Hayuning Ratri Hapsari | Angelia Cipta RN
Potret pemain muslim di Piala Dunia 2026 (Doc.chatGPT)
Angelia Cipta RN

Piala Dunia 2026 kembali menjadi ajang pembuktian para pemain terbaik dunia.

Di antara nama-nama besar yang tampil, banyak pesepak bola beragama Islam yang mencuri perhatian berkat kemampuan, kepemimpinan, dan kontribusi penting bagi negaranya.

Mereka berasal dari berbagai benua, mulai dari Afrika, Asia, hingga Eropa, menunjukkan bahwa sepak bola adalah olahraga yang menyatukan keberagaman.

Mohamed Salah, Mehdi Taremi, dan Riyad Mahrez: Pemimpin di Lini Depan

Tiga nama ini merupakan simbol kepemimpinan bagi negara masing-masing.

1. Mohamed Salah (Mesir)

Mohamed Salah akan selalu menjadi andalan di lini depan berkat pengalaman, kecepatan, dan insting mencetak gol yang tajam.

Selain menjadi ancaman bagi lawan, Salah juga berperan sebagai kapten yang mampu membangkitkan semangat rekan-rekannya dalam pertandingan penting.

2. Mehdi Taremi (Iran)

Di kubu Iran, Mehdi Taremi menjadi ujung tombak Team Melli. Penyerang berpengalaman ini dikenal memiliki penyelesaian akhir yang baik serta kemampuan membuka ruang bagi pemain lain.

Pada fase grup Piala Dunia 2026, Taremi menjadi sosok penting yang menjaga peluang Iran tetap hidup hingga laga terakhir.

3. Riyad Mahrez (Aljazair)

Sementara itu, Riyad Mahrez pemain timnas Aljazair masih menjadi pemain paling berpengalaman dalam skuad negaranya.

Meski usia tidak lagi muda, kemampuan menggiring bola, memberikan umpan matang, dan menciptakan peluang tetap menjadi senjata utama Aljazair.

4. Amine Gouiri (Aljazair)

Selain ketiga pemain tersebut, Amine Gouiri (Aljazair) juga mulai menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang masa depan. Dengan teknik tinggi dan mobilitas yang baik, Gouiri menjadi pelengkap ideal bagi lini serang negaranya.

5. Achraf Hakimi (Maroko)

Maroko kembali menjadi salah satu negara dengan jumlah pemain Muslim berkualitas yang tampil di Piala Dunia 2026.

Salah satu nama paling menonjol adalah Achraf Hakimi, bek kanan yang terkenal berkat kecepatan luar biasa dan kemampuannya membantu serangan tanpa melupakan tugas bertahan.

6. Yassine Bounou (Maroko)

Di bawah mistar gawang terdapat Yassine Bounou (Bono) yang kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia.

Refleks cepat, ketenangan, serta kemampuan membaca arah bola membuatnya menjadi benteng terakhir yang sulit ditembus lawan.

7. Sofyan Amrabat (Maroko)

Lini tengah Maroko juga dihuni pemain-pemain berkualitas seperti Sofyan Amrabat, gelandang bertahan yang menjadi pengatur keseimbangan permainan. Amrabat dikenal memiliki daya jelajah tinggi serta kemampuan memutus serangan lawan sebelum berkembang menjadi ancaman.

8. Brahim Diaz (Maroko)

Kemudian ada Brahim Díaz pemain kreatif yang memiliki kemampuan menggiring bola dan menciptakan peluang dari berbagai posisi. Kreativitasnya membuat serangan Maroko semakin variatif.

9. Noussair Mazraoui (Maroko)

Nama lain yang tidak kalah penting adalah Noussair Mazraoui, bek serbabisa yang mampu bermain di beberapa posisi sekaligus. Fleksibilitas tersebut membuat Maroko memiliki banyak pilihan dalam menyusun strategi.

10. Ismael Saibari (Maroko)

Selain itu, Ismael Saibari menjadi salah satu talenta muda yang mulai berkembang. Gelandang energik tersebut membawa warna baru bagi permainan Maroko dengan keberanian menusuk pertahanan lawan.

Ousmane Dembélé, N'Golo Kanté, dan Generasi Muslim di Tim-Tim Besar Eropa

Tidak semua pemain Muslim membela negara mayoritas Muslim. Banyak di antaranya justru menjadi pilar penting bagi tim nasional Eropa.

11. Ousmane Dembele (Prancis)

Ousmane Dembélé menjadi salah satu pemain paling berbahaya milik Prancis. Kecepatan, kelincahan, dan kemampuan melewati lawan satu lawan satu membuatnya menjadi ancaman di sisi sayap.

12. N'golo Kante (Prancis)

Di lini tengah, N'Golo Kanté kembali menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang pekerja keras. Meski usianya bertambah, ia tetap mampu menjaga keseimbangan permainan melalui kemampuan merebut bola dan membaca pergerakan lawan.

13. Ibrahima Konate (Prancis)

Lini pertahanan Prancis juga diperkuat oleh Ibrahima Konaté, bek tengah yang dikenal tangguh dalam duel udara maupun duel satu lawan satu. Keberadaannya membuat pertahanan Prancis semakin sulit ditembus.

14. Rayan Cherki (Prancis)

Sementara itu, ada pulabRayan Cherki yang hadir sebagai generasi baru. Pemain muda berbakat tersebut memiliki kreativitas tinggi, teknik individu yang baik, serta keberanian mengambil risiko ketika membangun serangan.

15. Houssem Aouar (Aljazair)

Dari Aljazair terdapat pula Houssem Aouar, gelandang kreatif yang mampu menghubungkan lini tengah dengan lini depan melalui visi bermain dan umpan-umpan akurat.

16. Lamine Yamal (Spanyol)

Lamine Yamal merupakan salah satu talenta muda paling bersinar di sepak bola dunia. Pemain sayap milik Spanyol ini berasal dari keluarga dengan latar belakang Muslim dari pihak ayahnya yang berasal dari Maroko. Meski usianya masih sangat muda, Yamal telah menjadi bagian penting dalam permainan tim berkat kematangan, keberanian, dan kualitas teknik yang berada di atas rata-rata.

Penampilannya di level klub maupun tim nasional menunjukkan bahwa ia mampu tampil tenang saat menghadapi pertandingan besar, termasuk di panggung Piala Dunia.

Kekuatan utama Lamine Yamal terletak pada kemampuan menggiring bola, kecepatan, serta kreativitasnya dalam membongkar pertahanan lawan.

17. Sadio Mane (Senegal)

Sadio Mané merupakan salah satu pesepak bola Muslim paling berpengaruh dari Afrika dan menjadi ikon Timnas Senegal selama lebih dari satu dekade.

Sebagai penyerang, Mané dikenal memiliki kecepatan luar biasa, akselerasi tajam, serta kemampuan penyelesaian akhir yang efektif dengan kedua kaki maupun sundulan.

Selain produktif mencetak gol, ia juga piawai menciptakan peluang melalui dribel dan umpan matang kepada rekan setim.

Di luar kemampuan teknisnya, Mané dihormati karena jiwa kepemimpinan, kerendahan hati, dan dedikasinya terhadap tim.

Bukti bahwa Sepak Bola Menyatukan Perbedaan

Daftar 15 pemain tersebut membuktikan bahwa agama bukanlah batas untuk meraih prestasi di level tertinggi.

Mereka datang dari latar belakang budaya yang berbeda, bermain di liga-liga elite dunia, namun tetap membawa identitas sebagai seorang Muslim dengan penuh kebanggaan.

Sebagian dari mereka kerap terlihat berdoa sebelum pertandingan, bersujud syukur setelah mencetak gol, hingga aktif dalam kegiatan sosial di luar lapangan.

Hal tersebut menjadikan mereka bukan hanya panutan karena kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga karena sikap rendah hati, disiplin, dan semangat berbagi.

Piala Dunia 2026 akhirnya kembali memperlihatkan bahwa keberagaman adalah salah satu kekuatan terbesar sepak bola.

Para pemain Muslim ini bukan hanya menghiasi turnamen dengan aksi-aksi memukau, tetapi juga menginspirasi jutaan penggemar di seluruh dunia bahwa kerja keras, dedikasi, dan keyakinan dapat berjalan beriringan dalam mencapai kesuksesan.