M. Reza Sulaiman | Angelia Cipta RN
Ilustrasi Laga Yordania vs Argentina (Doc. ChatGPT)
Angelia Cipta RN

Laga antara Yordania melawan Argentina pada Minggu, 28 Juni 2026, pukul 09.00 WIB langsung dari Stadion Dallas, Arlington, diprediksi menjadi salah satu pertandingan yang menarik pada lanjutan babak grup Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Dallas ini mempertemukan dua tim dengan kualitas, pengalaman, dan gaya bermain yang sangat berbeda.

Argentina datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan 2-0 atas Austria. Sebaliknya, Yordania harus segera bangkit usai takluk 1-2 dari Aljazair dalam laga sebelumnya. Meski di atas kertas Albiceleste jauh lebih diunggulkan, Yordania tetap memiliki peluang memberikan perlawanan apabila mampu menjalankan strategi bertahan dengan disiplin dan memanfaatkan serangan balik secara efektif.

Argentina Diprediksi Tetap Mendominasi Permainan

Argentina kemungkinan besar kembali mengandalkan formasi 4-3-3 yang selama beberapa tahun terakhir menjadi identitas permainan mereka. Trio lini tengah yang diisi Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, dan Alexis Mac Allister menjadi pusat keseimbangan permainan. Ketiganya memiliki karakter berbeda, tetapi saling melengkapi.

Enzo Fernández berperan sebagai pengatur tempo dari lini kedua. Ia mampu mendistribusikan bola dengan akurat sekaligus menjaga ritme permainan. Di sisi lain, Rodrigo De Paul menjadi motor tekanan tinggi yang tidak pernah berhenti bergerak membantu menyerang maupun bertahan. Alexis Mac Allister memberikan kreativitas melalui umpan-umpan vertikal yang mampu memecah pertahanan lawan. Dominasi lini tengah tersebut akan menjadi modal utama Argentina untuk menguasai penguasaan bola sejak menit pertama. Dengan kualitas teknik para pemainnya, Argentina diperkirakan mampu mempertahankan ball possession di atas 65 persen.

Di sektor depan, Lionel Messi masih menjadi pusat perhatian. Meski usianya tidak lagi muda, visi bermain, kemampuan membaca ruang, dan kualitas umpan akhirnya masih menjadi pembeda. Messi tidak selalu berada di depan kotak penalti, melainkan sering turun ke tengah untuk membuka ruang bagi dua rekannya. Pergerakan Lautaro Martínez sebagai penyerang utama juga sangat penting. Lautaro dikenal piawai mencari celah di antara bek tengah lawan dan memiliki penyelesaian akhir yang sangat tajam. Sementara itu, Thiago Almada menawarkan kecepatan dan kreativitas dari sisi sayap sehingga membuat variasi serangan Argentina makin sulit dihentikan.

Di lini belakang, duet Cristian Romero dan Lisandro Martínez menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus. Keduanya agresif dalam duel udara maupun perebutan bola bawah. Dukungan bek sayap Nahuel Molina dan Facundo Medina juga membuat Argentina mampu menyerang dari berbagai sisi lapangan. Apabila mampu mencetak gol cepat, Argentina diperkirakan akan makin leluasa mengendalikan tempo pertandingan dan memaksa Yordania bertahan makin dalam.

Yordania Andalkan Pertahanan Rapat dan Kecepatan Serangan Balik

Yordania diperkirakan tidak akan bermain terbuka menghadapi salah satu kandidat juara dunia tersebut. Pelatih kemungkinan besar tetap mempertahankan pola 5-4-1 atau berubah menjadi 4-5-1 ketika bertahan agar mampu meredam dominasi Argentina.

Kiper Yazeed Abulaila dipastikan akan menjadi pemain yang paling sibuk sepanjang pertandingan. Penampilannya sangat menentukan apabila Yordania ingin menjaga peluang meraih hasil positif. Di lini belakang, duet Yazan Al-Arab dan Abdallah Nasib akan menghadapi tantangan besar mengawal Lautaro Martínez sekaligus mengantisipasi pergerakan Lionel Messi yang sering masuk ke area half-space. Konsentrasi selama 90 menit menjadi syarat mutlak agar pertahanan Yordania tidak mudah ditembus. Bek senior Ehsan Haddad juga memiliki tugas berat menghentikan pergerakan Thiago Almada maupun overlap Nahuel Molina dari sisi kanan Argentina.

Sementara itu, lini tengah akan mengandalkan Noor Al-Rawabdeh dan Nizar Al-Rashdan untuk memutus aliran bola Argentina. Kedua gelandang tersebut harus bekerja ekstra keras menutup ruang bagi Enzo Fernández maupun Mac Allister agar distribusi bola Argentina tidak berjalan mulus.

Harapan terbesar Yordania tetap berada di sektor serangan. Mousa Al-Tamari merupakan pemain tercepat sekaligus paling kreatif yang dimiliki tim. Kemampuannya melakukan dribel dalam situasi satu lawan satu menjadi senjata utama ketika Yordania mendapatkan peluang melakukan counter attack. Di depan, Ali Olwan diperkirakan kembali dipercaya sebagai ujung tombak. Ia harus mampu menahan bola lebih lama agar rekan-rekannya memiliki waktu naik membantu serangan. Efektivitas penyelesaian akhir akan sangat menentukan karena kesempatan mencetak gol kemungkinan tidak akan datang terlalu banyak. Strategi bertahan rapat disertai transisi cepat menjadi satu-satunya cara realistis bagi Yordania untuk memberi kejutan kepada Argentina.

Duel Kunci dan Prediksi Jalannya Pertandingan

Pertandingan ini diperkirakan berjalan dengan satu arah dalam hal penguasaan bola. Argentina akan langsung mengambil inisiatif menyerang melalui kombinasi umpan pendek, rotasi posisi pemain depan, dan tekanan tinggi ketika kehilangan bola. Duel menarik akan terjadi antara Lionel Messi melawan lini pertahanan Yordania. Apabila Messi memperoleh ruang untuk mengatur permainan, peluang Argentina mencetak banyak gol akan makin besar. Sebaliknya, Yordania harus mampu membatasi sentuhan Messi di area sepertiga akhir lapangan.

Pertarungan di lini tengah juga layak menjadi perhatian. Enzo Fernández dan Rodrigo De Paul kemungkinan mendominasi distribusi bola, sementara Yordania akan berusaha memutus aliran serangan dengan pressing berlapis. Di sisi lain, Argentina juga harus tetap waspada terhadap kecepatan Mousa Al-Tamari. Serangan balik cepat yang dipimpin pemain tersebut bisa menjadi ancaman apabila Argentina terlalu banyak mengirim pemain ke depan.

Dari sisi kualitas individu, kedalaman skuad, pengalaman bermain di level tertinggi, hingga organisasi permainan, Argentina masih unggul cukup jauh. Kehadiran pemain-pemain berpengalaman yang telah terbiasa tampil di pertandingan besar membuat Albiceleste memiliki berbagai alternatif untuk membongkar pertahanan lawan.

Yordania dipastikan tidak akan menyerah begitu saja. Semangat juang tinggi dan disiplin bertahan dapat membuat pertandingan berlangsung lebih ketat dibandingkan perkiraan banyak orang, terutama apabila mereka mampu menahan gempuran Argentina pada babak pertama. Namun, melihat performa kedua tim pada laga sebelumnya serta kualitas materi pemain yang dimiliki, Argentina tetap difavoritkan mengamankan tiga poin. Jika mampu menjaga efektivitas penyelesaian akhir dan tidak lengah saat menghadapi serangan balik, Albiceleste berpeluang mengakhiri pertandingan dengan kemenangan meyakinkan sekaligus memperbesar peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.