Saya adalah tipe manusia yang tidak muluk-muluk untuk hanya sekedar mengapresiasi diri. Bagi saya, mandi merupakan bentuk apresiasi diri paling hakiki, jarang disadari, dan bisa dilakukan setiap hari.
Sederhanya, mandi merupakan sebuah aktivitas yang normalnya dilakukan setiap hari oleh seseorang. Biasanya, mandi dimulai dengan membasuh seluruh tubuh dengan air bersih yang dimulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Setelah seluruh tubuh terbasuh dengan air, seseorang biasanya meratakan sabun ke seluruh bagian tubuh. Sabun berfungsi menambah kebersihan tubuh seseorang yang melakukan ritual mandi. Setelah seluruh tubuh terbasuh dengan sabun, tahapan selanjutnya adalah kembali membasuh tubuh dengan air. Kita juga bisa menambah basuhan sampo untuk kebersihan rambut. Selain itu, kita juga bisa menggosok gigi.
Bahkan bagi saya, mandi juga bisa memperbaiki kondisi suasana hati ketika sedang buruk, karena dengan mandi, saya merasa lebih segar dan lebih hidup. Sensasi yang ditimbulkan tentu sangat berbeda, kondisi pra dan pasca mandi.
Coba bayangkan saja, ketika kita tidak mengapresiasi diri dengan ritual mandi. Padahal, diri kita ini yang setiap hari melakukan pekerjaan dengan rutinitas serba cepat, serta kehidupan yang dikejar harapan, dengan begitu terasa tidak adil apabila mengabaikan diri dengan tidak merawat kebersihan tubuh sendiri.
Syahdan, menguraikan pengalaman saya. Sebelum saya rutin melakukan aktivitas mandi di pagi hari, saya ketika bangun tidur sangat merasa malas dan lesu. Melawan rasa malas setelah bangun tidur merupakan hal yang sangat berat. Namun, saya bisa membunuh rasa malas di pagi hari dengan aktivitas mandi. Biasanya saya, mengawali melakukan rutinitas mandi saat waktu subuh telah tiba.
Perbedaan sangat berarti saya rasakan, ketika mandi saya merasa lebih positif dan lebih bersemangat dalam mengawali hari-hari dalam hidup.
Bagi saya, merawat diri adalah bentuk apresiasi paling tinggi. Kalau bukan kita sendir,i siapa lagi yang akan mencintai diri sendiri ini?
Orang yang tidak merawat diri, apakah bisa disebut menghargai diri sendiri?
Semakin sederhana cara kita menghargai diri sendiri, semakin besar peluang kebahagiaan datang.
Tag
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Hari Bebas: Self Reward untuk Hari-hari Peluh Meraih Mimpi
-
Ditinggal Merokok Oleh Sang Ayah di Luar Rumah, Bayi 9 Bulan Meninggal Dunia Mengapung di Bak Mandi
-
Nonton Ulang Film Favorit untuk Self Reward yang Low Budget
-
Self-acceptance: Langkah Pertama dalam Mencintai Diri Sendiri
-
Hadiah untuk Diri Sendiri, Self Reward yang Memberdayakan Kebiasaan Baik
Kolom
-
Sains di Balik Jatuh Cinta: Kenapa Otak Kita Mendadak Jadi "Gila"?
-
Alternatif Bubble Wrap, Bisakah Honeycomb Paper Wrap Menyelamatkan Masa Depan Belanja Online?
-
Meromantisasi Sabar Tanpa Batas Adalah Cara Halus Membuat Ibu Depresi
-
Retail Therapy dan Sampah yang Tak Terlihat di Balik Kebiasaan Checkout
-
TikTok Made Me Buy It: Saat Budaya Konsumtif dan FOMO Berkolaborasi
Terkini
-
Gara-gara Bastian Steel, Kita Sadar Gombalan Bocah 2010-an Itu Sangat Genius
-
Habis 5 Jam di Cafe Catarina: Tempat Reuni yang Bikin Lupa Waktu Sekaligus Ramah Kantong!
-
Bahagia Tak Perlu Menunggu: Pelajaran dari Seni Membahagiakan Diri Sendiri
-
Review Leadership Mastery: Apakah Buku Ini Layak Jadi Kitab Wajib Para Pemimpin Masa Kini?
-
Merangkai Harapan dari Manik-Manik: Cerita Hangat dari Anak-Anak Legok Jambi