Siapa di sini yang baru lulus kuliah atau lagi cari kerja untuk pertama kalinya? Kamu pasti sering mendengar kalau dunia kerja itu keras, ya. Jika selama ini kamu berpikir bahwa bekerja hanya soal skill dan CV yang mantap, siap-siap aja untuk menerima kenyataan yang tak seindah itu.
Kadang, ada tempat yang lebih memperhitungkan good looking daripada CV tebal berisi segudang pengalaman. Dalam dunia kerja yang makin ketat, penampilan tidak jarang jadi hal pertama yang dilihat oleh perusahaan waktu lagi cari kandidat. Meskipun skill tetap penting, tapi tidak jarang perusahaan juga mempertimbangkan penampilan sebagai salah satu faktor penentu.
Nah, inilah salah satu realita pahit dunia kerja yang sering yang membingungkan kita soal syarat kerja di dalam perusahaan. Padahal, penampilan tidak memengaruhi kinerja bukan?
Ketika Penampilan Jadi Tiket Emas
Di dunia kerja, CV yang penuh pengalaman dan keterampilan keren memang penting, tapi faktanya, penampilan juga sering kali punya peran besar. Ini bukan hanya soal terlihat menarik, tetapi bagaimana seseorang membawa diri dengan percaya diri, berpakaian rapi, dan memberi kesan profesional.
Namun, yang jadi masalah adalah ketika penampilan menjadi prioritas utama dibandingkan kompetensi atau pengalaman. Misalnya, ada posisi yang sebenarnya membutuhkan keahlian teknis tinggi, tetapi kandidat dengan penampilan menarik justru lebih dipertimbangkan.
Contoh lainnya juga, saat kamu melamar kerja dan punya nilai akademik cum laude, segudang pengalaman organisasi, dan skill set lengkap. Tapi, kalau lawan kamu punya wajah yang lebih marketable, mereka mungkin punya keunggulan yang bikin HRD atau rekruter lebih tertarik.
Kenyataan ini menunjukkan kalau di beberapa bidang pekerjaan, kesan visual masih jadi salah satu faktor penting, meskipun jarang diakui secara terang-terangan.
Jadi, Harus Pasrah Sama Realita Ini?
Tentu saja tidak! Meski realita dunia kerja kadang terasa nggak adil, kita tak boleh cuma diam dan menerima begitu saja. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membuktikan bahwa kinerja yang baik jauh lebih berharga daripada sekadar tampilan fisik.
Salah satunya adalah dengan meningkatkan skill. Dunia kerja itu dinamis, jadi kita harus selalu belajar hal baru dan meningkatkan kemampuan supaya punya nilai tambah yang bikin perusahaan nggak bisa nolak, meski kamu mungkin nggak masuk kategori good looking.
Kemudian, bangun personal branding yang kuat. Citra diri yang positif, baik di dunia nyata maupun media sosial, bisa menjadi senjata ampuh untuk menunjukkan siapa dirimu sebenarnya.
Selain itu, jangan lupa juga untuk tetap percaya diri. Ingat, kepercayaan diri itu menular. Kalau kamu yakin dengan kemampuanmu, orang lain juga akan lebih percaya sama potensimu.
Memang, fakta bahwa penampilan kadang lebih dilirik daripada CV itu tidak bisa kita tolak. Tapi, jangan biarkan hal itu membuat kamu minder atau berhenti berusaha. Ingat, kerja keras, skill, dan attitude yang baik tetap jadi kunci sukses jangka panjang.
Jadi, bagaimana dengan kamu? Udah siap menghadapi realita dunia kerja yang penuh tantangan ini? Tetap semangat, ya, dan jangan lupa jadi versi terbaik dari dirimu sendiri!
Baca Juga
-
Full Day School: Solusi Pendidikan atau Beban bagi Siswa?
-
Dari Rasa Ingin Tahu hingga Kecanduan: Apa Alasan Orang Memakai Narkoba?
-
Apa yang akan Terjadi dengan Kehidupan Manusia Jika Tidak Ada Ilmu Fisika?
-
Sistem Ranking di Sekolah: Memotivasi Atau Justru Merusak Mental Siswa?
-
Ironi Hadirnya TikTok: Hiburan yang Membawa Dampak Bagi Generasi Muda
Artikel Terkait
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
KPPli: Kepemimpinan Pengelolaan Perubahan dan Langkah Strategis Hadapi Transformasi di Era Digital
-
Jepang Bakal Dikerubungi Jutaan Pengangguran Imbas Lowongan Kerja Makin Sedikit
-
Saatnya Resign setelah Lebaran?
-
Dinilai Jadi Penghambat, Wamenaker Cari Cara Hapus Pembatasan Usia Pelamar Kerja
Kolom
-
Idul Fitri dan Renyahnya Peyek Kacang dalam Tradisi Silaturahmi
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Harga Emas Naik, Alarm Krisis Ekonomi di Depan Mata
-
Ki Hadjar Dewantara Menangis, Pendidikan yang Dulu Dibela, Kini Dijual
Terkini
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda