Banyak daerah di Indonesia yang terus menumbuhkan perekonomian melalui kafe-kafe yang estetik ditambah view pegunungan atau pantai. Tak terkecuali di Kec. Trawas, Kab. Mojokerto. Di mana daerah ini merupakan kawasan dataran tinggi yang diliputi oleh gugusan bukit dan pegunungan. Sehingga dilirik oleh pelaku usaha untuk membuka kafe kekinian yang berbalut estetika modern.
Salah satu platform media sosial yang menjadi media promosi tempat baru seperti kafe dan lokasi wisata adalah instagram. Platform ini seringkali menuai engagement tinggi dari audience sebab menyuguhkan konten yang menarik sehingga orang-orang penasaran dibuatnya. Maka dari itu, mereka rela meluangkan waktunya untuk mencoba datang di grand opening sebuah kafe.
Menjamurnya kafe-kafe kekinian di Trawas tidak lepas dari antusiasme netizen yang merasa tidak ingin ketinggalan tempat baru. Engagement yang tinggi mampu mempengaruhi sebagian besar orang sehingga mencoba kafe baru adalah sebuah keharusan. Padahal tidak ada jaminan apakah makanannya enak atau pelayanannya ramah.
Ternyata, berbekal video promosi di Instagram saja tidak cukup memenuhi ekspektasi netizen setelah datang dan mencoba langsung di tempat. Apa yang ada di konten dan real-time adalah sebuah perbedaan yang mesti diantisipasi oleh netizen. Pengunjung yang berkespektasi tinggi sudah pasti kecewa karena melihat adanya kekurangan namun tidak ditampakkan di video.
Entah itu sebab kualitas makanan yang kurang enak, tempatnya panas, lokasinya jauh dari jalan utama, pelayan kurang ramah, parkir terbatas, hingga tidak ada akses untuk pengunjung berkebutuhan khusus. Alih-alih mendapat kekecewaan, ada baiknya pengunjung mengikuti tips-tips berikut ini:
1. Cek komentar
Jika kamu menemukan tempat viral melalui konten di Instagram, cobalah cek komentar lebih dahulu. Apakah sudah ada yang pernah ke tempat tersebut? Biasanya netizen yang sudah pernah ke lokasi tersebut, akan meninggalkan komentar baik itu positif maupun negatif.
2. Cek Gmaps
Selain kolom komentar, cek lebih detail lagi di aplikasi Google Maps. Di sana kamu akan mendapatkan setidaknya satu review lengkap dari netizen yang sudah lebih dulu datang.
3. Turunkan ekspektasimu
Sedikit atau banyak, ekspektasimu adalah muara kekecewaanmu. Apa yang diharapkan dari tempat viral yang baru buka? Tentunya ada banyak kekurangan sehingga memerlukan feedback dari pengunjung. Jadi, jangan berekspektasi berlebihan.
Kamu suka hunting kafe viral? Cobain tips-tips di atas yuk, biar kamu gak kegocek lagi!
Baca Juga
-
Letting Go, Buku Self Improvement tentang Kekuatan Pasrah
-
Mengenal Buku Kontras Aku Sayang Ayah dan Ibu, Stimulasi untuk Newborn
-
Temukan Pedoman Zen dalam Buku Haemin Sunim, When Things Don't Go Your Way
-
Membludak! Floating Market Pertama di Surabaya Diserbu Pengunjung
-
Ulasan Buku 'I DO', Siapkan Pernikahan dan Putus Rantai Trauma Keluarga
Artikel Terkait
-
Tak Hanya iPhone, OPPO Find X9 Ultra Bisa Upload Story Instagram Lebih HD!
-
Wajah Baru Cibubur: Menilik Konsep 'Lifestyle Landmark' yang Bakal Jadi Tempat Nongkrong Baru
-
TikToker Ini Minta Maaf Usai Konten Plenger Tuai Kontroversi dan Dinilai Singgung ABK
-
Rockhills: Rekomendasi Kafe dengan View Ketinggian dari Kota Batu
-
Serangan Siber Pentagon, Propaganda Pro-Iran Susup VIP Militer AS Lewat Instagram
Kolom
-
"Uangmu Uangku, Uangku Milikku": Masih Relevankah Prinsip Ini di Era Modern?
-
Bukan Sekadar Salah Kelola: Ada Pola 'Titip Proyek' di Balik MBG?
-
Promo Belanja Tanggal Kembar:Tradisi Baru Kaum Rebahan Buru Diskon Midnight
-
Punya Kemasan Bekas Paket? Ini Cara Sederhana Memulai Gaya Hidup Less Waste
-
Beras Mahal Menjerit, Beli Rokok Sanggup: Ironi Prioritas Keluarga Indonesia
Terkini
-
Horor Gunung Welirang: Kesalahan Fatal Pendakian di Film Dusun Mayit (2025)
-
Wasted Chef Rilis Teaser, Film Anime Baru yang Padukan Kuliner dan Sci-Fi
-
Review Serial Last Samurai Standing: Perjalanan Heroik Shujiro yang Tragis!
-
Ulasan Film Kucing Hitam: Suguhkan Mitos Lokal dan Mimpi Buruk yang Nyata!
-
Review Nobody Loves Kay: Representasi Perjuangan Gamer Menuju Puncak Dunia!