Merek merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pebisnis dalam ketika seorang pebisnis ingin membuka bisnisnya. Karena merek merupakan hal yang sangat fundamental ketika ingin membuka bisnis.
Di dalam merek sendiri terdapat banyak elemen di antaranya seperti logo, istilah, simbol atau kombinasi yang di mana akan menjadi suatu identitas bagi bisnis tersebut
Jadi sebenarnya apa definisi dari merek itu sendiri ? Merek alias jenama adalah suatu tanda atau simbol yang terdiri dari nama, istilah, gambar, logo, lambang atau kombinasi dari semua elemen di atas yang ditunjukan untuk mengidentifikasi atau memberikan definisi identitas dari suatu produk atau layanan dari suatu penjual yang bertujuan untuk membedakan dari pesaing. Ada beberapa jenis merek di antaranya:
1. Merek Dagang: adalah merek yang digunakan pada barang yang akan diperdagangkan oleh seseorang atau badan hukum yang membedakan dengan barang barang lainnya
2. Merek Jasa: adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau badan hukum yang membedakan dengan jasa jasa lainnya
3. Merek Kolektif: adalah merek yang digunakan pada barang atau jasa dengan karateristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama sama untuk membedakan dengan barang atau jasa yang sejenis.
Dalam membangun merek ada beberapa cara yang harus diperhatikan oleh seorang pembisnis. Beberapa cara tersebut antara lain:
1. Memperhatikan Identitas Merek: dalam membangun sebuah merek seorang pembisnis harus tahu merek nya akan dikenal seperti apa. Dari mulai manfaat dari produk yang ditawarkan, produk apa yang akan dijual, hingga akan berada dimana posisi produk dan merek yang ditawarkan
2. Mendalami Makna Merek: dalam membangun sebuah merek seoarang pembisnis harus mengetahui makna dari merek nya itu sendiri. Dan juga seorang pembisnis harus bisa menjelaskan makna dari mereknya kepada konsumen.
3. Memahami Respon Konsumen Terhadap Merek: setelah mengetahui identitas dan makna dari merek yang akan dibuat, tahapan ketiga adalah menguji respon dari konsumen terhadap merek yang ditawarkan. Jika respon yang diterima tidak baik maka pembisnis harus kembali kedua tahapan awal dan melakukan evaluasi terlebih dahulu
4. Menjaga Hubungan Merek dengan Konsumen: jika ketiga tahapan diawal sudah terlewati dengan baik, maka yang harus dilakukan ditahapan ini adalah menjaga hubungan baik antara merek dengan pelanggan. Untuk menjaga hubungan baik ini bisa dengan banyak cara, salah satunya dengan memberikan program membership kepada konsumen yang sudah loyal terhadap merek tersebut.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
-
Nour Al Qalam Perluas Pasar Global, Hadirkan Fashion Kaligrafi Arab di Indonesia
-
Penjualan Mobil 2025: Toyota Kokoh di Puncak, Honda Semakin Tertinggal
-
5 Sepatu Sekolah Hitam Putih Brand Lokal Harga Rp100 Ribuan yang Awet
-
5 Rekomendasi Sepatu "Dad Shoes" Merek Lokal yang Senyaman New Balance 9060
Kolom
-
Tambang Ilegal: Ketika Alam Dikeruk dan Hukum Dipinggirkan
-
Mengapa Bank Indonesia Harus Dijaga dari Intervensi Politik?
-
Self-care Bukan Selfish: Belajar Merawat Diri Tanpa Merasa Bersalah
-
Polemik Anies dan Kemenhut: Benarkah Negara Memfasilitasi Perusakan Hutan?
-
Ironi Prioritas: Saat Program MBG Menggeser Martabat Guru dan Nakes
Terkini
-
Cetak Sejarah! Film Sinners Borong 16 Nominasi di Ajang Piala Oscar 2026
-
4 Serum Polyglutamic Acid untuk Hidrasi Intensif dan Perkuat Skin Barrier
-
4 Drama Kolaborasi Artis Korea dan Jepang yang Tayang di Netflix
-
500 Days of Summer: Mengapa Cinta Saja Tidak Pernah Cukup
-
Cha Eun Woo ASTRO Diselidiki Dugaan Penggelapan Pajak, Fantagio Buka Suara