Masa anak-anak adalah masa dimana ia tidak bisa melakukan aktivitas sendiri dan masih membutuhkan orang lain untuk menyelesaikannya. Seorang anak juga belum bisa memutuskan suatu masalah sendiri, mereka masih bergantung pada orang tua. Di sinilah peran orang tua sangat penting untuk mengajarkan bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah.
Pembentukan pribadi yang baik perlu diajarkan sejak dini agar anak mempunyai watak dan tingkah laku yang baik untuk masa depannya.
Dalam prosesnya, kepribadian terbentuk berdasarkan hasil meniru, baik dari dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan luar.
Orang tua harus mengajarkan kebiasaan yang baik pada anaknya, karena kebiasaan akan ada pada alam bawah sadar mereka, sehingga akan mereka lakukan sampai dewasa.
Inilah tips mendidik anak di era digital:
1. Jangan Jadi Orang Tua Malas
Banyak orang tua zaman sekarang yang memiliki obsesi anaknya jadi orang hebat, namun dirinya sendiri malas. Ia hanya ngomel, duduk manis sambil bermain handphone, tidak mau repot, tetapi menginginkan anaknya menjadi paling unggul dibanding anak yang lain.
2. Menjadi Contoh yang Baik
Jika ingin anak melakukan yang anda sarankan, maka jadilah contoh yang baik. Karena anak lebih mudah meniru sikap orang tuanya dari pada sekedar mendengarkan nasihat anda.
3. Jangan Membandingkan Anak
Tumbuh kembang setiap anak tidak sama, maka tida perlu membandingkan anak anda dengan anak orang lain. Bersyukurlah dengan segala kemampuan anak anda, karena anak butuh dukungan dan arahan dari anda bukan dari orang tua lain.
4. Gadget Bukan Babysitter
Sering terjadi saat orang tua sedang repot dan tidak sempat bermain dengan anak, mereka memberikan gadget agar anak bisa duduk diam tidak rewel. Sesekali membiarkan anak bermain gadget boleh saja tidak masalah, tetapi harus didampingi orang tua, karena gadget bukan babysitter.
5. Anak Bukan Konten Media Sosial
Mendukung anak untuk berprestasi dan percaya diri memang penting, tetapi jangan lakukan itu demi konten media sosial. Banyak orang tua yang mewajibkan anaknya berprestasi, mengikuti berbagai kompetensi, dan tampil kekinian, hanya demi mengisi konten media sosial orang tuanya.
6. Mengenalkan dengan Berbagai Hal Seru
Bosan dan berdiam diri di rumah memang bisa memicu anak untuk beralih ke gadget dan media sosial. Untuk itu, manfaatkan waktu anak untuk mengenalkannya dengn berbagai aktivitas seru. Ajak ia menonton pertunjukan musik, kompetensi pencak silat,atau kegiatan seru yang lainnya, siapa tahu anak jadi tertarik dan menunjukkan bakat terpendamnya.
Oleh: Durotus Sa’adah / Mahasiswa IAIN Pekalongan Jurusan PGMI
Emai: ddurotussaadah@gmail.com
Baca Juga
-
Review Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis: Hangat, Realistis, dan Bermakna
-
Pelajaran dari Surabaya: Penyangga Ekonomi yang Sering Diremehkan
-
Argentina vs Spanyol: Adu Tajam Lini Depan vs Tembok Pertahanan di Final Piala Dunia 2026
-
Review Film Nothing to Lose: Potret Nyata Ketimpangan Sosial Zaman Sekarang
-
I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki: Bertahan Hidup Lewat Harapan-harapan Kecil
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Old Money Vibes! 4 Gaya Outfit Preppy Style ala Winter aespa yang Timeless
-
Budget Rp20 Ribuan? 4 Tone Up Cream Tranexamic Acid Bikin Glowing dan Sehat
-
Usai Tuai Kritik, Samsung Klarifikasi Isu Penghapusan Data Samsung Health
-
Lebih Sehat dan Aman di Perut, Ini 4 Macam Ragi Alami untuk Membuat Roti
-
Redmi Note 17 Rilis dengan Fitur AI Anti Penipuan, Ini Spesifikasinya
Terkini
-
Review Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis: Hangat, Realistis, dan Bermakna
-
Pelajaran dari Surabaya: Penyangga Ekonomi yang Sering Diremehkan
-
Argentina vs Spanyol: Adu Tajam Lini Depan vs Tembok Pertahanan di Final Piala Dunia 2026
-
Review Film Nothing to Lose: Potret Nyata Ketimpangan Sosial Zaman Sekarang
-
I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki: Bertahan Hidup Lewat Harapan-harapan Kecil