Di era digital yang serba cepat saat ini, kita sering dihadapkan dengan dua fenomena yang berlawanan seperti Takut Ketinggalan (FOMO) dan Senang Ketinggalan (JOMO).
Meskipun keduanya mencerminkan bagaimana seseorang menanggapi tekanan sosial dan menikmati hidup di masa sekarang, keduanya memiliki sikap yang sangat bertolak belakang.
Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa anak muda zaman sekarang lebih memiliki sifat copycat atau meniru dan mengikuti apapun yang terjadi di masa sekarang.
Selain itu, sikap ini dikenal sebagai FOMO (Fear of Missing Out) yang mana menggambarkan sebuah keadaan cemas dan takut ketinggalan trend, pengalaman ataupun acara yang sedang hype saat ini.
Berbeda dengan FOMO, JOMO (Joy of Missing Out) ini bertolak belakang dan menyiratkan bahwa semakin sedikit yang kamu miliki dalam hidup, semakin bahagia, dan begitu juga sebaliknya.
Bahkan dari sikap ini mereka cenderung bersikap semestinya dalam hidup dan tidak mengikuti trend apapun. Jadi, menikmati setiap menit kehidupan dan bahagia tanpa harus mengikuti orang lain.
Dampak dan Faktor FOMO Gen Z
Salah satu faktor terbesar yang berkontribusi terhadap pembentukan FOMO dan JOMO ini adalah penggunaan media sosial.
Melihat teman-teman di acara-acara yang mewah, bepergian ke tempat-tempat eksotis, mengenakan pakaian dan perhiasan yang modis atau mencapai tonggak pribadi membuat individu merasa tertinggal dan menarik perbandingan antara hidup Anda dan hidup mereka. Inilah yang dinamakan FOMO.
FOMO atau takut ketinggalan zaman ini berdampak negatif pada kesejahteraan mental seseorang. Kekhawatiran berlebihan akan tertinggal memicu stress, depresi dan mengurangi kepercayaan diri.
Akibatnya, seseorang dapat memiliki gaya hidup yang dibuat-buat hanya untuk memenuhi harapan sosial ini. Bahkan mereka juga akan berpura-pura menjadi orang lain demi mendapatkan pengakuan diri. Ini merupakan cara yang salah
FOMO atau JOMO Untuk Hidup yang Lebih Baik?
Berbalik dengan FOMO yang bisa menyebabkan kesehatan mental, JOMO ini memberikan seseorang untuk menikmati hidup tanpa harus merasakan gangguan dan tekanan sosial.
Sebab, mereka yang punya sikap tersebut cenderung acuh dan tak ingin mengikuti apapun yang menjadi trend dan hidup dengan sederhana.
Di sisi lain, JOMO (Joy of Missing out) ini memang dapat menumbuhkan kedamaian batin tetapi, jika dibawa ke arah ekstrem, mengakibatkan keterasingan sosial dan acuh dengan lingkungan. Di sisi lain ini juga akan mengarah pada menurunnya self-esteem.
Oleh karena itu, keseimbangan antara keduanya sangat penting. Salah satu cara untuk memerangi FOMO dan mengadopsi JOMO adalah dengan melihat nilai dalam setiap pengalaman ini.
Kemudian, membatasi jumlah waktu yang dihabiskan di media sosial, menginvestasikan lebih banyak upaya untuk memperdalam hubungan yang bermakna, melakukan hobi serta mempraktikkan kesadaran diri untuk lebih menikmati dan memaknai hidup.
Pada akhirnya, hidup bukan tentang jumlah pengalaman dan trend yang kita kumpulkan tetapi seberapa bahagianya dalam menjalani hidup.
Jadi, apakah kamu masih memiliki Fear of Missing Out atau apakah Anda menikmati hidup dengan caramu sendiri?
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Ulasan Munafik: Melawan Iblis, Iman Diuji oleh Kehilangan dan Kegelapan
-
RUU Perampasan Aset dan Ujian Keseriusan Negara Melawan Korupsi
-
Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus
-
Rakyat Jaga Rakyat: Ketika Solidaritas Lebih Cepat Datang daripada Negara
-
Sinopsis Film Paket Santet: Ketika Sebuah Kiriman Membawa Teror Mematikan
Artikel Terkait
Kolom
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?
-
Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?
-
Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News
-
Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG
-
Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?
Terkini
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2