Setahun menjalin kebersamaan bersama Covid-19 bukanlah kenikmatan yang enak dirasa. Malahan bagi anak sekolah, keadaan itu bak jadi surga dan neraka.
Yap, surga bagi mereka yang mudah melaksanakan pembelajaran daring, dan neraka bagi kaum susah sinyal.
Kita semua pasti mengetahui, bahkan merasakan sendiri bagaimana carut-marut proses pelaksanaan pembelajaran online di Indonesia sejauh ini. Guru dan Siswa menjadi tokoh paling kelimpungan menghadapi cobaan belajar daring.
Masalah dimulai dari ketidakbiasaan melaksanakan metode online, sampai keterbatasan sektor pendukung seperti jaringan internet jadi penyebab paling utama hingga kini.
Di Sumatera Utara misalnya, beberapa siswa harus panjat pohon tinggi demi dapat koneksi internet. Sementara itu kasus senada juga menyentuh daerah lain. Di Desa Kenalan, Yogyakarta. Tiga siswi juga harus berkendara jauh menuju lokasi dekat jalan raya di perkotaan supaya dapat sinyal agar tak ketinggalan belajar.
Kesulitan pun tidak lupa menimpa para pengajar. Mengutip hasil survei Kemendikbud beberapa bulan lalu, sebanyak 60 persen guru mengalami kendala dalam menyampaikan materi pembelajaran via jaringan. Masalah tentu masih serupa dengan apa yang siswa juga alami demikian.
Kesusahan mengikuti proses belajar, sulit mengerjakan tugas karena keterbatasan media dan alat pendukung akan sedikit terobati bilamana guru dan siswa tidak lagi terhalang jarak. Karena berkaca pada liku masalah pembelajaran daring, semua itu bakal teratasi bilamana sekolah luring bisa dilaksanakan segera mungkin.
Cepat kembali dilaksanakan sekolah tatap muka memang rencana dan jadi harapan semua orang, tapi hal itu juga harus dilakukan sembari memikirkan perencanaan matang sesuai dengan keadaan.
Sebab keselamatan Guru dan siswa adalah prioritas paling pertama dan utama. Sehingga pemerintah wajib mengambil sikap paling matang sebelum nantinya bisa terealisasi dengan baik sesuai prosedur.
Program vaksinasi bagi tenaga pendidikan dan siswa harus dipikirkan dan jadi bahan prioritas para pemangku kepentingan. Mereka adalah subjek yang patut diberikan perhatian lebih agar pelaksanaan tatap muka bisa berjalan tanpa adanya ketakutan berlebih.
Agenda vaksinasi kepada 5,2 juta tenaga pendidik di seluruh pelosok tanah air semestinya terus dilaksanakan tidak pandang bulu baik itu guru PNS sampai tenaga pendidik honorer.
Saya turut mengamini pendapat Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda yang meminta agar program vaksinasi bagi pendidik maupun tenaga kependidikan bisa terlaksana tuntas sebelum sekolah tatap muka resmi dibuka.
Pihak pemerintah dan sekolah baiknya mempunyai strategi tatap muka sesuai dengan standar keamanan kesehatan. Upaya bisa dilakukan dengan pembelajaran sistem jadwal bergantian atau dalam tahap awal tidak langsung mendatangkan masa sekolah secara bersamaan.
Jika benar dilaksanakan nantinya, penerapan standar protokol kesehatan di tiap sekolah wajib tersedia seperti tempat cuci tangan, tatanan model ruang kelas mengacu pada physical distancing, dan sterilisasi berkala dengan cairan disinfektan layak diupayakan.
Mas Nadiem menurut saya akan jadi pahlawan super bilamana keinginan tersebut bisa terealisasi dengan lancar. Pasalnya, segenap aturan dan keinginan pemerintah memang kerap plin-plan bilamana berkaitan dengan persoalan pandemi. Bukanah begitu selama ini ? Semoga berhasil, mas menteri!
*) Penulis adalah Mahasiswa Aktif Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Banyumas
Baca Juga
-
Gunakan Sewajarnya, Ini 5 Tips Menjaga Komputer Agar Awet Dipakai
-
Majas Hiperbola Bung Valen 'Jebret' di Mata Netizen
-
Seni Berbicara di Depan Umum, 7 Tips Belajar Public Speaking Bagi Pemula
-
Begini 5 Manfaat Rajin Bersepeda, Bisa Buang Stress Loh!
-
Problematika Kisah Sepakbola Nasional di Pusaran Pandemi
Artikel Terkait
Kolom
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti
-
Indonesia Butuh Industri Alat Kesehatan, Bukan Sekadar Pasar Impor
-
Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
Terkini
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam
-
Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut
-
Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup
-
4 OOTD Vacation Chic ala Yeri Red Velvet, Nyaman dan Tetap Stylish!