Duel tim yang berbeda tradisi bakal tersaji di babak delapan besar turnamen Piala Dunia 2026. Inggris yang menjadi langganan tetap Piala Dunia dan sudah mengoleksi satu gelar juara, bersua dengan Norwegia yang keikutsertaannya angin-anginan dan tercatat kali terakhir merasakan kerasnya turnamen di edisi 1998 lalu. Uniknya, pada sisa pertarungan di Piala Dunia 2026 ini, Norwegia membawa pola keberuntungan yang mereka dapatkan dari salah satu wakil benua Asia, Jepang.
Memang, dalam perjalanan Norwegia di guliran sepak bola paling akbar sejagat raya kali ini, Norwegia sama sekali tak bersinggungan langsung dengan Jepang. Dari data yang ada di laman FIFA, saya menemukan bahwa Norwegia bertarung melawan Senegal, Prancis dan satu wakil Asia, Irak di fase penyisihan grup. Bukan Jepang.
Kemudian di babak 32 besar, Norwegia berhadapan dengan Pantai Gading dan berlanjut melawan Brasil di fase 16 besar kemarin. Sementara di babak delapan besar perhelatan, satu-satunya perwakilan para Viking tersebut akan bertemu dengan Inggris. Sekali lagi, Norwegia sama sekali tak pernah bersinggungan, apalagi sampai bertarung melawan Jepang.
Namun justru di situlah letak keunikannya. Di babak delapan besar melawan Inggris ini, Norwegia diliputi pola keberuntungan setelah mereka mengalahkan Brasil, tim yang mengalahkan Jepang. Pasalnya, dalam beberapa edisi Piala Dunia yang telah berjalan, tim yang berhasil mengalahkan negara yang menundukkan Timnas Jepang di fase gugur gelaran, selalu mengakhiri turnamen dengan menjadi juara.
Pola Keberuntungan Tim-Tim Penakluk Samurai Biru
Apa yang saya sampaikan di atas, tentu saja hanya akan menjadi omong kosong belaka jika saya tak memberikan bukti sahih terkait dengan pola keberuntungan bagi tim-tim yang mengalahkan penakluk Timnas Jepang.
Bukti pertama, saya akan mengajak teman-teman Sobat Bola Yoursay untuk berkilas balik di Piala Dunia 2002 lalu ketika gelaran dimainkan di Korea Selatan dan Jepang. Kala itu, Tim Samurai Biru yang bertindak sebagai salah satu tuan rumah, menciptakan sejarah besar dengan lolos ke fase 16 besar untuk kali pertama sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia.
Di babak 16 besar tersebut, Jepang berhadapan dengan Turki, yang mana pertandingan berakhir dengan kemenangan Turki satu gol tanpa balas. Di laga selanjutnya (delapan besar), Turki bertarung melawan Senegal, yang mana laga itu dimenangkan oleh Turki juga.
Di sinilah pola keberuntungan itu dimulai. Turki yang menaklukkan Jepang di babak 16 besar turnamen, bertemu dengan Brasil di babak semifinal. Pertandingan semifinal itu sendiri dimenangkan oleh Brasil dengan skor 1-0 yang mana memastikan langkah Tim Samba ke partai final.
Dan seperti yang kita ketahui bersama, di Piala Dunia 2002 tersebut, Brasil pada akhirnya berhasil menjadi juara setelah di laga puncak sukses mempecundangi Jerman dengan dua gol tanpa balas. Dengan demikian, Brasil menjadi tim pertama yang mendapatkan pola keberuntungan Samurai Biru setelah mereka sukses mengalahkan negara penakluk Timnas Jepang.
Setelah Piala Dunia 2002, pola serupa juga terulang di gelaran edisi 2018. Jepang yang lolos ke fase 16 besar turnamen, berhadapan dengan Belgia, yang mana pertarungan itu dimenangkan oleh sang wakil Eropa dengan skor 3-2. Di babak selanjutnya, Belgia bertemu dengan Brasil, dan lagi-lagi berhasil memenangi laga dengan skor 2-1.
Perjalanan Belgia pun berlanjut ke fase Semifinal. Di babak ini, mereka berhadapan dengan Prancis. Bisa ditebak, laga ini pun pada akhirnya dimenangkan oleh Prancis, yang kemudian di partai final berhasil mengandaskan mimpi Kroasia dan berujung dengan gelar juara Piala Dunia. Singkatnya, Prancis mendapatkan tuah dari Timnas Jepang, setelah mereka mengalahkan Belgia yang menjadi penakluk Samurai Biru.
Masih kurang bukti? Oke, kita lanjutkan di gelaran berikutnya di Qatar tahun 2022 lalu. Kala itu, Jepang kembali sukses menembus babak 16 besar gelaran dan berhadapan dengan Kroasia. Laga babak ini tentu saja dimenangkan oleh Kroasia, yang mana membawa mereka melaju ke babak delapan besar turnamen untuk menantang Brasil.
Di babak perempat final ini, Kroasia juga kembali menuai kemenangan dan membuat negeri asal Davor Suker itu melenggang ke semifinal melawan Argentina. Bisa ditebak apa yang terjadi? Di babak semifinal ini Argentina berhasil memenangi pertandingan melawan Kroasia, kemudian melangkah ke final dan berujung dengan gelar juara dunia setelah mereka sukses menekuk Timnas Prancis.
Jadi, polanya, Jepang dikalahkan Kroasia, Kroasia dikalahkan Argentina dan pada ujungnya, Argentina keluar sebagai juara dunia.
Pola Keberuntungan Samurai Biru Kini Berpihak kepada Norwegia
Mungkin, banyak di antara kita yang belum menyadari adanya keunikan yang dibawa oleh tim-tim penakluk Timnas Jepang ini. Termasuk, sebuah fakta jika pada pertandingan perempat final ini, pola keberuntungan dari Samurai Biru itu kini berpihak kepada Norwegia.
Sekarang, coba kita bedah. Pada babak 32 turnamen Piala Dunia kali ini, Jepang bersua dengan Brasil yang mana pertandingan itu berakhir untuk kemenangan sang wakil Amerika Latin dengan skor tipis 2-1. Brasil yang berstatus sebagai tim penakluk Jepang, bertemu dengan Norwegia di babak 16 besar kemarin, dan mereka kalahkan dengan skor tipis 1-2.
Dengan demikian, maka kini Norwegia adalah pemilik tuah dari pola keberuntungan Timnas Jepang, karena dirinya berhasil mengalahkan Brasil yang berstatus tim penakluk Samurai Biru. Sehingga, jika kita berbicara mengenai pola keberuntungan yang dibangun oleh Timnas Jepang seperti Piala Dunia edisi 2002, 2018 dan 2026, maka seharusnya di laga-laga selanjutnya Norwegia bisa memetik kemenangan dan terus melaju hingga partai final untuk kemudian keluar sebagai juara perhelatan.
Apakah mungkin hal itu terjadi? Tentu saja sangat mungkin. Karena selain Norwegia tengah menanjak penampilannya, berdasarkan rilisan laman Suara.com (11/7), menjelang pertandingan yang dimainkan pada Ahad (12/7) dini hari waktu Indonesia di Miami Stadium tersebut, skuat The Three Lions dikabarkan harus kehilangan pilar lini tengah andalan mereka, Declan Rice yang harus diisolasi karena wabah penyakit.
Apakah ini menjadi tanda-tanda Norwegia bakal terus melaju dan mendapatkan tuah dari pola keberuntungan yang dibangun oleh Timnas Jepang? Bisa saja demikian!
Tag
Baca Juga
-
Inggris vs Norwegia: Tuah Dukun Afrika Melawan Pasukan Viking yang Tersisa
-
Prancis vs Maroko: Mengapa Penunjukan Wasit Argentina Menuai Polemik Pencinta Sepak Bola?
-
Piala Dunia 2026: Juara Bertahan Terus Bersinar, tapi Dihantui Segudang PR Besar
-
Akhiri Perjalanan Panjang di Piala Dunia, Ronaldo Penggendong Prestasi Sepak Bola Portugal
-
Piala Dunia 2026: Sukses Curi Perhatian, Vozinha Bakal Jadi The Next El-Hadji Diouf?
Artikel Terkait
Hobi
-
Argentina vs Swiss: Adu Kecerdasan Taktik Demi Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026: Buktikan Tim Kelas Juara dan Siap Lawan Prancis
-
Tampil Gila di Piala Dunia 2026, Vozinha Layak Menunda Masa Pensiunnya!
-
Jelang Laga, Swiss Klaim Punya Cara Meredam Messi Cs Demi Lolos Semifinal
-
Lamine Yamal dan Pembuktian Kualitas di Laga Spanyol vs Belgia
Terkini
-
Review Dokumenter The Man Will Burn: Ketika Eksperimen Sosial Berbenturan dengan Ambisi Miliarder
-
Kopdes Bisa Dibangun Cepat, Mengapa Fasilitas Kesehatan Primer Tidak?
-
Menteri Bacok hingga Jaksa Glamor Mati Mengenaskan? Ulasan Sang Eksekutor!
-
Jaehyun NCT Rangkul Ketidaksempurnaan Cinta di Lagu Terbaru, 99 Degrees
-
Kekayaan Alam Diekspor, Tagihannya Dipulangkan kepada Rakyat