Drama Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada anak sering kali menguras energi emosional para ibu baru, terutama ketika lingkaran terdekat keluarga belum satu pemahaman dalam hal pola asuh. Tantangan dunia modern yang kian kompleks turut membuat pola pengasuhan anak tidak lagi bisa diletakkan sepenuhnya di atas pundak orang tua tunggal, dalam hal ini ibu.
Berangkat dari keresahan tersebut, didukung oleh pengalaman personal founder sebagai tante baru, Izza Fidaul, mendirikan komunitas Dear Tante sejak Juni 2025. Komunitas ini pada akhirnya bertujuan untuk menghidupkan kembali esensi “it takes a village to raise a child” lewat edukasi bagi para tante.
Edukasi Tante sebagai Langkah Preventif
Menurut Izza, ketika seorang tante teredukasi mengenai regulasi nutrisi keponakannya, ia tidak akan merusak jam makan anak dengan camilan manis di waktu yang salah, sehingga beban domestik ibu secara organik dapat diringankan. Kesadaran berskala mikro inilah yang menjadi modal dasar bagi Izza untuk membawa Dear Tante dalam 3 hingga 5 tahun ke depan sebagai hub percakapan lintas peran perempuan, baik sebagai pekerja profesional, anak, hingga caregiver demi mendorong lahirnya ekosistem sosial yang lebih peka dan suportif.
“One auntie at a time kalau bahasanya Dear Tante. Satu tante aja yang cukup terlibat, bisa ada satu keluarga yang terberdayakan, yang merasa tersupport,” jelas Izza semangat.
Dampak dari tante yang memiliki pemahaman baik tentang parenting mampu memberikan efek domino yang sangat riil bagi kesejahteraan anak dan ibu. Dalam dinamika sehari-hari, hal ini tercermin dari hal-hal sederhana namun krusial.
“Coba kalau misalnya ada satu aja tante yang terinformasi atau teredukasi: berapa kalori atau berapa asupan gula yang seharusnya boleh dikonsumsi anak, dengan gitu kita gak ruin jam makannya dia, semakin sedikit anak yang GTM, semakin banyak anak yang sehat, dan lain-lain, jadi efek dominonya semakin gede,” tambahnya.
Mengubah Kesadaran Menjadi Gerakan Sosial
Dampak domino dari kesadaran individu ini kemudian dikonversikan menjadi sebuah gerakan sosial yang memiliki tujuan jelas untuk masa depan. Komunitas ini melihat bahwa persoalan pengasuhan berakar pada bagaimana ruang sosial memandang dan memperlakukan multiperan perempuan secara utuh.
"Harapan kami sederhana: semakin banyak orang yang menyadari bahwa mereka bisa mengambil peran dalam mendukung tumbuh kembang anak dan kesejahteraan orang tua. Bagi kami, yang terpenting bukan sekadar ekspansi platform, melainkan bagaimana nilai-nilai Dear Tante dapat menjangkau lebih banyak orang dan menciptakan perubahan yang bermakna—satu percakapan, satu hubungan, dan satu tante pada satu waktu."
Melalui visi tersebut, Dear Tante berupaya mendekonstruksi pemahaman bahwa urusan anak hanya menjadi beban moral seorang ibu. Ketika setiap perempuan, bahkan laki-laki di dalam ekosistem keluarga menyadari peran penting yang dimilikinya dan saling mendukung, maka proses pengasuhan anak tidak lagi terasa sepi, melainkan menjadi sebuah perjalanan kolektif yang penuh empati dan kehangatan.
Baca Juga
-
Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi
-
Dear Tante: Saat Sosok "Aunty" Hadir Menjadi Support System Hangat bagi Ibu Baru
-
Fenomena 'Digital to Reality': Mengapa Interaksi Online Jadi Kunci Konser Artis Mancanegara?
-
Polusi Udara Level 'Aman' Tetap Berisiko Bagi Kesehatan, Apa Dampaknya?
-
Bukan Cuma Hobi, Fanatisme Anime Kini Jadi Sektor Bisnis Kreatif Indonesia!
Artikel Terkait
-
Membaca, Menjelajah Kota, dan Bertemu Orang Baru Bersama LiteraTOUR
-
Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi
-
Halo Tante dan Om! Cara Komunitas Ini Mengubah Pola Asuh Kaku Menjadi Lebih Inklusif
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Beban Menjadi Anak Emas yang Dipaksa Menebus Kegagalan Orang Tua
News
-
Pra-Acara Day of Petroleum 2026: Konservasi Penyu, Tanam Pandan, dan Bersih Pantai di Patihan
-
Sukaria Market Volume 4 Hadirkan Pengalaman Royal Season yang Lebih Imersif Lewat The Royal Garden
-
Ratusan Warga Antusias Ikuti Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sunrise Mall Mojokerto
-
Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi
-
RM Cempaka Sari: Oase Kuliner Minang di Jambi yang Menjaga Keaslian Resep Turun-Temurun
Terkini
-
Hunter x Hunter Terbitkan Bab Baru Setelah 18 Bulan, Volume 39 Rilis 3 Juli
-
Gen Z Begadang Demi Nonton Piala Dunia: Hobi, Me Time, atau Sekadar FOMO?
-
Komi Can't Communicate Kembali! Bab Spesial Baru Resmi Dirilis
-
Huawei Watch GT 6 Pro: Smartwatch Premium dengan Baterai 21 Hari dan Fitur Kesehatan Lengkap
-
Drakor The Trauma Code: Heroes on Call Berpotensi Lanjut Season 2 dan 3, Netflix Buka Suara