Arus informasi yang semakin deras kian tak terbendung. Berbagai informasi bertebaran di jagad media sosial.
Baik berita valid maupun berita hoax. Namun karena ketidaktahuan ataupun hanya sekedar asal menyebarkan, banyak yang diantara kita berujung pada kasus penyebaran berita bohong.
Yang akibatnya sangat merugikan bagi diri sendiri.Berita bohong yang mengandung hal-hal tendensius berbau ujaran kebencian jelas sangat menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan mengancam keamanan serta persatuan bangsa.
Tentunya kita tidak menginginkan hal itu terjadi pada negara ini. Oleh sebab itu, sebagai warga negara yang taat aturan hukum kita lebih berhati-hati dalam segala tindak-tanduk perilaku kita.
Terlebih jari kita yang setiap harinya menyebarkan informasi ke media sosial mungkin tanpa kita sadari bisa berpotensi menyebabkan kegaduhan.
Dan lebih parahnya lagi ada yang pihak-pihak yang tak bertanggung jawab sengaja menggunakan jari-jarinya untuk menyebabkan berita bohong demi kepentingan pribadinya.
Menggunakan media sosial sebagai sarana dalam menyampaikan pendapat boleh-boleh saja, tetapi harus dengan data dan fakta yang valid tanpa ada niat untuk menyerang seseorang ataupun organisasi.
Ingat jari-jarimu bak bermata dua. Jari-jarimu digunakan untuk menyebarkan berita benar dan bisa juga jari-jarimu digunakan untuk menyebarkan berita bohong.
Semua kembali kepada diri masing-masing. Bijaklah dalam bermedia sosial.
Selektiflah dalam menerima segala informasi yang ada. Bila mendapatkan informasi yang diragukan kebenarannya, jangan dibagikan ke yang lain. Bisa mengadukan ke pihak kepolisian atau Kemenkominfo.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Realistis atau Privilege? Mendalami Zero Waste di Lingkungan Masyarakat
-
Dari AI hingga Hoaks, Jateng Media Summit 2026 Bahas Tantangan Berat Media Lokal
-
Jateng Media Summit 2026 Dorong Pemda Perkuat Strategi Digital untuk Tangkal Hoaks
Kolom
-
Berhenti Jadi Budak Konten: Mengapa Hidup 'Estetik' Seringkali Adalah Jebakan Finansial
-
Belanja Demi Mendapat Gratis Ongkir: Hemat atau Malah Jebakan Konsumtif?
-
Jangan Berakhir di Tempat Sampah! Simak Ide Kreatif Ubah Kemasan Belanja Online Jadi Cuan
-
Mahalnya Riset di Indonesia: Fasilitas Minim, Biaya Mandiri, hingga Godaan Manipulasi
-
Tak Bisa Menghentikan Belanja Online, Maka Saya Harus Mengelola Sampahnya
Terkini
-
Rupiah Melemah, Beli iPhone Murah di Luar Negeri Tak Lagi Menggiurkan?
-
Membaca Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur: Satire Sengit Penguasa Daerah
-
Ironi Lulusan Sekolah Kejuruan: Mengapa Penyumbang Pengangguran Terbesar Masih dari SMK?
-
Kritik Novel Bukan Perawan Maria: Antara Gagasan Berani dan Narasi Tanggung
-
OPPO Enco Air5 Pro Resmi Rilis, Senjata Baru OPPO di Pasar TWS Premium 2026