Siapa sih anak muda yang tidak kenal atau tidak menggunakan media sosial saat ini? Entah itu sebagai konten kreator atau sekadar menjadi konsumen media sosial saja. Tanpa kita sadari dari banyaknya informasi yang kita terima dari media sosial setiap saatnya, tak jarang itu membuat diri kita membandingkan dengan orang-orang di media sosial yang jauh di luar sana.
Melihat kehidupan mereka yang jauh lebih baik, pencapaian-pencapaian sukses yang membanggangkan, hubungan dalam kehidupan yang menjadi goals orang banyak. Rasanya seperti kita saja yang paling menderita, hidup biasa-biasa saja, melebur dengan berbagai kegalalan.
Tentu selain media sosial memiliki fungsi sebagai hiburan, edukasi, serta informasi, media sosial pun memiliki efek terhadap kualitas kehidupan kita, jika tidak pandai mengaturnya.
Pernahkah kalian membandingkan diri kalian dengan orang-orang yang ada di media sosial dan merasa hidup mereka lebih nyaman dan bahagia dibandingkan kalian? Tentunya setiap orang itu memiliki jalan dan pencapaiannya masing-masing yang tak dapat disamaratakan karena kita memiliki garis awal dan akhir yang berbeda-beda.
Hadirnya media sosial yang memperlihatkan sebagian keseharian orang yang kita follow atau ikuti, membuat diri kita terkadang tak menikmati, bahkan mensyukuri apa yang kita miliki saat ini karena tertutup dengan apa-apa yang mereka tampakkan di media sosial.
Pasalnya, seseorang di media sosial itu bisa jadi apa saja dan siapa saja, tak sepenuhnya diri mereka seratus persen. Selain itu, mungkin saja ada perjuangan atau usaha yang mereka tidak perlihatkan di media sosial hanya hasil akhirnya saja.
Bahagia memiliki arti dan pemaknaan yang berbeda-beda pada setiap individu serta cara untuk mendapatkannya. Mungkin salah satu cara untuk mendapatkannya ialah dengan melakukan puasa media sosial. Karena dengan melakukan hal tersebut kita jadi terhindar sikap untuk membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain.
Apalagi jika kita mengawali pagi kita setelah bangun tidur dengan langsung membuka media sosial dan melihat kehidupan orang lain di media sosial tersebut, maka kita lebih fokus terhadap pencapaian-pencapaian orang lain.
Kita menjadi kurang perhatian pada diri kita sendiri. Dengan puasa media sosial tersebut setidaknya dapat membantu kita untuk lebih fokus pada hal-hal yang ada pada diri kita serta lebih mengenal dan mencintai diri sendiri.
Artikel Terkait
-
Mau Buka Bisnis Rumahan, Ini Pilihan Pinjaman Modal Usaha Untuk Ibu Rumah Tangga
-
Penyaluran KUR Pekerja Migran Pindah ke BP2MI: Ini Kata Menteri UMKM
-
Lebih Bahagia dengan Cara Sederhana: Mulai dari Micro-Moments of Happiness
-
Apa Saja Penyebab KUR BRI Ditolak, Simak Tipsnya Agar Modal Usaha Cair!
-
Lebaran dan Media Sosial, Medium Silaturahmi di Era Digital
Kolom
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
Menelisik Kiprah Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan dan Politik Indonesia
-
Penurunan Harga BBM: Strategi Pertamina atau Sekadar Pengalihan Isu?
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor
-
Ketimpangan Ekonomi dan Pembangunan dalam Fenomena Urbanisasi Pasca-Lebaran
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop