Hayuning Ratri Hapsari | Desyta Rina Marta Guritno
Marc Marquez (Instagram/@marcmarquez93)
Desyta Rina Marta Guritno

Performa Marc Marquez musim 2026 ini penuh dengan lika-liku yang tak mudah, mulai dari sisa cedera yang dialaminya musim lalu, settingan motor yang tak sesuai, ditambah lagi dengan kecelakaan di GP Prancis yang membuat kondisinya sempat lebih buruk.

Hasilnya, performa Marc menurun dibandingkan dengan musim lalu. Jika sebelumnya dia sukses meraih kemenangan di separuh seri dalam satu musim, kali ini dia baru menang di beberapa seri saja.

Tahun lalu, kedudukannya di puncak klasemen hampir tak tergantikan kecuali oleh Alex Marquez, tahun ini dia harus bekerja ekstra keras karena masih berada di posisi 3 klasemen sementara dan belum pernah berada di puncak.

Kendati demikian, progres yang ditunjukkan Marc Marquez di pertengahan musim cukup impresif. Marc berhasil bangkit dari cedera yang dialaminya di GP Prancis dengan memenangkan GP Ceko, GP Hungaria, dan GP Jerman.

Dia yang dulunya sempat tertinggal 102 poin dari puncak klasemen sementara setelah GP Mugello, kini telah memangkasnya hingga tersisa 18 poin saja sebelum jeda paruh musim.

Inilah yang kemudian membuat Marc semakin disorot akhir-akhir ini, mental dan kemampuannya ternyata belum habis, bahkan pembalap asal Spanyol ini tampaknya tengah bersiap untuk membuat epic comeback di paruh kedua musim 2026.

CEO Aprilia, Massimo Rivola juga memuji Marc Marquez yang mulai bangkit. Meskipun pembalapnya kini sedang memimpin di posisi 1 dan 2 klasemen sementara, Rivola menyadari bahwa Marc Marquez akan selalu menjadi ancaman.

Dalam kondisi fisik yang belum sepenuhnya fit saja dia bisa menang di sesi sprint dan main race GP Hungaria dan GP Jerman, bagaimana jika setelah jeda musim panas ini dia kembali dengan fisik yang lebih bugar? Bukan tidak mungkin dia bisa membalikkan keadaan di 11 seri tersisa.

Kami tahu ada seorang pria bernama Marc Márquez di sana yang jelas memiliki keunggulan dalam semua prediksi, dia adalah favorit, tetapi kami tidak akan pernah menyerah," ujar Rivola, dilansir dari laman Crash.

Momen bangkitnya Marc Marquez bersamaan dengan kemunduran Marco Bezzecchi. Bezzecchi diketahui tampil sangat baik di seri awal MotoGP 2026 hingga mengoleksi 5 kemenangan beruntun.

Namun, di seri-seri setelahnya Bezz mengalami DNF karena kecelakaan yang membuat dirinya gagal mencetak poin. Kini Bezz berada di posisi 4 klasemen sementara, disalip oleh Jorge Martin, Ai Ogura, dan Marc Marquez.

Sementara itu, Marc yang kini hanya terpaut 18 poin dari pemimpin klasemen masih sangat mungkin bersaing untuk kejuaraan dunia setelah jeda paruh musim.

Massimo Rivola mengatakan bahwa timnya tidak fokus melihat klasemen yang ada saat ini. Yang mereka tahu mereka memiliki pembalap, motor, dan juga lawan yang kompetitif sehingga yakin bahwa kejuaraan dunia akan diperebutkan hingga seri terakhir.

Seperti yang selalu saya katakan sejak awal, kami tidak melihat klasemen, dan terlebih lagi sekarang. Kami tahu kami memiliki pembalap yang sangat kuat, baik kami sendiri maupun tim satelit kami. Kami tahu motor ini sangat kompetitif, jadi saya selalu berpikir ini akan menjadi kejuaraan dunia yang akan diperebutkan hingga balapan terakhir," tambahnya.

Apa yang dikatakan Rivola memang benar, dengan selisih poin yang tipis dan 11 seri yang tersisa, apapun masih bisa terjadi dan setidaknya 4 pembalap teratas ini masih akan memperebutkan gelar.

Lantas, menurut kalian siapakah yang akan menyabet gelar juara dunia di akhir musim nanti, apakah pembalap dari Aprilia atau justru Marc Marquez?