Performa timnas Turki di ajang Piala Dunia 2026 kali ini benar-benar menjadi bukti jika teori di atas kertas tak selalu sejalan dengan realita di atas lapangan. Melansir dari laman resmi FIFA (fifa.com), negara yang masuk dalam sub-konfederasi benua Eropa atau UEFA ini resmi menjadi salah satu kontestan yang harus angkat koper dari gelaran Piala Dunia 2026.
Sempat diprediksi akan memberikan kejutan atau menjadi tim underdog di ajang Piala Dunia 2026 kali ini, tim berjuluk “The Crescent Star” tersebut harus terpaksa tersingkir terlalu dini di ajang tersebut. Meskipun masih menyisahkan satu laga terakhir di grup D melawan tuan rumah, Amerika Serikat, timnas Turki sudah dipastikan tak akan mampu lolos sekalipun dalam memperebutkan salah satu tim peringkat ke-3 terbaik.
Hal ini dikarenakan di ajang Piala Dunia 2026 kali ini FIFA mengutamakan aturan Head to Head (H2H) dalam skenario kelolosan sebuah tim. Kondisi inilah yang membuat Turki harus tersingkir setelah menelan dua kekalahan dari Australia dan Paraguay di babak grup D kali ini.
Kondisi ini kian membuat Turki menjadi salah satu negara atau kontestan paling nestapa di ajang Piala Dunia 2026 kali ini. Datang dengan mayoritas pemain yang berkompetisi di benua Eropa, termasuk gelandang andalannya, Arda Guler yang bermain di klub raksasa Spanyol, Real Madrid, Turki justru tak mampu berbuat banyak dalam turnamen kali ini.
Belum lagi setelah terakhir kali mereka berkompetisi di ajang Piala Dunia pada edisi 2002 silam yang sukses membuat mereka meraih posisi peringkat ke-3, Turki belum tentu bisa bermain kembali di ajang Piala Dunia pada edisi 2030 mendatang. Target mengulang kesuksesan seperti pada edisi 2002 silam saat mereka mampu meraih peringkat ke-3 kini sirnalah sudah.
Banyak pengamat yang menilai kegagalan Turki melaju jauh di ajang Piala Dunia 2026 kali dikarenakan beberapa faktor. Mulai dari kesalahan taktik, pemilihan pemain yang kurang tepat, hingga kurang berpengalamannya timnas Turki di ajang Piala Dunia setelah lama absen.
Namun, ternyata ada salah aspek non-lapangan yang dianggap oleh beberapa pihak menjadi “Biang Kerok” timnas Turki gagal bersaing di ajang Piala Dunia 2026 kali ini. Apakah itu?
Kutukan Hakan Sukur, Sebuah Mitos yang Dipercaya Kuat Beberapa Orang
Percaya atau tidak, ternyata ada beberapa orang yang menganggap jika kegagalan timnas Turki tampil baik di ajang Piala Dunia 2026 kali ini adalah imbas dari kutukan legenda mereka sendiri, yakni Hakan Sukur. Melansir dari laman transfermarkt.com, Hakan Sukur adalah mantan kapten sekaligus legenda timnas Turki pada periode akhir 1990-an hingga awal dekade 2000-an.
Bersama mantan pemain yang juga masih memegang rekor striker tersubur dengan perolehan 51 gol bersama tim nasional tersebut, timnas Turki sukses meraih peringkat ke-3 ajang Piala Dunia 2002 yang menjadi prestasi terbaik negara tersebut. Namun, meskipun dianggap legenda sepakbola Turki oleh sebagian orang di dunia, ternyata Hakan Sukur justru memiliki nasib yang tak beruntung di negaranya sendiri.
Usai pensiun dari sepakbola, Hakan Sukur terjun ke dunia politik di negaranya. Namun, langkah inilah yang membuatnya dianggap sebagai pengkhianat negara oleh mayoritas warga negara Turki. Hal ini tak terlepas dari kedekatannya terhadap kubu yang menjadi oposisi pemerintah Turki. Bahkan, dirinya sempat dianggap turut andil dalam peristiwa percobaan kudeta di Turki beberapa tahun yang lalu.
Imbasnya, kini Hakan Sukur dianggap penjahat oleh negaranya sendiri dan harus hidup di Amerika Serikat dalam pengasingan. Kondisi inilah yang dianggap oleh banyak pihak jika timnas Turki tak akan pernah bisa sukses kembali di ajang Piala Dunia sebelum meminta maaf kepada Hakan Sukur yang notabene adalah legenda sepak bola negara tersebut.
Meskipun terdengar tak masuk akal, akan tetapi hal ini masih dipercaya oleh bebarapa fans sepakbola di Turki dan kian menguatkan anggapan tersebut setelah Turki gagal di ajang Piala Dunia 2026 kali ini. Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah mitos tersebut benar adanya?
Baca Juga
-
FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia
-
Bedah Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Peluang Para Debutan
-
Kabar Buruk Jelang ASEAN Cup 2026: Jay Idzes Cedera, Elkan Baggott Siap Turun Gunung?
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Artikel Terkait
-
Tragedi Nobar Piala Dunia 2026: Suporter Yordania Tewas Terinjak-injak
-
Ronaldo Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Pelatih Portugal Bantah Cristiano Tengah Kejar Rekor Messi
-
Respons Berkelas Cristiano Ronaldo ke Pengkritik: Cetak Brace, Ukir 2 Sejarah!
-
Vinicius Jr Jadi Tumpuan, Brasil Waspadai Kejutan dan Taktik Skotlandia
-
18 Gol! Lionel Messi Resmi Jadi Raja Gol Sepanjang Masa Piala Dunia
Hobi
-
Jadi Rekan Setim, Marc Marquez Prediksi Bakal Dikalahkan oleh Pedro Acosta
-
FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia
-
Atletico Madrid Bekuk Real Madrid 2-1, Mourinho Mengamuk Bawa Kertas Bukti Kesalahan VAR
-
Raphinha Mesin Gol Baru FC Barcelona: 12 Gol dan Jadi Top Scorer La Liga
-
MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Gendong KTM jadi Juara di Kampung Halaman
Terkini
-
Review Neagley: Drama Aksi Khas Reacher dengan Sentuhan Lebih Emosional
-
5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
-
Dari Viral Culture ke Real-Life Culture: Eranya Gen Z Cari Pengalaman Nyata
-
Seperti Pelukan Hangat! 5 Pilihan Parfum Warm Vanilla yang Lembut di Hidung
-
Bebas Bruntusan! 4 Acne Cleansing Balm Angkat Makeup Waterproof hingga Pori