Sobat Yoursay, pernah nggak sih kalian baru sejam nongkrong, tapi udah pengen buru-buru pulang?
Saya beberapa kali mengalami hal seperti ini. Awalnya saya masih asyik ikut ngobrol. Namun, setelah beberapa saat, saya mulai merasa nggak excited lagi. Dan tiba-iba muncul pikiran, “apa aku pulang duluan aja, ya?” Bukan karena nggak menikmati atau ada masalah dengan teman nongkrongnya, tapi rasanya kayak udah nggak ada energi buat interaksi dengan orang lain.
“Apa ini gara-gara aku lebih sering di rumah dan lama nggak ketemu orang, ya? Jangan-jangan karena itu, aku jadi kesulitan bersosialisasi?”
Pikiran seperti itu tentu pernah terlintas di kepala saya, tapi rupanya ada kemungkinan lain yang jadi penyebabnya, yaitu: social battery low. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika energi mental atau emosional seseorang untuk bersosialisasi mulai menipis.
Banyak orang mengaitkan kondisi ini dengan kepribadian introvert. Padahal, ini bukan soal introvert atau ekstrovert. Siapa pun bisa mengalami kelelahan sosial setelah berinteraksi dengan orang lain dalam waktu yang cukup lama. Yang membedakan hanyalah kapasitas dan cara orang mengisi ulang energinya.
Lantas, apa yang membuat baterai sosial seseorang bisa cepat habis?
Alasannya bisa bermacam-macam. Mulai dari terlalu banyak melakukan interaksi sosial, lingkungan yang terlalu ramai dan bising, situasi ketika seseorang harus terus menjaga percakapan dengan orang lain, banyak bertemu dan berkenalan dengan orang baru, atau memang karena kondisi fisik dan mental yang sedang lelah.
Meskipun demikian, kita tidak bisa menyamakan orang yang kehabisan energi sosial dengan antisosial. Seseorang dengan kapasitas baterai sosial terbatas tetap punya kemampuan menikmati pertemanan dan bersosialisasi dengan orang lain. Hanya saja, mereka memang butuh waktu untuk mengisi energinya kembali setelah terkuras cukup banyak.
Dalam situasi tertentu, saat sedang nongkrong bareng, misalnya, ada kalanya orang dengan baterai sosial yang sudah menipis tidak terlalu banyak merespons pembicaraan. Padahal di awal bertemu, dia terlihat excited. Hal semacam itu terjadi bukan karena obrolan sudah tidak terasa menarik, tetapi otak yang seolah sedang masuk ke mode hemat daya membuat reaksinya menurun.
Setiap orang memiliki cara yang mungkin berbeda untuk mengisi ulang baterai sosial mereka. Kalau saya biasanya cukup dengan istirahat, menjauh dari keramaian, dan berdiam diri sejenak sebelum kembali berinteraksi dengan orang lain. Cara lain yang bisa dicoba adalah dengan melakukan me time, menikmati hobi, atau membatasi jadwal sosial kalau memang diperlukan. Selain itu, jika memang kita merasa sedang perlu memulihkan energi, kita bisa menetapkan batasan interaksi dengan menolak ajakan nongkrong secara baik-baik.
Menariknya, seperti yang sempat saya sebutkan di awal, setiap orang punya kapasitas baterai sosial yang berbeda. Ada orang yang bisa menikmati keramaian selama seharian tanpa merasa lelah, dan sebaliknya ada pula orang yang baru beberapa jam bersosialisasi, sudah membutuhkan waktu untuk menyendiri. Karena itu, saya rasa kurang tepat jika kita buru-buru menilai seseorang sombong atau antisosial hanya karena memilih pulang lebih awal atau sesekali menolak ajakan nongkrong bareng.
Terakhir nih, jadi suatu saat kalau ada teman kita yang tiba-tiba jadi lebih pendiam setelah beberapa saat nongkrong, mungkin saja bukan karena dia tidak menikmati kebersamaan. Bisa saja, itu terjadi karena baterai sosial yang ia miliki sudah menipis dan dia hanya butuh waktu untuk mengisinya lagi.
Baca Juga
-
Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang
-
Bikin Senyum-Senyum Sendiri tapi Berujung Luka, Ini 5 Drakor Romantis yang Susah Banget Dilupain!
-
Review The Childe: Film Aksi Menegangkan dengan Akhir yang Tak Terduga
-
Ulasan Film Hear Me: Our Summer: Saat Cinta dan Ketulusan Tak Hanya Butuh Suara
-
Foto Baru, Pakaian Baru: Haruskah Kita Selalu Tampil dengan Outfit Berbeda di Setiap Unggahan?
Artikel Terkait
-
Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern
-
4 Rekomendasi Smartwatch Desain Stylish, Cocok buat Olahraga atau Nongkrong
-
Spot Nongkrong Paling Estetik di Jambi, Serasa Berada di Film Hong Kong Era 80-an!
-
Wajah Baru Cibubur: Menilik Konsep 'Lifestyle Landmark' yang Bakal Jadi Tempat Nongkrong Baru
-
In This Economy, Apakah Nongkrong di Kafe Estetik Masih Worth It?
Kolom
-
Tanpa Upah, Haruskah Kita Biarkan Relawan Berjuang dengan Uang Sendiri?
-
Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?
-
Gen Z Bikin Bahasa Baru, namun Apa Kesalahan Menulis Harus Ikut Dimaklumi?
-
Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
Terkini
-
Connor Storrie Negosiasi Peran Antagonis di Film Ghost Rider MCU
-
Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
4 Moisturizer Berbahan Honey Extract Berikan Efek Hidrasi agar Wajah Lembap
-
Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026