Klub yang berlaga di BRI Liga 1 Indonesia mayoritas masih lebih memilih untuk melakukan investasi jangka pendek pada klubnya masing-masing dari pada jangka panjang. Dalam beberapa tahun ke belakang tim-tim besar seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Arema Fc, Bali United hingga Persebaya Surabaya lebih memilih investasi jangka pendek. Namun pada beberapa tahun terakhir mulai sadar akan pentingnya investasi jangka panjang bagi kelangsungan klub pada masa yang akan datang.
Jadi dalam sepakbola bagi klub sendiri investasi dapat dibagi menjadi dua investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek. Investasi jangka panjang adalah salah satu contohnya klub membangun tempat atau komplek Training Center dan beberapa fasilitas lainnya.
Bukan hanya fasilitas, klub bisa membangun akademi sepakbola pada kelompok umur yang nantinya akan menghasilkan pemain-pemain muda berbakat. Untuk sekolah akademi sendiri Persib Bandung sudah memulai terlebih dahulu dan cukup terkenal dengan melahirkan nama-nama besar seperti Hanif Sjahbandi, Andritany, Febri Haryadi, kakak beradik Gian Zola dan Beckham Putra, Henhen Herdiana, hingga Ronaldo Kwateh.
Sedangkan untuk fasilitas dan TC klub klub seperti Bali United, Arema FC, dan Persija sudah dalam tahap pembangunan dan bahkan ada beberapa yang sudah siap untuk digunakan. Bukan hanya klub-klub besar Liga 1, klub-klub Liga 2 seperti Dewa United dan Rans Cilegon yang tahun depan dipastikan akan berlaga di kasta tertinggi sepakbola Indonesia juga sudah merencanakan pembangunan beberapa fasilitas yang sekarang dalam tahap pembangunan.
Untuk investasi jangka pendek sendiri bagi klub adalah dengan mendatangkan pemain-pemain berkualitas yang mampu mendongkrak performa tim. Klub-klub besar seperti Arema, Persib, dan Persija setiap tahunnya selalu mendatangkan beberapa pemain berkualitas dengan harga yang cukup tinggi dengan harapan dapat menjadi juara pada setiap Liga yang dijalaninya.
Namun tentunya untuk mencapai target juara tidak semudah hanya mendatangkan pemain-pemain berkualitas. Perlu dukungan berbagai fasilitas yang baik untuk mengembangkan dan mengasah skill dan kualitas bermain dari setiap pemain.
Terkait klub Indonesia lebih memilih investasi jangka panjang dengan membangun Training Center atau investasi jangka pendek dengan mendatangkan pemain-pemain bintang dengan harapan mampu menjadi juara, itu semua adalah hak dari klub itu sendiri. Klub lah yang lebih mengerti mana yang menjadi prioritas dan kebaikan untuk klub.
Baca Juga
-
Preview Laga Uji Coba PSS Sleman vs Persib Bandung
-
Ngabuburit di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan Yogyakarta, Asyik Banget!
-
Mengenal Robi Darwis, Aktor di Balik Kemenangan Persib Atas Dewa United
-
Rekor Fantastis Luis Milla, 14 Pertandingan Tak Terkalahkan Bersama Persib
-
Secara Mengejutkan, Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri Resmi Melanjutkan Karir di Liga Indonesia
Artikel Terkait
-
Persija Jakarta Incar Posisi Empat Besar, Madura United akan Jadi Korban?
-
Pemain Timnas Indonesia Mulai Keluhkan Taktik Patrick Kluivert, Ada Apa?
-
Piala Asia U-17: Media Vietnam Kritik Postur Tubuh Skuad Timnas Indonesia
-
Tampil Gacor di Timnas Indonesia, Ole Romeny Sebut Ada Andil dari Patrick Kluivert
-
Resmi! PSSI Umumkan Skuad Timnas Indonesia Untuk Piala Asia U-17 2025
Kolom
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Harga Emas Naik, Alarm Krisis Ekonomi di Depan Mata
-
Ki Hadjar Dewantara Menangis, Pendidikan yang Dulu Dibela, Kini Dijual
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Sate Padang Bundo Kanduang, Rasa Asli Minangkabau yang Menggoda Selera
-
Ulasan Buku Setengah Jalan, Koleksi Esai Komedi untuk Para Calon Komika