Pernah nggak sih kamu denger istilah politik uang atau money politics? Ya, mungkin kamu udah sering banget mendengar hal semacam ini, terutama saat mendekati pemilu atau pemilihan kepala daerah.
Sayangnya, meski udah sering terdengar, banyak dari kita yang masih nggak paham sepenuhnya tentang dampak dari praktik melawan hukum yang satu ini.
Politik Uang Menghancurkan Rakyat
Saat ada calon yang menawarkan uang untuk mendapatkan suara, yang mereka pikirkan hanyalah kemenangan. Orang-orang yang seperti ini tidak akan pernah bisa memerhatikan rakyat.
Pemimpin yang terpilih nggak akan bekerja untuk kepentingan rakyat, melainkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok mereka sendiri.
Kita semua tau, kalau politik uang itu bisa merusak pilihan yang seharusnya berdasarkan kualitas. Alih-alih memilih orang yang bisa membawa perubahan positif, kita malah memilih berdasarkan nilai nominal uang yang diberikan.
Suara Rakyat Dihargai Murah
Coba deh, kamu bayangin kalau suara kamu dihargai cuma dengan uang beberapa ribu rupiah. Apa yang kamu rasakan? Mungkin ada yang merasa senang, tapi coba pikir lagi, apakah harga diri kamu, harapan masa depan kamu, dan masa depan negara bisa dihargai begitu murah?
Buat para politisi, membeli suara mungkin dianggap sebagai strategi cepat untuk menang. Tapi bagi kita sebagai rakyat, ini jadi ajang permainan yang sangat merugikan. Bahkan, kita harus rela kehilangan hak demokrasi kita yang seharusnya bernilai tinggi dan menentukan arah negara ini ke depan.
Bahkan, setelah pemilu selesai, siapa yang benar-benar diuntungkan dari hasil politik uang? Pastinya bukan rakyat kecil seperti kita.
Efek Jangka Panjang Politik Uang
Kamu mungkin mikir, “Ah, nggak apa-apa deh, dikasih sedikit uang buat pilih ini itu, toh cuma sekali-sekali.” Begini, kalau rakyat udah kebiasaan terima uang demi suara mereka yang sedang duduk di kursi pencalonan, yang terpilih nggak akan selalu pemimpin yang paling paham dan peduli sama rakyat.
Mereka yang terpilih biasanya cuma mikirin balik modal, bukan buat menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat. Kebijakan yang keluar juga sering kali nggak jelas arahnya dan nggak berpihak pada rakyat banyak. Justru, kebijakan-kebijakan itu sering merugikan kita semua.
Nah, yang lebih parah, kalau politik uang jadi budaya, lama-lama rakyat bakal semakin telantar. Mereka yang dikasih uang buat memilih, bukan berarti bakal dapet hidup yang lebih baik setelah pemilu.
Dana negara yang seharusnya dipakai buat bantu masyarakat malah disalahgunakan buat kepentingan politik, dan akhirnya semua jadi sia-sia.
Udah saatnya kita lebih cerdas dalam memilih. Jangan sampai suara kita dihargai dengan uang receh. Pilih pemimpin yang benar-benar punya visi dan misi untuk kesejahteraan rakyat, bukan yang cuma mementingkan kepentingan pribadi.
Ingat, politik uang bukan sesuatu yang bagus. Justru itu adalah penyakit yang bisa menghancurkan sistem demokrasi kita.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Full Day School: Solusi Pendidikan atau Beban bagi Siswa?
-
Dari Rasa Ingin Tahu hingga Kecanduan: Apa Alasan Orang Memakai Narkoba?
-
Apa yang akan Terjadi dengan Kehidupan Manusia Jika Tidak Ada Ilmu Fisika?
-
Sistem Ranking di Sekolah: Memotivasi Atau Justru Merusak Mental Siswa?
-
Ironi Hadirnya TikTok: Hiburan yang Membawa Dampak Bagi Generasi Muda
Artikel Terkait
-
Minyak Telon Lokal Go Global, UMKM Binaan BRI Sukses Ekspor ke Mancanegara
-
Konsisten Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Konvoi Palang Merah China Ditembaki, Menlu Pastikan Bantuan Indonesia Tetap Sampai ke Myanmar
-
Penyaluran KUR Pekerja Migran Pindah ke BP2MI: Ini Kata Menteri UMKM
-
Maruarar Sirait Ngaku Diperintah Prabowo Bangun Rumah Subsidi Buat Tukang Bakso Hingga Tukang Sayur
Kolom
-
Membedah Perjuangan Politik Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan Bangsa
-
Demokrasi atau Diktator? Brutalisme Aparat di Balik Demonstrasi UU TNI
-
Wisata Jokowi, Rasa Cinta di Antara Suara Kritis Kita
-
Jejak Politika Ki Hajar Dewantara dalam Menyongsong Kemerdekaan Bangsa
-
Idul Fitri dan Renyahnya Peyek Kacang dalam Tradisi Silaturahmi
Terkini
-
Bikin Hati Adem, Ini 3 Novel Jepang Berlatar Toko Buku dan Perpustakaan
-
Review Film A Minecraft Movie: Petualangan Konyol dan Penuh Imajinasi
-
Review Article 370: Film Thriller yang Bikin Kamu Nggak Mau Berkedip!
-
Lee Jae Wook Bakal Main di 'Honeycomb Project', Drama Horor Fantasi Netflix
-
Kalahkan Korea Selatan, Hal Ini Masih Perlu Dievaluasi dari Timnas Indonesia U-17