Siapa sangka, untuk pergi kerja, jalan bareng keluarga, main dengan teman, hingga datang ke tempat wisata, hanya perlu naik transportasi umum. Nggak perlu mahal, sudah bisa sampai!
Sejuk pendingin udara langsung menyentuh kulit saat memasuki bus Transjakarta alias Tije. Lega. Panasnya sinar matahari seakan mendapatkan penawarnya langsung. Tanpa ragu, kaki segera melangkah ke arah depan. Ada sebuah bangku kosong yang letaknya persis di sebelah jendela.
Syukurlah. Siang itu, bertepatan dengan HUT Jakarta, aku menyempatkan diri untuk mampir ke Monas (Monumen Nasional). Tugu peringatan dengan puncak berbentuk lidah api berlapis emas setinggi 132 meter, yang berada di Jl. Medan Merdeka, Jakarta Pusat.
Kebetulan, paginya aku mengikuti Kelas Aksara di Perpustakaan Nasional, yang letaknya memang berhadapan langsung dengan kawasan Monas. Momen yang pas karena pada Juni, Provinsi Jakarta sedang ulang tahun. Pemda memberi hadiah untuk warga cukup membayar Rp1 untuk seluruh moda transportasi umum, baik MRT, LRT, hingga Transjakarta pada 21, 27, dan 28 Juni 2026.
Senang? Tentu! Sambil mengantre datangnya kereta wisata yang akan membawa ke dalam pintu masuk tugu Monas, mengalir obrolanku dengan seorang ibu yang membawa dua anak.
Lepas subuh dari wilayah Jatiasih Bekasi, sudah berangkat. Tujuannya jelas, menikmati wisata di Jakarta. Dari Monas hingga Kawasan Kota Tua. Jika sempat, akan mampir ke Kebun Binatang Ragunan. Semuanya menggunakan angkutan umum!
Wah! Aku tersenyum mendengar cerita ibu itu. Seperti halnya dia yang senang menggunakan transportasi umum di Jakarta, aku pun sama. Bahkan, sejak Transjakarta mulai beroperasi di Jakarta pada tahun 2004.
Dari yang semula bus raya terpadu (BRT) yang hanya melayani satu koridor, kini koridornya semakin banyak dan semakin menjangkau seluruh lokasi Jakarta. Inilah yang membuatku semakin jatuh cinta pada transportasi umum.
Kerja, Silahturahmi, Nongkrong, Wisata
Setiap hari aku lebih banyak menggunakan Transjakarta. Halte transportasi umum ini letaknya hanya beberapa ratus meter dari rumah. Bisa ditempuh dengan jalan kaki. Meski demikian, moda transportasi umum darat lainnya juga cukup sering aku gunakan.
Seperti umumnya orang yang masih berada pada usia produktif, tentu penggunaan kendaraan umum yang paling banyak adalah untuk menunjang aktivitas kerja dari pergi hingga pulang ke rumah. Setelah itu, untuk bersilahturahmi ke rumah saudara dan kakak.
Penggunaan angkutan umum yang mengasyikkan adalah untuk menuju tempat nongkrong bersama teman-teman. Kota tempat tinggalku, Jakarta, punya beberapa detinasi tempat nongkrong yang sangat oke. Mulai dari kafe, toko buku, hotel, hingga perpustakaan.
Satu hal lain yang nggak kalah seru menggunakan transportasi umum adalah untuk berwisata. Ya, soal wisata, Jakarta juga punya spot-spot menarik yang bisa dikunjungi. Baik wisata sejarah, wisata kuliner, wisata religi, hingga wisata belanja.
Mulai dari pantai, seperti Pantai Ancol, Pantai Maju, dan PIK. Jalan ke museum, dari Museum Nasional dan Museum Gajah, hingga Museum Bahari. Hang out ke Blok M hingga Pondok Indah dan Glodok, Jakarta Barat!
Semuanya bisa ditempuh, bisa sampai ke tempat tujuan hanya dengan menggunakan transportasi umum. Nggak perlu ribet cari tempat parkiran, nggak perlu menyiapkan uang parkir, dan nggak perlu kepanasan atau kehujanan saat cuaca Jakarta berganti.
Banyak sekali kawasan-kawasan menarik di Jakarta, yang menurutku bisa dijelajahi dari satu destinasi ke destinasi. Inilah yang membuatku ketaginan dan ingin sealu menggunakan transportasi umum.
Semakin Terintegrasi, Semakin Cinta Transum
Baik Transjakarta, MRT, LRT, dan commuter line (KRL), semuanya menjadi kawan setia untuk menjangkau satu destinasi ke satu derstinasi lainnya. Menariknya, cukup sering juga aku menggunakan beberapa moda transportasi umum secara bergantian.
Kemudahan integrasi antar transportasi membuatku benar-benar jatuh cinta pada tranportasi umum. Bukan hanya karena tiketnya yang murah hanya Rp3500 untuk Transjakarta, Rp3000 untuk 25 KM pertama untuk KR, dan dari Dukuh Atas ke Blok M yang cuma Rp7000. Terlebih jika ada peringatan tertentu, seperti HUT Jakarta ataupun Hari Transportasi yang hanya Rp1, yang membuat hati pengguna transportasi seperti aku berbunga-bunga.
Naik Transum, Mengurangi Emisi Karbon
Hal lain yang menurutku naik transportasi umum menyenangkan adalah bisa terlibat dalam pengurangan emisi karbon. Setidaknya, aku meminimalkan pelepasan gas rumah kaca (GRK), antara lain karbon dioksida dan lainnya yang dapat menambah polusi udara.
Sungguh indah kan, kalau udara bisa bersih? Jika membuka aplikasi Transjakarta, ada lho, perhitungan emsi berkurang dan kalori yang terpakai dari setiap perjalanan yang dilakukan dengan menggunakan transportasi umum!
Oh ya, aplikasi Transjakarta sudah beberapa tahun belakangan ini menemani aku beraktivitas dan banyak manfaatnya. Aku jadi tahu rute-rute bus Transjakarta, mengatur waktu perjalanan ke suatu tempat berdasarkan lokasi bus yang terdata.
Untuk membeli tiket pun tersedia. Selain itu, ada juga aplikasi MyMRTJ yang juga dapat dipergunakan untuk memudahkan aktivitas. Penggunannya mudah dan sudah terkoneksi sejumlah aplikasi pembayaran jika ingin membeli tiket.
Ah, banyak sekali yang sebenarnya ingin kuceritakan karena aku begitu suka naik transportasi umum, terutama di Jakarta, tempat tinggalku saat ini. Fasilitas aman dan nyaman yang terdapat di tramsportasi umum, integrasi antar moda transportasi, kondisi halte dan stasiun yang kondisinya layak, membuatku betah.
Dari satu destinasi ke satu destinasi lainnya, aku menggunakan transportasi umum. Hari-hari jadi penuh cerita dan warna. Naik transportasi umum memang menarik dan menyenangkan. Yuk mencoba, jika kamu belum pernah atau jarang menggunakannya!
Tag
Baca Juga
Artikel Terkait
Kolom
-
Sensasi Menembus Langit Jakarta Melalui Jalur Langit Transjakarta
-
Stop Romantisasi Orde Baru: Membaca Ulang Krisis 1998
-
Mengurai Symbolic Immortality dan Obsesi Prabowo Menciptakan Program Baru
-
Privasi vs Transparansi: Haruskah Pasangan Saling Membuka Akses Digital?
-
Kenapa Masalah Kecil Terasa Sangat Besar di Kepala?
Terkini
-
90 Mahasiswa Indonesia Lanjut S2 Lewat Erasmus Mundus, Uni Eropa Perkuat Investasi pada Talenta Muda
-
Pilihan yang Berawal dari Jarak: Menemukan Sisi Lain Jakarta Lewat Transportasi Umum
-
Sisi Gelap Drama The East Palace: Ketika Kekuasaan Membutakan Hati Nurani
-
Bos Aprilia Puji Marc Marquez: Dia Favorit Juara Dunia Musim Ini
-
Ojol Nyamar Jadi Orang Kaya Demi Cinta, Film Free Wifi Sindir Telak Budaya Pamer Media Sosial!