Tentu, kita sering mendengar kalimat gong xi fa cai terucap saat perayaan Imlek atau Tahun Baru China. Kerap kali, kita memahami bahwa kalimat tersebut berarti "selamat tahun baru". Namun, sesungguhnya bukan itu artinya. Kalimat selamat tahun baru dalam bahasa Mandarin adalah xin nian kuai le, sedangkan gong xi fa cai dapat diartikan secara luas menjadi "semoga kelimpahan kesejahteraan menyertaimu!"
Sebuah doa kesejahteraan bagi diri sendiri dan orang lain
Gong xi fa cai adalah sebuah kalimat doa yang mengharapkan kesejahteraan bagi orang lain yang menerima ucapan tersebut sekaligus bagi diri sendiri. Perayaan Imlek menjadi momentum untuk bersyukur terhadap kesejahteraan yang diterima sepanjang tahun, sekaligus sebagai momen bersama untuk mengharapkan kesejahteraan di tahun yang baru. Ucapan gong xi fa cai menjadi sebuah harapan yang kuat, bahwa kita menginginkan tahun baru yang kita masuki membawa kesejahteraan bagi orang lain maupun diri kita sendiri.
Ucapan gong xi fa cai tidak jarang diikuti dengan berbagai tradisi seperti berbagi angpao. Pemberian angpao atau sebuah amplop merah yang berisikan uang merupakan wujud nyata dari harapan kita agar orang lain mendapatkan kesejahteraan, dan dalam konteks ini kesejahteraan dalam wujud materi.
Beberapa unsur perayaan Imlek lainnya juga melambangkan kesejahteraan tersebut, seperti warna merah dan kuning emas yang identik pada ornamen-ornamen Imlek. Beberapa unsur lainnya seperti makanan yang dihidangkan yakni contohnya jeruk Mandarin dan kue keranjang merupakan simbol dari kesejahteraan. Simbolisme tersebut menjadi sebuah penanda akan harapan kesejahteraan yang menjadi unsur terpenting dalam kehidupan.
Terkait falsafah mendalam masyarakat Tionghoa mengenai kesejahteraan
Tujuan utama kehidupan dalam falsafah Tiongkok adalah mencapai kesejahteraan hidup. Kesejahteraan tersebut dapat diperoleh melalui berbagai cara, dan banyak mazhab filsafat yang memiliki pandangan yang berbeda-beda. Beberapa ajaran seperti Konfusianisme dan Taoisme mengajarkan bahwa kesejahteraan diperoleh dari perilaku bijak dan penguatan spiritual, sedangkan ajaran materialisme menekankan pada kesejahteraan materi.
Meskipun banyak pandangan yang berbeda, falsafah masyarakat Tionghoa menekankan kepada kesejahteraan bagi sesama, dan Imlek beserta ucapan gong xi fa cai menjadi sebuah rapalan doa untuk mencapai kesejahteraan tersebut.
Kesejahteraan dalam aspek materi dan spiritual
Kesejahteraan bagi masyarakat Tionghoa setidaknya tercakup dalam dua aspek, yakni materi dan spiritual. Imlek merupakan perwujudan dari keduanya. Pertukaran angpao dan acara berkumpul bersama menikmati kudapan Imlek adalah wujud dari kesejahteraan materi, sedangkan berbagai tradisi Imlek seperti berdoa di kuil atau klenteng merupakan wujud kesejahteraan spiritual. Kalimat gong xi fa cai merupakan doa untuk mewujudkan dua aspek sekaligus, yakni supaya kita dan orang-orang terdekat kita selalu diberikan rezeki yang berlimpah dan hidup bijak.
Kalimat gong xi fa cai merupakan kalimat yang sarat akan filosofi. Sehingga, perayaan Imlek menjadi sebuah momentum untuk mendoakan sesama mendapatkan kesejahteraan yang berlimpah. Gong xi fa cai, xin nian kuai le!
Referensi
- Mary Fong. 2000. ‘Luck Talk’ in celebrating the Chinese New Year
- Jiangqun Liao & Lei Wang. 2017. The Structure of the Chinese Material Value Scale: An Eastern Cultural View
Baca Juga
-
Tips Ngabuburit dari Buya Yahya: Menunggu Berbuka tanpa Kehilangan Pahala Puasa
-
Mengenal Orang Tua Alyssa Daguise: Calon Besan Ahmad Dhani Ternyata Bukan Sosok Sembarangan
-
Profil Hestia Faruk: Tante Thariq yang Dahulu Sempat Dikenalkan ke Fuji
-
Menentukan Monster Sesungguhnya dalam Serial Kingdom: Manusia atau Zombie?
-
5 Langkah Awal Memulai Karier sebagai Desainer Grafis, Mulailah dari Freelance!
Artikel Terkait
-
Identik dengan Momen Lebaran, Ini Filosofi dan Tradisi Ketupat di Indonesia
-
Riwayat Sangkan Paraning Dumadi, Konsep yang Melatarbelakangi Terwujudnya Sumbu Filosofi
-
Blak-blakan, Patrick Kluivert Merasa Punya Chemistry dengan Jordi Cruyff
-
Merenungi Hidup Lewat Kata-Kata Kahlil Gibran dalam Buku 'Sang Nabi'
-
Sejarah Cap Go Meh, Tradisi 2000 Tahun dari Ritual Kuno Hingga Festival Lampion
Kolom
-
Idul Fitri dan Renyahnya Peyek Kacang dalam Tradisi Silaturahmi
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Harga Emas Naik, Alarm Krisis Ekonomi di Depan Mata
-
Ki Hadjar Dewantara Menangis, Pendidikan yang Dulu Dibela, Kini Dijual
Terkini
-
Ulang Tahun ke-60, Ini 7 Film Terbaik yang Diperankan Robert Downey Jr.
-
Piala Asia U-17: Saat Strategi ala STY Kembali Permalukan Raksasa Sepak Bola Asia
-
4 Mix and Match Outfit ala J StayC, Simpel tapi Tetap Modis!
-
Pisah Lagi dari Fadia, Apriyani Rahayu Bakal Duet Bareng Rekan Baru
-
4 Skincare Berbahan Beta Glucan, Lembapkan Kulit Lebih dari Hyaluronic Acid