Pedro Acosta menatap masa depannya bersama Ducati dengan semangat dan penuh rasa percaya diri. Meskipun akan memasuki lingkungan baru dia mengatakan tidak merasa tertekan sama sekali.
Acosta resmi meninggalkan KTM, tim yang sudah bekerja sama dengannya sejak masih berkompetisi di kelas Moto3. Pada tahun 2021, pembalal muda ini memulai debut Moto3 dan langsung menjadi Juara Dunia bersama Red Bull KTM Ajo.
Kemudian, di musim berikutnya Acosta langsung naik kelas ke Moto2 dan tetap bersama Red Bull KTM Ajo, dia berhasil meraih gelar Juara Dunia Moto2 pada tahun 2023.
Tahun 2024, pembalap asal Spanyol ini naik ke kelas premier atau MotoGP bersama tim satelit KTM, yakni GasGas Tech3. Penampilan impresifnya di musim pertama membuat KTM memboyongnya ke tim pabrikan pada musim 2025 dan 2026.
Selama bersama KTM, Acosta berhasil menorehkan cukup banyak catatan positif di MotoGP. Di musim pertamanya dia berhasil naik podium dan menempati posisi 4 klasemen akhir.
Total ada 13 podium yang diraihnya (sprint dan main race), termasuk kemenangan sprint pertamanya di GP Thailand 2026 lalu. Saat ini, Acosta masih menantikan kemenangan pertamanya untuk sesi balap utama.
Enam tahun berada di tim yang sama, melewati suka duka bersama, tentu tidak mudah untuk berpisah. Namun, Acosta harus memikirkan masa depannya dengan memilih tim yang bisa membuatnya tampil lebih kompetitif di MotoGP.
Meskipun sempat menorehkan catatan positif, kita tahu bahwa RC-16 milik KTM tidak mampu bersaing dengan Desmosedici (Ducati) atau RS-GP (Aprilia) untuk memperjuangkan podium.
Sementara Acosta adalah pembalap dengan bakat yang luar biasa, maka wajar jika dia ingin perubahan ke arah yang lebih baik.
Terkait dengan kepindahannya ke Ducati musim depan, Acosta mengaku bahwa dirinya tidak tahu situasi seperti apa yang akan dia hadapi. Namun, dia juga tidak merasa tertekan mengingat bakal bergabung dengan tim baru yang notabene diisi dengan orang-orang baru dan budaya kerja yang baru juga.
“Sejujurnya, saya tidak tahu apa yang akan saya temukan di dalam kotak itu. Tapi di sisi lain, saya juga tidak merasa tertekan,” ujar Acosta, dilansir dari laman Crash.
Di Ducati, Acosta akan berpasangan dengan Marc Marquez, seorang legenda MotoGP yang sudah memenangkan 7 gelar juara dunia. Selain menjadi rekan satu negara, keduanya kini juga akan menjadi rekan satu tim.
Kendati perbedaan usia mereka cukup jauh yakni 11 tahun, itu bukan suatu masalah. Marc Marquez bukan tipe pembalap yang suka 'bikin onar' dengan rekan setimnya.
Dilihat dari yang sudah-sudah, Marc sepertinya bisa membimbing pembalap muda seperti Acosta untuk meningkatkan levelnya.
Acosta sendiri menyadari bahwa di musim perdananya bersama Ducati, dia membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan budaya di sana.
“Marc berada di penghujung kariernya, sedangkan saya baru di awal karier saya. Selain itu, dia mengenal semua orang di tim, dan saya akan membutuhkan sedikit waktu untuk menyesuaikan diri dengan ritme 'rumah Italia', bisa dibilang begitu, karena saya sudah berada di KTM selama enam tahun. Saya mengenal semua orang sejak saya berusia 16 tahun," tambahnya.
Musim pertama Acosta bersama Ducati menarik untuk dinantikan. Begitu bergabung, dia diharapkan bisa beradaptasi dengan cepat, sekaligus belajar dari rekan setimnya, Marc Marquez.
Jika mampu beradaptssi dan memaksimalkan potensi motor Desmosedici, bukan tidak mungkin kepindahan ini menjadi langkah penting bagi Acosta untuk mengejar kemenangan pertamanya di kelas MotoGP, sekaligus membuka jalan menuju persaingan gelar juara dunia di masa depan.
Baca Juga
-
Jadwal MotoGP Jepang 2026: Apakah Ducati Siap Hadapi Ancaman Aprilia?
-
2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Konten Couple Carousel Bikin Gemas! Penolong untuk yang Takut Jatuh Cinta
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
Artikel Terkait
Hobi
-
35 Tahun Puasa Gelar, Timnas Indonesia Selangkah Lagi Raih Trofi
-
Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN
-
Sprint Race MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Terdepan, 3 Pembalap Crash
-
Jadwal MotoGP Jepang 2026: Apakah Ducati Siap Hadapi Ancaman Aprilia?
-
Skuad Naturalisasi Timnas Indonesia Dicap Gagal, Pengamat: Tak Punya Karakter di Level Elite Asia
Terkini
-
Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan
-
Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?
-
Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri
-
Sinopsis Sunshine through the Rain, Dracin Terbaru Yang Chao Yue dan Winwin
-
Sinopsis Drama One of a Kind Romance: Kisah Cinta Artis dan Asisten