Babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyajikan big match yang mempertemukan Spanyol melawan Portugal. Sekadar menginformasikan, pertarungan melawan Spanyol ini adalah kali ketiga bagi Cristiano Ronaldo bersua dengan La Furia Roja di pentas Piala Dunia. Berat? Tentu saja! Tapi, jika dibandingkan dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, seharusnya beban yang kini tersemat dalam diri sang skipper, tak seberat saat dirinya memimpin rekan-rekannya di pertarungan terdahulu.
Dari berbagai sumber yang telah saya rangkum, Cristiano Ronaldo sendiri telah memainkan sepuluh pertarungan melawan Spanyol. Dari jumlah tersebut, kubu Portugal --bersama Ronaldo di dalamnya-- masih berada di pihak yang lebih inferior. Bagaimana tidak, dari sepuluh pertarungan itu, Ronaldo bersama Os Navegadores baru bisa membukukan dua kali kemenangan dan empat hasil imbang. Sementara sisanya, empat pertandingan berujung dengan kekalahan.
Pertemuan paling awal Ronaldo melawan Spanyol sendiri terjadi di gelaran Piala Eropa 2004 lalu. Saat itu, Portugal yang bermain di depan pendukung setianya sukses menghantam Spanyol dengan skor tipis satu gol tanpa balas. Kemenangan itu sendiri merupakan catatan kemenangan pertama Ronaldo atas Spanyol, sebelum kemudian mereka kembali menang di laga persahabatan pada tahun 2010 dengan skor telak empat gol tanpa balas.
Ronaldo, Portugal dan Spayol di Piala Dunia
Seperti yang telah saya informasikan, Ronaldo bersama Timnas Portugal sendiri sudah dua kali melawan Spanyol di ajang Piala Dunia. Sehingga pertemuan kali ini akan menjadi pertemuan ketiga eks bintang Real Madrid itu bertarung dengan sang lawan.
Berdasarkan data dari laman Transfermarkt, pertemuan pertama Ronaldo dengan Spanyol terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Pertandingan itu sendiri berlangsung dengan liat. Namun sayangnya, di akhir laga Portugal harus terkapar setelah satu-satunya gol dari David Villa berhasil membawa El Matador melaju ke fase berikutnya.
Pertemuan kedua antara Ronaldo melawan Spanyol terjadi di fase penyisihan Grup B Piala Dunia 2018 di Rusia. Spanyol yang saat itu tengah mengusung fase kebangkitan setelah kegagalan mempertahankan gelar juara pada edisi 2014, tentu saja lebih difavoritkan. Terlebih lagi, Spanyol saat itu juga memiliki kekuatan yang lebih merata di semua lini ketimbang Portugal.
Prediksi itu hampir saja menjadi kenyataan ketika mereka berhasil unggul 3-2 dari Portugal hingga menit ke-87. Sayangnya, jiwa tak kenal menyerah Cristiano Ronaldo membuat Spanyol harus memendam raihan tiga poin. Tendangan bebas indah Ronaldo di menit ke-88, tak mampu dihadang oleh barisan pagar betis, dan hanya membuat David de Gea terpaku. Seperti menikmati tarian bola di jalur lintasannya.
Alhasil, hanya berselang dua menit saja menjelang waktu normal usai, Ronaldo berhasil menyamakan kedudukan sekaligus menciptakan gol ketiganya di pertandingan tersebut. Iya, pada pertandingan melawan Spanyol pada Piala Dunia 2018 lalu, Ronaldo seperti berjuang sendirian. Tiga gol yang menyelamatkan Portugal dari kekalahan saat itu, semuanya diciptakan oleh Ronaldo.
Harusnya Kali Ini Tugasnya Tak Seberat Dulu
Menjelang pertarungan ketiga antara Ronaldo bersama Timnas Portugal melawan Spanyol, sejatinya ada sebuah fakta yang cukup melegakan bagi kubu Portugal maupun CR7. Pasalnya, jika kita melihat komposisi pemain yang dimiliki oleh Portugal saat ini, sebaran kualitas yang mereka miliki terbilang sangat merata.
Mulai dari sektor penjaga gawang, lini pertahanan, lini tengah, hingga lini penyerangan Portugal, kali ini bermaterikan pemain kelas wahid, baik di level Eropa maupun dunia. Dengan kata lain, Ronaldo memang bintang, namun untuk saat ini dirinya bukan satu-satunya pemain bintang di Timnas Portugal.
Tentu saja kondisi ini sangat berbeda dengan dua pertemuan sebelumnya, di mana Portugal selalu saja berkomposisikan pemain yang tak setara dalam setiap lininya, pun jika dibandingkan dengan Spanyol. Seperti misal, pada Piala Dunia 2010 lalu, pemain kelas utama yang dimiliki oleh Portugal hanya ada beberapa saja. Saat itu, kita mungkin hanya familiar dengan nama Ronaldo, Coentrao, Carvalho, Pepe, atau Deco.
Kondisi itu tentu berbeda dengan Timnas Spanyol yang penuh dengan pemain bintang di dunia sepak bola. Di starting eleven yang diturunkan Vicente del Bosque di laga melawan Portugal tahun 2010 lalu, mungkin hanya nama Capdevila saja yang agak asing di telinga. Selebihnya, tentu nama-nama besar seperti Casillas, Pique, Puyol, Ramos, Xavi, Alonso, Busquets, Villa, Iniesta dan Fernando Torres.
Bahkan di turnamen berujung gelar juara itu, pemain sekelas Pepe Reina, Victor Valdes, Juan Mata, Fernando Llorente, hingga Cesc Fabregas sampai harus rela berada di bangku cadangan karena saking padatnya pemain bintang di tubuh Spanyol.
Pun demikan halnya di pertemuan kedua pada tahun 2018 lalu. Saat itu, nama-nama penggawa Portugal yang mungkin dikenal khalayak hanyalah Pepe, Ronaldo, Quaresma dan Bruno Fernandes yang sedang menanjak. Sementara di tubuh Spanyol, bercokol nama-nama besar sekelas David de Gea, Pique, Ramos, Alba, Busquets, Iniesta, Diego Costa dan Isco. Selain itu, di bangku cadangan masih ada nama-nama sekelas Thiago Alcantara, Carvajal, Vazquez Azpilicueta dan Asensio.
Tentu perbandingannya sangat tak seimbang, bukan? Sehingga tak mengherankan jika pada dua pertemuan terdahulu, beban berat seolah selalu saja tersemat di pundak Cristiano Ronaldo. Alasannya jelas, karena pada saat itu, Ronaldolah bintang utama di tubuh Portugal. Sehingga setiap hasil minor yang didapatkan timnya, penyalahan-penyalahan tak jelas pasti akan langsung tertuju kepadanya.
Patut digarisbawahi, kondisi Timnas Portugal saat ini sudah jauh berbeda dengan delapan, apalagi enam belas tahun yang lalu. Alih-alih berhiaskan pemain yang tak berimbang, kubu Portugal saat ini justru dilimpahi dengan deretan pesepakbola kelas wahid di semua lininya.
Selain Ronaldo yang tentu saja sudah kita ketahui bersama nama besarnya, Portugal saat ini juga memiliki Rafael Leao, Pedro Neto, Vitinha, Joao Neves, Bruno Fernandes, Joao Cancelo, Ruben Dias dan Nuno Mendes yang merajai kompetisi sepak bola domestik maupun Eropa. Belum lagi nama-nama besar lainnya yang mengisi bangku cadangan di laga terakhir melawan Kroasia seperti Goncalo Ramos, Joao Felix, Ruben Neves dan Diogo Dalot. Sehingga, secara perataan kualitas, kekuatan Portugal saat ini sangat jauh berbeda ketika Ronaldo memimpin timnya melawan Spanyol di dua pertemuan sebelumnya.
Jadi, dengan asumsi yang telah saya jabarkan di atas, seharusnya tugas Ronaldo di pertemuan ketiganya melawan Spanyol nanti tak seberat pertemuan-pertemuan sebelumnya, bukan? Pasalnya, jika dulu semua beban bertumpu kepanya, untuk kali ini beban itu dibagi merata bersama rekan-rekan setimnya. Sehingga Ronaldo tak lagi harus berjuang sendirian ketika bertarung melawan Spanyol nanti.
Bagaimana nih menurut Sobat Bola Yoursay?
Tag
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Akhir Perjalanan Wakil Asia dan Pergantian Kiper yang Terasa Sangat Menyakitkan
-
Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 dan Catatan Apik Meksiko yang Ungguli Argentina
-
Elegi Luka Modrik: Last Dance Piala Dunia yang Harus Berakhir di Kaki Sahabat Karibnya Sendiri
-
Bukan Kebetulan? 3 Alasan Mengapa Ramalan The Simpsons soal Final Piala Dunia 2026 Masih On The Way!
-
Piala Dunia 2026 dan Nestapa Korea Selatan yang Kembali Harus Menanggung Beban Prestasi Semu
Artikel Terkait
Hobi
-
Benamkan Kanada, Maroko Buka Peluang Menuju Final Piala Dunia 2026?
-
Piala Dunia 2026: Akhir Perjalanan Wakil Asia dan Pergantian Kiper yang Terasa Sangat Menyakitkan
-
Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 dan Catatan Apik Meksiko yang Ungguli Argentina
-
Duel Maut Vinicius Junior vs Erling Haaland: Siapa yang Melaju ke 8 Besar?
-
Dihentikan Prancis di 16 Besar, Paraguay Gagal Ulang Sejarah Tahun 2010
Terkini
-
Syuting Rampung, Netflix Perkenalkan Dua Pemeran Baru Supacell Season 2
-
Review Petaka Gunung Welirang: Horor Pendakian Masih Menarik atau Sekadar Formula Usang?
-
Kulit Tetap Sehat, Ini 5 Facial Wipes yang Punya Kandungan Skincare!
-
Di Balik Pesona Jaguar Meksiko: Mengapa Maskot Piala Dunia 2026 Membawa Pesan Konservasi?
-
Film Anime Orisinal ghost Garapan MADHOUSE Ungkap Judul Resmi, Tayang 2027