kelasnya dengan torehan dua gol di laga pembuka tersebut. Menghadapi Irak, Mbappe tentu ingin terus menambah pundi-pundi golnya sekaligus membawa Prancis melaju sejauh mungkin demi mengubur musim nirgelar yang patut dilupakan bersama klubnya, Real Madrid.

Sebaliknya, kondisi mental Irak saat ini sedang berada dalam tekanan besar setelah takluk dari Norwegia pada laga perdana. Hasil minor tersebut membuat wakil Asia ini harus mati-matian menghindari kekalahan agar peluang melaju ke babak berikutnya tetap terbuka.

Meskipun peluang kemenangan di atas kertas cukup tipis saat menghadapi Prancis, Singa Mesopotamia menolak untuk menyerah pasrah. Kepercayaan diri seluruh pemain dilaporkan tetap tinggi dan diliputi oleh keyakinan kolektif yang sangat kuat.

Misi Bangkit Singa Mesopotamia dari Catatan Buruk

Performa Irak di awal Piala Dunia 2026 ini memang harus diakui cukup buruk akibat kekalahan telak di laga pembuka. Melawan Norwegia, mereka sudah tertinggal 1-2 di babak pertama sebelum akhirnya menyudahi laga dengan kekalahan berat 1-4 yang membuat mereka terdampar di posisi terbawah Grup I.

Hasil minor itu juga memperpanjang rekor memprihatinkan Irak yang menelan 4 kekalahan dari 4 laga sebelumnya. Jika sampai kalah lagi dari Prancis, mereka akan mencatatkan sejarah kelam sebagai negara Asia pertama yang kalah dalam 5 laga pembuka secara beruntun.

Namun, Irak memiliki modal mentalitas yang kuat jika melihat perjuangan pusat mereka di babak kualifikasi. Pada Kualifikasi Asia Putaran 2, mereka tampil impresif dengan menyapu bersih 6 laga, lalu lolos secara dramatis di babak Play-off Antarbenua melawan Bolivia dengan skor 2-1 berkat gol Ali Al-Hamadi dan Aymen Hussein, sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 40 tahun sejak terakhir kali tampil di Piala Dunia 1986.

Motivasi ekstra untuk mengukir sejarah baru setelah empat dekade itulah yang membuat api semangat Irak tidak padam begitu saja. Pelatih Irak, Graham James Arnold, menegaskan bahwa timnya tidak akan memilih opsi bermain bertahan total di lini belakang.

Optimisme sang pelatih juga sejalan dengan kondisi internal tim, di mana winger andalan mereka, Ali Jasim, dilaporkan sudah pulih dari cedera dan siap tampil. Skuad Irak saat ini memilih untuk menikmati momen berharga ini tanpa ingin terbebani, namun tetap menjanjikan perlawanan yang maksimal di lapangan.

Kekalahan telak dari Norwegia terbukti tidak membuat Singa Mesopotamia mati semangat, sebab mereka memegang teguh prinsip bahwa "Irak selalu menemukan jalan untuk bangkit kembali". Mereka datang ke stadion dengan ambisi menciptakan kejutan bersejarah karena bagaimanapun sepak bola tidak mengenal nama besar dan segalanya akan dibuktikan lewat duel mendatang.

Tentu pertandingan ini akan menjadi ujian kematangan bagi Prancis untuk menyegel tiket lolos cepat, sekaligus panggung pembuktian karakter bagi Irak. Kendati disparitas kekuatan kedua tim sangat terlihat, motivasi emosional Irak yang didukung mentalitas pantang menyerah diprediksi akan memaksa Prancis bekerja ekstra keras sepanjang 90 menit laga berjalan.