Bicara soal Piala Dunia, rasanya mustahil memisahkan turnamen sepak bola terbesar di dunia itu dengan lagu-lagu yang mengiringinya. Bahkan, beberapa lagu resmi Piala Dunia mampu melampaui fungsi awalnya sebagai soundtrack dan menjelma menjadi bagian dari kenangan para penggemar sepak bola.
Setiap empat tahun, FIFA selalu menghadirkan lagu baru yang mengikuti tren musik terkini. Namun, dari sekian banyak lagu yang lahir, hanya segelintir yang benar-benar mampu bertahan melawan waktu.
Setidaknya, ada dua lagu yang layak disebut sebagai lagu Piala Dunia terbaik sepanjang masa. Meski sudah memasuki tahun 2026, keduanya masih sering diputar dan langsung membawa ingatan kembali ke atmosfer pesta sepak bola dunia.
Ricky Martin - La Copa De La Vida
Lagu yang pertama tentu saja adalah La Copa de la Vida milik Ricky Martin. Lagu yang menjadi soundtrack resmi Piala Dunia 1998 itu seperti memiliki energi yang tidak pernah habis.
Begitu mendengar teriakan "Go, go, go! Ale, ale, ale!", suasana stadion seolah langsung hadir di kepala. Lagu tersebut memiliki kekuatan yang membuat siapa saja ikut bersemangat, bahkan bagi mereka yang bukan penggemar sepak bola.
Saat Piala Dunia 1998 berlangsung, lagu tersebut menjadi fenomena global. Popularitasnya bahkan menembus lebih dari 30 negara dan menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Ricky Martin menuju pasar pop internasional.
Dalam memoarnya, Ricky Martin pernah mengungkapkan bahwa kesuksesan lagu tersebut menjadi kesempatan besar untuk memperkenalkan musik Latin ke seluruh dunia.
"Itu adalah kesempatan unik untuk memperkenalkan pesona musik Latin kepada seluruh dunia," tulis Ricky Martin dalam memoarnya.
Selain itu, yang membuat lagu itu begitu spesial terletak pada reff-nya yang penuh semangat dan membuatnya mudah diingat oleh siapa saja.
Penampilan Ricky Martin di upacara pembukaan Piala Dunia 1998 juga menjadi salah satu momen ikonik. Kombinasi tarian, musik Latin, dan atmosfer stadion menciptakan standar baru bagi penampilan lagu resmi Piala Dunia.
Saat mendengar lagu Piala Dunia tersebut, memori saya langsung ditarik kembali pada masa-masa dahulu saat orang-orang begitu bergairah menyambut momen Piala Dunia.
Meski banyak lagu resmi Piala Dunia yang lahir setelahnya, La Copa de la Vida masih terasa memiliki tempat tersendiri. Lagu itu seperti anthem sepak bola yang tak pernah kehilangan daya tariknya.
Shakira - Waka Waka
Jika Ricky Martin meletakkan fondasinya, Shakira berhasil menyempurnakannya pada Piala Dunia 2010. Waka Waka (This Time for Africa) mungkin merupakan lagu Piala Dunia paling sukses yang pernah dibuat.
Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan memang menghadirkan suasana yang berbeda. Turnamen tersebut menjadi yang pertama digelar di benua Afrika dan atmosfernya terasa sangat khas.
Waka Waka berhasil menangkap semangat itu dengan sempurna. Perpaduan musik Afrika, sentuhan Latin, dan goyangan khas penari di klip lagu tersebut membuat lagu Waka Waka terasa sempurna.
Tak berlebihan jika mengatakan bahwa pada tahun 2010, hampir semua orang pernah mendengar lagu tersebut. Bahkan, mereka yang tidak mengikuti pertandingan sepak bola sekalipun tetap mengenal Waka Waka.
Kesuksesan lagu itu juga tercermin dari angka-angka fantastis yang diraihnya. Hingga Juni ini, video musiknya telah ditonton sebanyak 4,5 miliar kali di YouTube dan menjadi salah satu lagu Piala Dunia paling banyak diputar sepanjang sejarah.
Bagi banyak orang, Waka Waka bukan sekadar soundtrack turnamen. Lagu tersebut telah menjadi simbol dari kegembiraan, persatuan, dan semangat sepak bola yang menyatukan berbagai negara.
Shakira sendiri mengakui bahwa lagu tersebut memiliki arti yang sangat besar dalam hidupnya. Dalam sebuah kesempatan, ia mengatakan bahwa Waka Waka menjadi salah satu karya terbesar yang pernah ia ciptakan.
"Ini adalah salah satu lagu terbesar saya sepanjang masa," kata Shakira.
Menariknya, lagu tersebut juga membawa perubahan besar dalam kehidupan pribadi sang penyanyi. Dari proyek Piala Dunia itu, Shakira bertemu dengan Gerard Pique yang kemudian menjadi ayah dari kedua anaknya.
Meski Piala Dunia terus melahirkan lagu-lagu baru, tidak semuanya mampu meninggalkan jejak yang sama. Banyak yang populer sesaat, lalu perlahan terlupakan setelah turnamen berakhir.
Sebaliknya, La Copa de la Vida dan Waka Waka justru makin terasa istimewa seiring berjalannya waktu. Keduanya bukan sekadar lagu resmi Piala Dunia, melainkan bagian dari sejarah sepak bola itu sendiri.
Mungkin beberapa tahun lagi akan lahir lagu baru yang mampu menyamai pencapaian mereka. Namun, hingga hari ini, ketika berbicara tentang lagu Piala Dunia terbaik yang tak lekang oleh waktu, nama Ricky Martin dan Shakira masih sulit tergantikan. Apa kamu setuju?
Baca Juga
-
Mengapa Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink di Piala Dunia 2026?
-
Shrek, Fiona, dan Donkey Kembali! Trailer Perdana Shrek 5 Resmi Rilis
-
Mirip Harry Potter, Film Animasi Hexed Bawa Penonton ke Dunia Penyihir
-
Pesona WAGs Piala Dunia 2026, Ada Pasangan Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, hingga Kylian Mbappe
-
Bukan Sekadar Daur Ulang! Ini Strategi Baru Menekan Sampah Sebelum Menjadi Limbah
Artikel Terkait
-
Saat Ivana Knoll Tiba dengan Korset Transparan, Suporter Abaikan Harry Kane Cs
-
Ibu Saya Harus Milih Dia atau Kami yang Kelaparan! Kisah Pilu Striker Haiti di Piala Dunia 2026
-
Mengenal Jimat Keberuntungan Argentina Diego Iacovone, Dari Intelijen ke Dapur Tim Tango
-
Ini Sosok yang Sebarkan Hoax Ayah Messi Meninggal Dunia Berujung Dipecat
-
Bertemu Presiden, John Herdman Susun Rencana Loloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Kolom
-
Cara Saya Menemukan Kembali Makna Proses di Balik Lembar Pengesahan Skripsi
-
Membaca Hasil Survei MBG: Dari Kepuasan Menuju Kapabilitas
-
Sebuah Ironi: Saat Akses Pendidikan Kalah Cepat dari Program Makan Siang
-
Janji Kampanye dan Realitas Politik: Menakar Jarak Antara Prabowo dan Pascabowo
-
Pesona Veteran di Piala Dunia 2026: Pembuktian Kualitas Melampaui Usia
Terkini
-
5 Hydrating Toner Under Rp50 Ribu: Lembap Maksimal Gak Bikin Kantong Bolong
-
The Furious, Bukti Film Aksi Asia Masih Sulit Dikalahkan Hollywood
-
War Tiket Konser Day 3 BTS Capai 900 Ribu Antrean, Kurang dari 1 Jam!
-
Anti Ribet! 5 Pembersih All-in-One Pria dari Ujung Kepala hingga Kaki
-
Review Cerita Lila: Horor Psikologis yang Lebih Menakutkan dari Sekadar Penampakan