Ramadan adalah bulan yang dinanti-nanti oleh semua umat muslim. Termasuk saya pribadi. Mengapa? Karena di kampung saya, ramadan bulan--yang meringankan. Artinya, yang biasanya orang-orang seharian berkerja, bertani dan sebagainya, bila masuk bulan suci dan penuh berkah ini, mayoritas orang-orang akan mengurangi pekerjaannya. Tentu, hal ini karena takut haus dan lain-lain bila bekerja secara non stop. Kecuali orang yang memang punya pekerjaan tetap dan tidak libur.
Orang kampung yang pekerjaannya setiap hari bercocok taman seperti keluarga saya, yang biasa full seharian di ladang (hanya istirahat makan, mandi dan salat), bila bulan ramadan, itu kebanyakan hanya kerja di pagi hari. Terkadang pagi dan sore. Tapi jarang, sih kalau sore.
Apalagi seperti aktivitas belajar mengajar, baik di sekolah atau pun di kampus. Rata-rata libur dan aktif kembali setelah idul adha. Ada juga, sebagian sekolah (madrasah) masuk di sore hari. Kecuali"pondok ramadan" yang biasanya memang masuk di sore hari selama ramadan.
Saya merasa beruntung sekali di tahun ini. Karena ramadan kali ini akan ditemani-- Yoursay milik Suara.com. Artinya, kampus saya libur. Jelas di hari-hari yang penuh berkah ini, saya harus menulis di Yoursay. Ramadan adalah salah satu bulan yang sangat baik di antara bulan-bulan yang lain. Maka, rasanya kurang menggayengkan bila di hari yang setahun di nanti-nanti ini, bulan yang mulia, tak menulis di yoursay seakan ramadan kurang berarti.
Artinya, di bulan yang mulia ini, saya pribadi, atau kita secara umumnya, kudu (bilau mau) menulis yang tentu saja bermanfaat bagi orang lain. Setidaknya, artikelnya adalah memberi wawasan baru, menebar manfaat, mininal menghibur, di bulan yang penuh berkah.
Kita akan menebar kebaikan, manfaat yang berarti meski secuil lewat Yoursay Suara.com yang #TanpaHentiBeriArti. Dengan kata lain, di bulan ramadan tahun ini, di bulan yang sangat berarti, kita akan menebar kebaikan pula yang berarti jua kepada orang lain. Mantap bukan?
Tahun lalu saya belum tahu kalau Suara.com punya platform yang heroik, Yoursay.id. Jadinya, hanya main game saja. Tapi bukan lantas saya nggak berpuasa, lho. Enggak. Nah, tahun ini, main game harus dikurangi, lebih baik menulis di Yoursay.id, di hari yang mulia dan penuh limpahan rahmat dari-Nya.
Berpuasa saja, kita sudah dapat pahala. Apalagi menulis di hari yang mulia, menebar kebaikan, menghibur orang banyak, dan sebagainya. Secara tidak langsung kita dapat bonus kebaikan. Daripada siang hari kita liat makanan terus di TikTok (hahaha) lihat jam "kapan adzan maghrib", mending nulis saja. Sekian, mazzeh.
Itulah mengapa, saya menatap ramadan tahun ini jauh lebih semangat ketimbang ramadan di tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga
-
Final Piala Super Spanyol: Mengurai Benang Kusut Permasalahan Barcelona
-
Chat Dosen Pembimbing Harus Sopan biar Tugas Skripsi Lancar Itu Nggak Cukup
-
5 Tradisi yang Dulu Sering Dilakukan, tapi Kini Sudah Jarang, Apakah di Kampungmu Juga?
-
Wisata Goa Soekarno Sumenep: Dulu Berkawan Keramaian, Kini Berteman Kesepian
-
3 Cara agar Video TikTok Ditonton Banyak Orang meski Sedikit Pengikutnya, FYP Bos!
Artikel Terkait
Kolom
-
Ilusi Gaji UMR: Terlihat Besar di Atas Kertas, Hilang Begitu Saja Sebelum Akhir Bulan
-
Cerita Perantau di Batam: Gagal Makan Ayam Penyet, Ujung-ujungnya Mi Ayam Jadi Penyelamat
-
Bertahan dengan Gaji UMR: Seni Agar Tidak Jatuh Miskin, Tapi Juga Tidak Pernah Kaya
-
Upah Beda, Perjuangan Sama: Siasat Bertahan dengan Gaji UMK
-
Birokrasi Komunikasi Lewat Satu Huruf: Kenapa Chat "P" Itu Egois Banget?
Terkini
-
Mencintai yang Berbeda: Mengapa Novel 'Kisah Seekor Camar dan Kucing' Wajib Anda Baca
-
Liturgi dari Rahim Silikon
-
Pemanasan Sebelum Coachella! Pinky Up ala Katseye Bikin Hook-nya Nempel Terus di Kepala
-
Review Bloodhounds Season 2: Bromance Brutal Is Back, Udah Siap Liat Rain Jadi Villain?
-
Besok Sisa Sengsara? Udah, Rayakan Hari Ini Aja Bareng Lagu "Kita ke Sana" dari Hindia