Pada tanggal 28 Februari dunia memperingati World Spay Day atau Hari Sterilisasi Sedunia. Melansir dari situs National Today, peringatan tersebut bertujuan sebagai salah satu media kampanye dalam program sterilisasi atau neutralisasi kepada hewan, khususnya hewan peliharaan atau binatang jalanan seperti kucing dan anjing. Kampanye yang cukup populer di Amerika Serikat ini berkembang seiring bertumbuhnya komunitas peduli hewan-hewan jalanan yang terlantar di Amerika Serikat.
Banyak kalangan yang juga mendukung gerakan ini guna mengontrol populasi hewan jalanan yang sejak dekade 1970-an kian tahun kian bertambah. Beberapa kalangan juga berpendapat mengenai manfaat dari proses sterilisasi atau kastarsi terhadap hewan-hewan jalanan yang terlantar tersebut.
BACA JUGA: Potret Wanita Masa Kini: Petarung Bebas di Tengah Riak Paradigma Tradisi
Bahkan, kampanye sejenis juga digalakkan untuk hewan-hewan peliharaan di Amerika Serikat. Namun, tentunya kampanye ini memiliki pro dan kontra yang berkembang di masyarakat hingga hari ini.
Program Neutralisasi atau Sterilisasi Dianggap Merampas Hak Binatang
Sebagian kalangan masih berpendapat bahwa program sterilisasi terhadap kucing ataupun anjing yang terdapat di jalanan merupakan hal yang kurang dibenarkan dan terkesan merampas hak-hak dari hewan tersebut. Bahkan, hal ini seringkali mendapatkan penolakan yang cukup keras dari beberapa pihak yang menganggap proses kastarsi atau sterilisasi tersebut sangat kejam.
Belum lagi umumnya proses sterilisasi tersebut umumnya dilakukan dengan pemotongan alat reproduksi baik kucing maupun anjing yang tentunya dianggap menghilangkan hak-hak hewan tersebut untuk berkembang biak selayaknya makhluk hidup pada umumnya. Faktor lain yang menjadi pertimbangan dari segelintir orang untuk melakukan sterilisasi terhadap hewan peliharaannya atau hewan-hewan di jalanan adalah kendala biaya.
Akan tetapi, hal tersebut tentunya masih bisa diakali dengan bekerja sama dengan komunitas-komunitas pecinta hewan jalanan. Selain itu, kini banyak klinik atau dokter hewan yang mematok harga tidak terlalu tinggi untuk proses sterilisasi.
Sterilisasi Memiliki Beragam Manfaat
Proses sterilisasi pada hewan seperti kucing atau anjing sejatinya memiliki beragam manfaat meskipun terlihat cukup kejam bagi sebagian orang. Selain dapat mengurangi overpopulasi sehingga tidak menyebabkan terganggunya ekosistem sekitar, proses sterilisasi tersebut juga berguna bagi hewan itu sendiri.
Umumnya kucing ataupun anjing yang belum dilakukan steriliasi akan berperilaku cukup agresif, khususnya bila sedang birahi atau ingin kawin. Pada mumnya perilaku agresif tersebut diakibatkan dari rasa stress mereka karena sedang birahi. Dengan melakukan proses sterilisasi, kucing ataupun anjing dapat mengurangi rasa stress karena kadar hormon mereka lebih terkontrol.
BACA JUGA: Ucapan Aldila Jelita Ngaku Dinyonyakan Indra Bekti, Sekarang Gugat Cerai Dikuliti Netizen: Kurang Ajar
Salah satu yang dikampanyekan dari proses sterilisasi tersebut tentunya merupakan kontrol populasi hewan yang terdapat di jalanan. Hingga hari ini tercatat ribuan kucing ataupun anjing yang hidup di jalanan dan tidak memiliki ‘tuan’ ataupun pemilik.
Kekhawatiran adanya ledakan populasi yang tidak terkontrol dari para hewan-hewan jalanan tersebut tentunya dikhawatirkan dapat mengganggu ekosistem sekitar ataupun dikhawatirkan pula sebagai sarana berkembangnya penyakit yang dibawa oleh hewan-hewan jalanan tersebut.
Baca Juga
-
PSSI Sebut Tak Proses Naturalisasi Baru, Bagaimana Peluang di FIFA Series?
-
Mauro Zijlstra Gabung Persija, Media Lokal Pertanyakan Fungsi Naturalisasi!
-
Heboh! Pemain Diaspora ke Liga Indonesia Demi AFF Cup? PSSI Buka Suara
-
Pilih Gabung ke Liga Indonesia, Cyrus Margono Bisa Segera Debut di Timnas?
-
Usai Cetak Sejarah, Hector Souto Kritik Standar Lapangan Futsal Indonesia
Artikel Terkait
-
Penting! Bekali Anak Anda dengan Pemahaman Animal Welfare Agar Tidak Jadi Psikopat
-
Anabul Friendly! Ini 4 Tanaman Hias yang Aman untuk Hewan Peliharaan
-
Jangan Salah Pilih! Domba Garut vs Domba Priangan: Mana yang Lebih Cocok dijadikan Hewan Kurban?
-
Lucky Hakim Mencak-mencak Mundur Jadi Wabup Disebut Cari Sensasi: Saya Mempunyai Waktu Untuk Pencitraan
-
Banyak yang Gak Suka, Padahal 5 Organ Hewan Ini Enak dan Punya Banyak Manfaat, Apa Saja? Ini Kata dr. Zaidul Akbar
Kolom
-
Apatisme Sebagai Bentuk Protes Baru: Mengapa Diamnya Warga Adalah Alarm Bahaya?
-
Ketika Lembaga Keuangan Ikut-ikutan Baper
-
Festival Musik dan Komodifikasi Ruang Publik: Mengapa Harga Tiket Kian Mahal?
-
Mengapa Kenaikan Upah Tak Selalu Berarti Kesejahteraan?
-
Relawan Pesta Adat: Jerih Lelah yang Tidak Dibayar Demi Martabat Keluarga
Terkini
-
John Herdman Nganggur Setahun di Timnas Usia Muda, Sebuah Keuntungan atau Kerugian?
-
Ulasan Buku Julid Fi Sabilillah: Strategi Warganet Indonesia Membongkar Propaganda Israel
-
Kucing Hitam di Ujung Gang
-
4 Serum Korea Noni Perkuat Skin Barrier pada Kulit Berjerawat dan Sensitif
-
Perempuan, Perlawanan, dan Palestina: Memahami Leila Khaled Lewat Biografi Karya Sarah Irving