Setidaknya, sebagaimana saya juga, motif menulis di Yoursay Suara.com sebab tiga hal, yaitu maksud berbagi, menyalurkan bakat, dan ingin mendapat reward atau keuntungan.
Apa yang kita baca dan sesuatu yang kita ketahui, sepatutnya dibagikan lagi kepada orang lain. Agar mereka yang belum mendapat pengetahuan atau belum tersorot cahaya keilmuan, menjadi tercerahkan dan terarah. Serta ilmu kita pun yang didapat dari membaca dan belajar, menjadi ilmu yang bermanfaat sebab berbagi dan terus ditularkan.
Beberapa keterangan menyebutkan bahwa barang siapa yang menyimpan ilmu, maka ia kelak akan dibelenggu dengan ikatan api neraka. Dari situ, janganlah pelit soal ilmu. Ketika sudah tahu ilmu ini dan kau sukses dalam pencapaiannya, segeralah berbagi dengan orang lain dan bawa mereka menuju kesuksesan bersama.
Selain itu, motif menulis di Yoursay.suara.com lainnya adalah penyaluran bakat. Bakat atau keterampilan yang tidak diasah, maka lambat laun akan terkikis, tergerus lalu lenyap. Maka dari itu, sebagaimana pisau agar semakin tajam, bakat juga perlu diasah agar dalam menulis semakin lancar dan kian kreatif.
Sementara bakat atau skill yang tidak disalurkan, maka akan menjadi bisul. Begitu kata guru saya dalam gurauannya dulu. Namun memang benar, laksana hasrat yang dipendam, bakat yang disembunyikan akan menyembul ke permukaan dengan berwujud lain. Seperti punya bakat menulis, ia ingin menumpahkan segenap kegundahan hatinya dalam bentuk tulisan, tetapi tidak dituangkan, maka akan muncul semacam gundukan emosi atau reaksi negatif lainnya sebagai pelampiasan.
Motif terakhir adalah untuk meraup reward atau keuntungan. Tak bisa dipungkiri, demi mendapat keuntungan merupakan tujuan pokok menulis di Yoursay. Meski seharusnya tujuan ini tidak dinomorsatukan, sebab jika keuntungan kemudian tidak didapat, kita justru berlumur kecewa dan ke barat ke timur doyan mengisap jempol.
Tujuan untuk meraih keuntungan ini harusnya dikesampingkan, sekalipun sejatinya menjadi kebutuhan primer kita. Wong namanya makhluk hidup, ya pasti butuh uang untuk keberlangsungan hidup. Sebab, hidup butuh makan, dan makan butuh uang. Untuk mendapat uang harus bekerja, salah satunya dengan menulis di Yoursay.suara.com.
Dengan tekun menulis dan rajin submit tulisan di Yoursay.suara.com, kita akan meraup banyak keuntungan. Bayangkan, mengirim satu artikel, kita akan mendapat dua puluh lima poin. Dua puluh lima poin itu senilai lima ribu rupiah. Poin yang bisa ditukarkan harus senilai minimal dua ratus lima puluh atau lima puluh ribu rupiah. Jadi, setelah mengirim sepuluh artikel, kita mengantongi lima puluh ribu rupiah. Ini dalam sekejap, lho!
Makanya, segeralah menulis di Yoursay, agar kamu bisa bangkit sembari melambaikan tangan dan berucap, "Selamat datang kaya, selamat tinggal miskin."
Baca Juga
-
Temukan Potensi Diri dan Kekuatan Pikiran dalam Buku Mind Power Skills
-
Ulasan Buku Memaknai Jihad, Mengenal Pemikiran Prof. Dr. KH. Quraish Shihab
-
Cinta Datang dari Ranum Buah Mangga dalam Buku Kata-Kata Senyap
-
Proses Perubahan Ulat Menjadi Kupu-Kupu dalam Buku Metamorfosis Sempurna
-
Kritik Tajam tapi Santai dalam Buku Kumpulan Cerpen Jreng Karya Putu Wijaya
Artikel Terkait
-
Belajar dari Tabiat Tom Lembong di Sidang, Intip Manfaat Menulis Menurut Ahli
-
Sinopsis Kataomoi Sekai, Film Jepang Terbaru Suzu Hirose dan Kaya Kiyohara
-
Hari Perempuan Internasional Jadi Momen Untuk Saling Dukung, Begini Caranya
-
Yoursay Talk: Tiga Cara Lawan Stereotip Negatif Terhadap Perempuan, Harus Saling Dukung
-
Swiss Lirik Turis Kaya di Asean, Indonesia Masuk Daftar?
Kolom
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Harga Emas Naik, Alarm Krisis Ekonomi di Depan Mata
-
Ki Hadjar Dewantara Menangis, Pendidikan yang Dulu Dibela, Kini Dijual
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Sate Padang Bundo Kanduang, Rasa Asli Minangkabau yang Menggoda Selera
-
Ulasan Buku Setengah Jalan, Koleksi Esai Komedi untuk Para Calon Komika