Fenomena presentasi di depan kelas, di mana mahasiswa hanya membaca slide PowerPoint, semakin marak terjadi. Bukannya menyampaikan materi dengan lancar, banyak dari mereka justru tenggelam dalam layar, seolah-olah PowerPoint adalah pemandu hidup yang tak boleh dilepaskan. Alih-alih menguasai materi, mahasiswa malah seperti “robot pembaca,” tanpa ada usaha untuk memahami inti dari yang mereka paparkan. Ini ibarat nonton film yang cuma ada teks subtitle, tapi aktornya nggak berakting. Jadi, ngapain aja selama persiapan presentasi?
Lebih ironis lagi, ketika ada pertanyaan dari teman, langsung deh tangan bergerak lincah ke arah ponsel, mengetikkan kata kunci ke Google. Yang ditanya jawabnya bukan berdasarkan pemahaman, melainkan hasil copy-paste dari Mbah Google. Bahkan ada yang lebih maju lagi, buru-buru buka chatGPT buat cari jawaban instan. Padahal, sebagai mahasiswa yang seharusnya berpikir kritis dan mandiri, masa cuma jadi “kurir jawaban” yang tugasnya mengantarkan informasi dari internet ke kelas? Bukan lagi ‘sharing knowledge’ tapi ‘sharing link’.
Kalau dulu dosen sering mengingatkan, "Jangan cuma jadi mahasiswa kupu-kupu: kuliah pulang-kuliah pulang," sekarang mungkin perlu update jadi "Jangan cuma jadi mahasiswa capung: cari power point, google, dan chatGPT." Fenomena ini bikin nilai-nilai pendidikan yang seharusnya mengasah kemampuan berpikir kritis, malah jadi sekadar rutinitas pencarian informasi. Presentasi yang harusnya bisa jadi ajang latihan public speaking dan penguasaan materi, berubah jadi ajang scrolling dan reading.
Padahal, persiapan presentasi itu bukan sekadar kumpulin informasi sebanyak-banyaknya, tapi juga memahami konsep, menganalisis, dan siap menjawab pertanyaan dengan logika. Kalau ujung-ujungnya cuma ‘copas’ dari sumber lain, apa bedanya sama mesin pencari? Jangan sampai kuliah bertahun-tahun cuma membuat mahasiswa jadi “manusia search engine” yang cuma tahu gimana cara mencari, tapi nggak tahu apa yang sebenarnya dicari.
Fenomena ini mencerminkan generasi yang “always online,” namun ironisnya, justru nggak pernah benar-benar terhubung dengan ilmu pengetahuan itu sendiri. Kita mungkin menguasai banyak aplikasi dan teknologi, tapi lupa menguasai ilmu di balik layar. Dunia digital memang memudahkan kita mencari informasi, tapi bukan berarti memudahkan kita jadi mahasiswa yang bermutu. Kalau begini terus, bisa-bisa suatu hari nanti, yang presentasi di depan kelas bukan lagi mahasiswa, tapi si Mbah Google sendiri.
Jadi, yuk mulai berubah! Nggak ada salahnya belajar mempersiapkan presentasi tanpa terlalu bergantung pada PowerPoint atau mesin pencari. Coba deh pahami materinya, rangkai argumen yang kuat, dan siap jadi mahasiswa yang berbobot, bukan cuma mahasiswa yang berbasis bot.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Mengasah Kesabaran dan Kontrol Diri melalui Ibadah Puasa Ramadan
-
Lagu 'Like JENNIE' sebagai Manifesto Kepercayaan Diri Seorang Superstar
-
Transformasi Ramadan: Mengalahkan Diri Sendiri untuk Hidup yang Lebih Baik
-
Terjebak di Lingkaran Toxic? Simak Review Lirik Lagu "Love Hangover" Jennie
-
The Lazy Song Bruno Mars dan Kesenangan Bermalas-malasan Tanpa Rasa Bersalah
Artikel Terkait
-
Cara Pantau Macet via Google Maps, Tips Mendapatkan Rute Perjalanan Terbaik
-
Sheila Dara Sedih Lihat Tren Foto Ala Ghibli Menggunakan AI, Pertanyakan Soal Hak Cipta
-
Profil Hayao Miyazaki, Pendiri Studio Ghibli Ternyata Benci AI
-
Viral Polisi Suruh Pendemo Tolak UU TNI Cap Jari dan Foto, Publik Murka: Mereka Penjahat?
-
Demo Tolak UU TNI, Mahasiswi Ini Skakmat Annisa Mahesa: Diskusi Baik-baik Mau Didengar?
Kolom
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
Menelisik Kiprah Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan dan Politik Indonesia
-
Penurunan Harga BBM: Strategi Pertamina atau Sekadar Pengalihan Isu?
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor
-
Ketimpangan Ekonomi dan Pembangunan dalam Fenomena Urbanisasi Pasca-Lebaran
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop