Di tengah pandemi Covid-19 yang semakin melonjak, dan di saat semua orang tak mampu lagi dalam menangani kasus ini, tenaga medis turun menjadi garda terdepan dalam mengatasi dan menyelesaikan kasus yang tak kunjung usai ini. Perjuangan mereka tak pernah berhenti walau sedikit pun demi menyembuhkan para pasien yang terpapar Covid-19 ini. Susah, senang, suka dan duka mereka alami bersama-sama selama berada di antara peralatan medis yang selalu mereka bawa kemana-mana. Perjuangan mereka memiliki kisah yang sangat luar biasa dalam melawan covid-19 ini. Suka duka yang terjadi selama berada di rumah sakit membuat mereka selalu tabah dan tangguh dalam menghadapi pasien-pasien yang terbaring lemah.
Keluh kesah yang terus melanda setiap saat di pikiran mereka. Di saat orang-orang beristirahat dan tidak memiliki kegiatan di luar rumah, tenaga medis selalu terjun aktif di rumah sakit mengatasi covid-19 yang tak kunjung sembuh. Ingin rasanya mereka berhenti dan pulang mengobati rasa rindu mereka pada kampung halaman , tetapi keadaanlah yang memaksa mereka untuk selalu tabah serta harus memiliki tenaga ekstra dalam mengobati para pasien.
Hidup dan mati mereka pertaruhkan untuk melawan virus-virus berbahaya ini. Mereka berjuang keras untuk selalu fit dan tetap menjaga imunitas tubuh mereka agar tidak mudah tertular penyakit ini. Tetapi terkadang mereka merasakan letih dan stress dalam menghadapi itu semua. Sehingga banyak dari tenaga medis kehilangan nyawa akibat kelelahan dalam melawan virus covid-19.
Disamping itu, mereka butuh penyemangat dalam memperjuangkan hidup mereka dan para pasien-pasien mereka. Mereka tersenyum walau dalam hati mereka menangis, tak kuat untuk menghadapi keadaan yang terjadi ini. Mereka bahagia walau terkadang mereka menangis karena kehilangan pasien yang dirawatnya.
Di saat seperti inilah mereka butuh penyemangat dan motivasi dari semua orang untuk menambah kesemangatan dan kekuatan mereka. Karna jasa-jasa yang telah mereka torehkan merupakan simbol akan kepeduliaan mereka terhadap bangsa dan negara mereka sendiri yaitu Indonesia.
Semangatlah para pahlawanku masa kini, berjuanglah hingga titik darah penghabisanmu. Engkau lah satu-satunya penolong kami. Engkau lah satu-satunya harapan kami. Hidup dan mati kami ada di tanganmu. Semoga Allah membalas semua jasa-jasa mu di akhirat kelak, wahai pejuang bangsa.
Baca Juga
Kolom
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Harga Emas Naik, Alarm Krisis Ekonomi di Depan Mata
-
Ki Hadjar Dewantara Menangis, Pendidikan yang Dulu Dibela, Kini Dijual
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
Terkini
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Sate Padang Bundo Kanduang, Rasa Asli Minangkabau yang Menggoda Selera
-
Ulasan Buku Setengah Jalan, Koleksi Esai Komedi untuk Para Calon Komika
-
Liga Film Lebaran Geger! 'Pabrik Gula' Tak Terbendung, Norma Terpeleset?