Salah satu transfer pembalap yang paling heboh musim ini datang dari pembalap Ducati, Pecco Bagnaia. Pria asal Italia tersebut mengakhiri kontrak dengan tim yang telah membesarkan namanya pada akhir musim ini.
Lebih mengejutkan lagi, Pecco memutuskan untuk bergabung dengan pabrikan asal Italia lainnya yang sedang naik daun, Aprilia, menggantikan Jorge Martin.
Performa Menurun di Ducati
Seperti yang kita ketahui, setidaknya dalam kurun waktu 1,5 tahun terakhir Pecco Bagnaia mengalami penurunan performa di Ducati. Dia beberapa kali menghadapi masalah dengan motor Desmosedici dan tak kunjung menemukan solusi.
Hal inilah yang kemudian memunculkan spekulasi di kalangan penggemar bahwa Pecco tidak akan lama lagi berada di Ducati. Dan ternyata dugaan tersebut benar, jelang GP Assen lalu Pecco mengumumkan keputusannya untuk pergi dari Ducati.
Tawaran Gabung Yamaha
Melansir dari laman MotoGP News, sebelum menandatangani kontrak dengan Aprilia, Pecco Bagnaia sempat ditawari kontrak kerjasama oleh Yamaha.
Kabarnya, pabrikan asal Jepang tersebut memiliki anggaran setengah kali lebih banyak daripada Aprilia untuk merekrut Pecco dari Ducati.
Namun, keinginan Pecco untuk bisa lebih kompetitif di MotoGP lebih besar dari sekadar uang. Akhirnya, dia memilih untuk bergabung dengan Aprilia yang jelas memiliki motor lebih kompetitif dibandingkan Yamaha.
Bergabung dengan Aprilia, Pecco Bagnaia Balas Dendam?
Keputusan Pecco bergabung dengan Aprilia dianggap tepat karena mereka kini sedang dalam performa terbaik, terbukti 2 pembalapnya, yakni Jorge Martin dan Ai Ogura kini menempati posisi 1-2 klasemen sementara.
Dengan motor yang kompetitif, tahun depan Pecco berkesempatan untuk bangkit dan kembali bersaing untuk menang.
Di samping itu, beberapa orang berspekulasi apakah keputusan Pecco untuk menolak Yamaha dan memilih Aprilia adalah strategi balas dendam terhadap Ducati dan Marc Marquez?
Tenggelamnya Pecco Bagnaia setelah kedatangan The Baby Alien ke garasi Ducati membuat sebagian penggemar mengira bahwa Ducati lebih menyukai Marc Marquez.
Namun, hal tersebut tentu tidak benar. Pecco Bagnaia sendiri pernah menyampaikan bahwa hubungannya dengan Marc Marquez sangat baik selama keduanya menjadi rekan setim.
"Harus saya akui bahwa pendekatannya cukup tenang; dia memahami dinamika tim. Prioritasnya adalah mencoba menjaga suasana yang nyaman di dalam pit tanpa menimbulkan masalah atau pertengkaran, dan bisa dibilang kami benar-benar lebih mengenal satu sama lain tahun ini, dan hubungan kami sangat baik," ujar Pecco.
Tak hanya itu, soal tuduhan bahwa Ducati lebih condong terhadap Marc Marquez dalam hal pengembangan motor juga dibantah oleh Pecco.
Pecco menjelaskan bahwa tahun lalu Ducati menggunakan cara kerja yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana mereka memakai 2 jalur pengembangan yang berbeda, yakni versi Pecco dan versi Marc.
“Ini cara kerja yang berbeda dibandingkan dengan apa yang kami lakukan di Ducati, di mana Anda dapat mengikuti dua jalur sekaligus," tambahnya.
Dengan begitu, jelas bahwa kepindahan Pecco dari Ducati ke Aprilia bukan atas dasar balas dendam kepada tim dan rekan lamanya, melainkan murni karena keinginannya untuk bisa kembali kompetitif.
Perlu diingat lagi bahwa Pecco adalah pembalap yang berkualitas, dia juga memiliki 2 gelar juara dunia. Jika motor yang dikendarainya kini sudah tidak sejalan dengannya, sangat wajar jika Pecco ingin mencari ganti yang lebih baik untuk bisa kembalk bersaing meraih kemenangan.
Kalau menurut kalian, bagaimana performa Pecco Bagnaia musim depan di Aprilia, apakah bisa bangkit dan bersinar seperti dulu lagi?
Baca Juga
-
Bukan Sekadar Proker, Ini 8 Soft Skill Berharga yang Diam-Diam Terasah Saat KKN
-
Prosesi Wisuda Lama? Ini 9 Barang Kecil tapi Bermanfaat yang Wajib Dibawa
-
Tak Gentar! Davide Tardozzi Yakin Ducati Bisa Raih Gelar Juara Dunia
-
Toprak Razgatlioglu Masih Terpuruk sampai Paruh Musim MotoGP, Salah Jalan?
-
Pindah ke Honda, Ini Perjalanan Fabio Quartararo Selama 7 Tahun di Yamaha
Artikel Terkait
Hobi
-
Tak Gentar! Davide Tardozzi Yakin Ducati Bisa Raih Gelar Juara Dunia
-
Toprak Razgatlioglu Masih Terpuruk sampai Paruh Musim MotoGP, Salah Jalan?
-
FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat
-
Preview Semifinal VNL Putri 2026: 4 Tim Terbaik Berebut Tiket Final
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Terkini
-
Teror Spoiler di Era Streaming: Ketika Menonton Bukan Lagi Soal Menikmati Cerita
-
Hijau di Iklan, Abu-Abu dalam Aksi: Bahaya Fenomena Greenwashing
-
Ulasan Bloody Flower: Ketika Pembunuh Jadi Harapan Terakhir Banyak Orang
-
Susul Kesuksesan The Grey, Netflix Garap Parasyte: Tamiya yang Tayang 2027
-
Dari Diskusi hingga Wall of Hope, LINTAS Dorong Masyarakat Peduli Masa Depan Transportasi Umum