Sekar Anindyah Lamase | Rana Fayola R.
Para pemain Timnas Prancis dalam laga menghadapi Irak di Piala Dunia 2026. (FIFA)
Rana Fayola R.

Pertandingan kedua Grup I Piala Dunia 2026 menyajikan duel sengit yang mempertemukan timnas Prancis melawan Irak. Dalam laga yang digelar di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat tersebut, kualitas skuad Les Bleus terbukti terlalu superior bagi sang lawan.

Irak pun terpaksa harus menelan pil pahit setelah ditundukkan dengan skor telak tanpa balas oleh raksasa Eropa tersebut.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Prancis langsung mengambil inisiatif serangan dan tampil sangat agresif. Laga baru berjalan satu menit saat Manu Kone langsung melepaskan tembakan percobaan ke arah gawang Irak. Walau begitu, peluang pertama ini masih belum sanggup mengubah papan skor.

Skuad asuhan Didier Deschamps tidak mengendurkan tekanan sama sekali. Dimotori oleh pergerakan lincah Ousmane Dembele, Michael Olise, dan sang kapten Kylian Mbappe, lini pertahanan Irak terus digempur habis-habisan. Meski demikian, barisan belakang Irak sempat tampil disiplin untuk menghalau serangan.

Kebuntuan akhirnya pecah saat pertandingan memasuki menit ke-14. Berawal dari sepakan yang dilepaskan oleh Olise, bola liar berhasil dikuasai dan diteruskan oleh Mbappe menjadi sebuah gol yang mengoyak jala gawang Irak. Gol ini membawa Prancis unggul 1-0.

Tertinggal satu gol membuat Irak mencoba bangkit dan memberikan respons perlawanan. Sayangnya, nasib buruk menimpa anak-anak asuh Graham Arnold ketika striker utama mereka, Aymen Hussein, mengalami cedera serius dan terpaksa ditarik keluar pada menit ke-26.

Ali Al-Hamadi kemudian masuk sebagai pemain pengganti untuk mengisi kekosongan lini depan. Kehadirannya memberikan dampak instan lewat dua peluang berbahaya yang ia ciptakan ke gawang Prancis, sekaligus menjadi ancaman nyata bagi lini pertahanan lawan.

Menjelang turun minum, tensi pertandingan semakin memanas dan menjurus keras ditandai dengan sejumlah pelanggaran dari kedua belah pihak. Wasit akhirnya menyudahi paruh pertama dengan keunggulan sementara 1-0 untuk keunggulan Prancis.

Badai Petir dan Dominasi Mutlak Les Bleus

Sebelum babak kedua dimulai, sebuah insiden alam sempat menghentikan jalannya turnamen. Laga harus ditunda selama beberapa waktu akibat cuaca buruk berupa badai petir yang melanda kawasan stadion di Philadelphia tersebut.

Setelah kondisi membaik dan pertandingan dilanjutkan, Prancis kembali memegang kendali penuh atas jalannya permainan. Bradley Barcola langsung membuka ancaman pada menit ke-53, yang menjadi sinyal bahaya sebelum lahirnya gol tambahan.

Satu menit berselang, tepatnya di menit ke-54, Kylian Mbappe kembali mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan kerja sama yang apik bersama Dembele, penyerang berusia 27 tahun itu sukses mencetak gol keduanya sekaligus mempertegas keunggulan Prancis menjadi 2-0.

Dalam situasi tertinggal dua gol, pelatih Irak Graham Arnold mencoba melakukan penyegaran taktik demi mencari momentum kebangkitan. Ia memasukkan tenaga baru seperti Youssef Amyn dan Rebin Sulaka untuk menambah daya gedor tim.

Namun, Prancis justru tampil makin mengerikan dan berbahaya. Memasuki pertengahan babak kedua, serangan bergelombang dilancarkan oleh Olise, Dembele, hingga Adrien Rabiot yang memaksa penjaga gawang Irak, Ahmed Basil, jatuh bangun menyelamatkan gawangnya.

Pesta gol Prancis akhirnya digenapkan pada menit ke-66. Melalui skema tekanan beruntun yang menghasilkan tendangan sudut, Ousmane Dembele berhasil mengonversi umpan matang dari Olise menjadi gol ketiga, mengubah skor menjadi 3-0.

Pasca-gol tersebut, Didier Deschamps memutuskan untuk mengistirahatkan Olise dan Dembele dengan memasukkan Rayan Cherki serta Desire Doue guna menjaga intensitas permainan timnya di sisa waktu yang ada.

Irak sendiri tidak menyerah begitu saja dan sempat mendapat peluang emas lewat sepak pojok Zidane Iqbal. Peluang tersebut melahirkan dua ancaman beruntun dari Rebin Sulaka dan Ali Al-Hamadi, namun penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal memperkecil kedudukan.

Menjelang akhir laga, Mbappe masih sempat menebar teror di lini pertahanan Irak lewat beberapa kali percobaan gol sebelum akhirnya ditarik keluar pada masa injury time. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan Prancis.

Hasil ini memastikan langkah Prancis mengantongi 6 poin sekaligus mengamankan tiket menuju babak 32 besar. Sebaliknya bagi Irak, kekalahan telak ini menjadi yang kedua secara beruntun setelah sebelumnya dihantam Norwegia, yang mempertegas rapuhnya lini pertahanan serta minimnya kedalaman skuad mereka di dasar klasemen Grup I.