Hull City benar-benar menciptakan kejutan besar pada pekan pertama Liga Inggris 2026/2027. Tidak banyak yang memperkirakan The Tigers mampu menumbangkan Manchester United, apalagi dengan skor meyakinkan 2-0.
Sebelum pertandingan di MKM Stadium, Sabtu (22/8/2026) malam WIB, pemilik Hull City Acun Ilcal bahkan tidak memasang target muluk. Dengan kondisi skuad yang kehilangan tujuh hingga delapan pemain, satu poin sudah dianggap sebagai hasil yang cukup memuaskan.
“Kami memiliki 7 atau 8 pemain yang absen. Jika kami mendapatkan satu poin, kami akan senang,” ujar Acun Ilcal sebelum Hull City menghadapi Manchester United.
Namun, yang terjadi di lapangan justru jauh melampaui harapan. Alih-alih hanya membawa pulang satu poin, Hull City berhasil mengamankan kemenangan dan membuat malam pembuka musim mereka terasa jauh lebih istimewa.
Hull City tampil efektif dan berhasil menjebol gawang Manchester United dua kali melalui Semi Ajayi dan Noble Mendy. Kemenangan 2-0 tersebut sekaligus menjadi hasil yang sangat bersejarah bagi tim tuan rumah.
Menang setelah 10 Pertemuan Tanpa Kemenangan
Sebelum laga ini, Hull City memiliki catatan yang sangat buruk ketika berhadapan dengan Manchester United di Premier League.
Dalam 10 pertemuan sebelumnya, The Tigers tidak pernah merasakan kemenangan. Mereka hanya mampu menahan imbang MU dua kali, sedangkan delapan pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.
Pertemuan ke-11 akhirnya menjadi momen perubahan. Hull sukses mengalahkan Manchester United untuk pertama kalinya di Premier League dan langsung melakukannya pada laga comeback mereka di kasta tertinggi.
Kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena Hull baru kembali ke Premier League setelah sembilan tahun absen. Mereka berhasil promosi melalui jalur playoff dan datang ke musim baru tanpa banyak pihak yang menjagokan mereka mampu memberikan kejutan.
Penantian 52 Tahun Akhirnya Berakhir
Jika melihat sejarah pertemuan kedua tim secara lebih luas, kemenangan ini juga mengakhiri penantian yang jauh lebih panjang.
Manchester United terakhir kali kalah dari Hull City pada November 1974. Artinya, kemenangan terbaru ini menjadi momen pertama Hull menaklukkan MU setelah sekitar 52 tahun.
Manajer Hull City, Sergej Jakirovic, mengaku senang timnya berhasil memutus catatan buruk tersebut.
“Saya tidak tahu soal itu, kemenangan pertama dalam 52 tahun. Menyenangkan bisa mengakhiri rekor buruk itu,” ujar Jakirovic kepada BBC Sport.
Bagi Jakirovic dan para pemainnya, kemenangan tersebut tentu menjadi awal sempurna dalam perjalanan Hull City setelah kembali ke Premier League.
Hull Juga Akhirnya Bisa Cetak Gol Lagi
Ada satu catatan buruk lain yang turut berakhir pada pertandingan tersebut.
Hull City ternyata sudah sangat lama tidak mampu mencetak gol ke gawang Manchester United. Gol terakhir The Tigers ke gawang MU sebelumnya dicetak Matty Fryatt pada 2014.
Setelah 12 tahun, Hull akhirnya kembali menemukan jalan menuju gawang Manchester United.
Semi Ajayi menjadi pemain yang memecahkan kebuntuan tersebut sebelum Noble Mendy menambah gol kedua. Dua gol pada babak pertama itu sudah cukup untuk memastikan kemenangan besar Hull atas salah satu raksasa sepak bola Inggris.
Menariknya, Hull menjalani pertandingan ini dengan status sebagai tim promosi dan tidak terlalu diunggulkan. Di sisi lain, Manchester United datang dengan kepercayaan diri setelah menyelesaikan musim sebelumnya di posisi tiga besar bersama Michael Carrick.
Namun, Hull mampu membalikkan semua prediksi.
Dari hanya berharap satu poin sebelum pertandingan, The Tigers justru mendapatkan tiga poin penuh sekaligus menciptakan sejarah baru. Kemenangan 2-0 atas Manchester United bukan sekadar kejutan pada pekan pembuka, tetapi juga menjadi akhir dari sejumlah penantian panjang yang selama bertahun-tahun membayangi Hull City.
Baca Juga
-
Lagu 'Haters' Kotak Mengajarkan Cara Terbaik Menikmati Hidup Tanpa Beban
-
Konflik Memanas di Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Buka Suara soal Insiden Keluar Kamp
-
Review Four Hands Two Sonatas: Kisah Dua Pianis Melawan Trauma Masa Lalu
-
Review Djamin Setia Selamanya: Saat Kesetiaan Mengalahkan Ego Sendiri
-
Review Made in Korea 2: Saat Gila Jabatan Berujung Penyesalan Seumur Hidup
Artikel Terkait
-
Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League
-
Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan Pelanggaran Finansial, Apa Hukumannya?
-
Gol Erling Haaland Dipastikan Offside, Kemenangan Manchester City Dibatalkan?
-
Gol Offside Haaland Disahkan Manchester United Dicurangi, Wasit VAR Dibebastugaskan
-
Prediksi Eks Bomber Liverpool di Derby Manchester: MU Bisa Buat Repot City
Hobi
-
Konflik Memanas di Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Buka Suara soal Insiden Keluar Kamp
-
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, John Herdman Keluar dari Bayang-bayang STY?
-
Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Tekuk Thailand
-
Jadwal GP Indonesia 2026: Tantangan bagi Marc Marquez Usai Menang di Jepang
-
35 Tahun Puasa Gelar, Timnas Indonesia Selangkah Lagi Raih Trofi
Terkini
-
Stop Kebanyakan Scroll! Saatnya Kamu Memberi Jeda untuk Diri Sendiri
-
Exynos 2700 Sudah Diproduksi, Apakah Galaxy S27 Ultra akan Pakai Chip Ini?
-
Tanpa Kita Sadari, Politik Mempengaruhi Kehidupan Lingkungan dan Satwa
-
Lebih Dewasa! NCT Wish Ungkap Pertumbuhan Musikalitas di Album Baru, I SPY
-
5 Buku Romance yang Diadaptasi ke Film dan Series Tahun Ini, Sudah Nonton?