Belakangan ini, frasa remaja jompo tampaknya begitu digandrungi berbanding lurus dengan fenomena di lapangan. Menyadur dari Suara.com, istilah remaja jompo sendiri bermakna: seseorang yang masih muda, tetapi mudah lelah dan mudah capek sebagaimana ciri khas orang jompo atau manula.
Dari sumber yang sama, hal tersebut dipicu oleh:
- Kurangnya olahraga,
- Asupan makanan yang ngawur alias tidak memperhatikan gizi, dan
- Kecanduan rokok hingga alkohol.
Yah, barangkali sebagai reward atas ‘menyakiti’ tubuh semasa kecil lewat jajanan tidak sehat. Bahkan saya sendiri pun mengalami hal sama. Seolah-olah, tren remaja jompo ini memang terus naik daun meski telah populer sejak 2021.
Namun, ada hal menggelitik yang saya temui dalam buku sakti Pepak Basa Jawa, seputar tren remaja jompo ini. Saya menemukan frasa unik, dalam bab Keratabasa yakni singkatan kata yang epic tetapi boleh juga.
Kata itu adalah Gerang, yang kemudian melahirkan frasa segere wes arang-arang.
Gerang sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Jawa Indonesia artinya:
- Aus, dan
- Sudah tua.
Meski umumnya mengacu pada tingkat kedewasaan seseorang, sebagaimana dialek yang saya gunakan setiap hari. Kata gerang tidak lantas hanya mengacu pada orang tua, melainkan remaja, atau dewasa muda. Yah, intinya seseorang yang sudah bukan anak-anak lagi. Walau terkadang istilah ini terdengar agak kasar sih. Sehingga, kebanyakan orang memilih kata gede.
Kemudian frasa segere wes arang-arang maknanya adalah kesehatannya, atau segar bugarnya sudah mulai jarang. Hal ini secara alami memang merujuk pada tingkat kesehatan seseorang yang telah dewasa. Sebagaimana kasus remaja jompo tadi.
Apalagi sekarang ini, sulit sekali menemukan makanan sehat kecuali masakan rumah. Ditambah lagi, pekerjaan yang sedikit menggunakan kekuatan fisik, dan kurangnya olahraga juga turut menyumbang kasus remaja jompo. Belum juga paparan polusi, dan beban kerja yang agak nggak manusiawi. Yah, patutlah kita disebut remaja jompo.
Hanya saja, mumpung baru remaja jompo, ada baiknya kita segera mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Sebisa mungkin hindari makan makanan yang nggak sehat, hindari minum minuman berpengawet dan yang mengandung pemanis buatan, dan jangan lupa berolahraga.
Ah iya, juga jangan pernah berpikiran negatif, dan sebisa mungkin berlapang dada dan maafkan segalanya. Meski sulit, tapi seiring berjalannya waktu dan disertai niat, maka kamu pasti bisa!
Itulah tadi pembahasan mengenai fenomena remaja jompo dan istilah gerang yang unik tetapi nggak salah juga. So, menurutmu gimana?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman
-
Nikmatnya Sambal Pencit: Kuliner 'Survival' Low Budget yang Kini Jadi Menu Populer Restoran
-
Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar
Artikel Terkait
-
Instagram Hadirkan "Akun Remaja", Proteksi Ketat untuk Pengguna Muda
-
Instagram Rilis Fitur Khusus Akun Remaja di Indonesia, Orang Tua Bisa Ikut Pantau
-
Merasa Terganggu, Remaja Habisi Nyawa Pacar Ibunya dengan Keji
-
Kejang-kejang usai Kepala Dihajar Pakai Balok, Remaja di Lampung Selatan Tewas di Tangan Kepala Dusun
-
Fenomena Second Account Instagram, Bukti Media Sosial Itu Melelahkan?
Kolom
-
Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK
-
Gaji Istri Lebih Besar, Apakah Adil Kendali Finansial Tetap di Suami?
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les
-
2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?
Terkini
-
Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam
-
How to Make Millions Before Grandma Dies: Ketika Warisan Bukan Lagi Tujuan Utama
-
ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop Tipis yang Mengubah AI Menjadi Teman Bisnis
-
Ulasan Perumahan Laddaland: Sajian Horor Spesial Awi Suryadi yang Kelam!
-
Arsip Angin dan Janji yang Tertunda