Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menuai kontroversi. Setelah sorotan awal soal menu dan efektivitas distribusi makanan, kini muncul polemik terkait gaji karyawan yang belum cair.
Belakangan ini banyak suara sumbang dari karyawan yang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang meminta hak mereka segera dibayarkan. Bahkan suara mereka langsung kompak menyerang akun Instagram BGN di @badangizinasional.ri di kolom komentar.
Meski pendanaan program MBG ini sangat besar, tapi faktanya di lapangan masih terus terjadi polemik berkelanjutan. Situasi ini memunculkan pertanyaan kritis, apakah program ini dikelola dengan benar atau menjadi beban anggaran tanpa keadilan bagi petugas di lapangan?
Gaji Karyawan SPPG Belum Dibayar: Keluhan yang Sedang Memuncak
Sejumlah karyawan SPPG melaporkan bahwa gaji mereka tertunda. Bahkan ada yang terang-terangan menyebut kalau gaji yang sudah dibayarkan masih belum sesuai dengan nominal seharusnya yang disampaikan di kolom komentar akun @badangizinasional.ri.
“Pak tolong, masa saya masuk sesuai tgl sk 11 Juni 2025, running 15 Juli 2025, udah mah dibayar sesuai tgl running, masa iya gaji yang diterima masih ga sesuai? Kontrak diperusahaan lain juga dimana mana dibayar sesuai surat perjanjian kerja pak!!!,” tulis salah satu netizen menyuarakan keluhannya.
Situasi yang membuat Instagram resmi BGN dipenuhi keluhan para karyawan yang menagih hak mereka melalui kolom komentar ini banyak mendapat sorotan publik. Apalagi pendanaan program ini sudah menelan dana triliunan rupiah dari APBN.
Klarifikasi dari BGN
Melansir pemberitaan dari Suara.com, polemik gaji karyawan SPPG yang tertunda ini pun kemudian diklarifikasi oleh pihak BGN melalui Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang.
Dalam penjelasannya, ia menyampaikan kalau keterlambatan pembayaran dikarenakan kendala verifikasi administratif dan status kepegawaian yang belum disinkronkan.
Meski belum ada informasi resmi kapan gaji akan cair, tapi BGN sudah menegaskan kalau seluruh gaji petugas, termasuk sekitar 30.000 petugas SPPI yang terlibat, akan dituntaskan dan dirapel.
Pendanaan Program MBG Besar, Pelaksanaannya Nol Besar?
Melihat berbagai kontroversi silih berganti, publik pun kembali gencar memberikan kritik mengingat pendanaannya program MBG besar tapi pelaksanaannya nol besar.
Sejak awal, kasus keracunan makanan sudah langsung mencuat dan membuat ribuan siswa jadi korban. Seiring berjalannya program ini, tampaknya evaluasi dan perbaikan sudah dijalankan meski belum sesuai harapan dari para penerima manfaat.
Kini, ‘rapor merah’ kembali didapat BGN dari internal terkait pencairan dana gaji karyawan termasuk pendanaan untuk SPPG yang semakin disorot netizen.
Isu anggaran ini memperkuat keraguan publik soal bagaimana program gizi dengan anggaran besar ini justru terkendala operasional lapangan yang terganggu masalah pembayaran pegawai.
Kritik semacam ini menyoroti pentingnya transparansi keuangan publik dan akuntabilitas dalam program-program pemerintah yang melibatkan anggaran masif dan kerja lapangan.
Reaksi Publik dan Kritik dari Netizen
Isu gaji yang belum dibayar memicu kemarahan netizen. Banyak yang menilai bahwa program MBG belum memperhatikan para pelaksana di lapangan.
Beberapa netizen bahkan membandingkan aspek prioritas di mana anggaran besar untuk program gizi masyarakat, tapi gaji pekerja pemenuhan gizi malah bisa tertunda lama.
“MBG = Mohon Bayarkan Gaji untuk SPPI dong. Kasian loh mereka udah bantu suksesin. Keringat mereka udah kering. DOSA loh ga bayar gaji mereka. Duit hak mereka dikemanakan sih?” tulis salah satu netizen.
“Mau ikut ngeritik, ternyata udah rame. BGN = Badan Gajian Ngadat,” komen yang lain.
“Gimana mau merajut asa, banpernya ga turun, dapur berenti masak,” timpal netizen lainnya.
Baca Juga
-
Post-Holiday Fatigue: Liburan Tak Selalu Menyembuhkan, Tetap Merasa Lelah
-
Tren Silent Rebellion di Dunia Kerja: Cara Gen Z Melawan Tanpa Ribut
-
Kaleidoskop Prestasi Bulutangkis Indonesia: 21 Gelar di BWF World Tour 2025
-
Lebih dari Sekadar Ambisi, Ini 5 Kunci Energi Batin untuk Sukses di 2026
-
Gregoria Ajukan Protected Rank 1 Tahun, Putri KW Berjuang Sendiri di 2026?
Artikel Terkait
-
Arogansi Politik vs Sains: Ahli Gizi Dibungkam di Forum MBG
-
Klarifikasi: DPR dan Persagi Sepakat Soal Tenaga Ahli Gizi di Program MBG Pasca 'Salah Ucap'
-
Stafsus BGN Tak Khawatir Anaknya Keracunan karena Ikut Dapat MBG: Alhamdulillah Aman
-
Kepala BGN Soal Pernyataan Waka DPR: Program MBG Haram Tanpa Tenaga Paham Gizi
-
Anak Legislator di Sulsel Kelola 41 SPPG, Kepala BGN Tak Mau Menindak: Mereka Pahlawan
Kolom
-
Darurat Kebebasan! Ancaman Nyata Bagi Aktivis yang Berani Bersuara
-
Resmi Berlaku! Babak Baru Penegakan Hukum yang Menghantui Suara Kritis
-
Bos Lulusan SD, Pegawainya Sarjana: Benarkah Kuliah Percuma?
-
Standar TikTok: Katalog Hidup Mewah yang Bikin Kita Miskin Mental
-
Honor Power 2 Rilis Awal Januari 2026: Dibekali Baterai Jumbo 10.080 mAh
Terkini
-
So Ji Sub Jadi Ayah dengan Masa Lalu Kelam di Drama Manager Kim
-
Infinix Note Edge Siap Rilis di Indonesia, Desain Tipis Pakai Chipset Baru
-
Hantu Penunggu Bel Sekolah
-
Sukses Besar, Zootopia 2 Salip Frozen 2 Jadi Film Animasi Disney Terlaris
-
Anabul Sering Garuk? Ini 5 Sampo Kucing Ampuh Basmi Kutu dan Jamur