Bertukar hampers sudah menjadi tradisi yang identik dengan perayaan hari raya di Indonesia, dari Idul Fitri hingga hari raya Natal dan Tahun Baru. Perayaan hari raya akan terasa hampa jika tidak dirayakan dengan saling tukar-menukar hampers antara teman-teman dan keluarga.
Konon tradisi ini sudah turun temurun dari generasi ke generasi dan sifatnya mendunia, sehingga tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Banyak negara yang menjalankan tradisi ini, maka dari itu mari kita telusuri bersama sejarah asal muasalnya.
1. Berawal dari bentuk sumbangan kepada rakyat jelata.
Konon, hampers diyakini berawal dari bentuk jalinan kasih dari berbagai yayasan amal yang berkembang pada awal abad ke-20, yakni masa pasca Perang Dunia. Berbagai yayasan filantropi di Eropa membagikan makanan, pakaian, alat-alat kebersihan seperti sabun, dan kebutuhan rumah tangga lainnya untuk membantu keluarga yang kesusahan akibat resesi ekonomi pasca-perang.
Sumbangan tersebut diberikan dalam bentuk parsel bingkisan keranjang dari anyaman serat kayu yang disebut dengan nama ‘hamper’.
2. Berkembang menjadi tradisi hari raya.
Berkat pemulihan ekonomi, masyarakat Eropa sudah tidak lagi mengandalkan para penyumbang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Seiring dengan perubahan zaman, tradisi hampers juga berubah. Awalnya sebuah bentuk sumbangan.
Kini isian hampers mulai berubah menjadi sebuah tradisi perayaan hari raya dengan berbagi bingkisan hadiah yang berisi kudapan tradisional seperti selai buah, roti, biskuit, madu, dan makanan manis lainnya. Tradisi ini dirayakan oleh masyarakat Eropa setiap malam Natal, sebagai tanda berbagi kasih dengan orang-orang yang disayangi.
3. Masuk ke Indonesia di Era Modern
Era Modern merupakan pintu masuk berbagai budaya dan tradisi dari luar negeri ke dalam masyarakat Indonesia. Karena masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam, maka tradisi ini masuk ke dalam perayaan Idul Fitri setiap tahunnya.
Berkat modernisasi dan masuknya budaya populer di Indonesia di era 80’ dan 90’an, tradisi ini dirayakan oleh masyarakat Indonesia secara luas. Popularitas tradisi tukar menukar hampers kian meningkat, dan sekarang menjadi ladang komersial, sehingga sekarang banyak pasar swalayan dan toko-toko lainnya yang menyediakan jasa pembuatan hampers.
Kini, hampers memiliki berbagai ragam. Tidak lagi hanya terbatas berisikan makanan seperti kue lebaran, bahkan ada yang berisikan aksesoris smartphone, alat elektronik, hingga pernak-pernik lainnya.
Itulah sejarah singkat asal mula tradisi hampers dari masa ke masa hingga masuk ke Indonesia. Apakah kamu akan mengirimkan hampers kepada orang-orang terdekat di lebaran tahun ini?
Baca Juga
-
Modal Rp7 Juta Bisa Dapat Motor Gahar Apa? Ini 5 Rekomendasi Paling Gagah
-
Tips Ngabuburit dari Buya Yahya: Menunggu Berbuka tanpa Kehilangan Pahala Puasa
-
Mengenal Orang Tua Alyssa Daguise: Calon Besan Ahmad Dhani Ternyata Bukan Sosok Sembarangan
-
Profil Hestia Faruk: Tante Thariq yang Dahulu Sempat Dikenalkan ke Fuji
-
Menentukan Monster Sesungguhnya dalam Serial Kingdom: Manusia atau Zombie?
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Anti-Apek! 4 Parfum Lokal Citrus Cocok untuk Aktivitas Outdoor Akhir Pekan
-
5 Cleansing Balm Lokal Ampuh Hempas Komedo, Wajah Jadi Bersih Seketika!
-
Seberapa Penting Serum bagi Pria? 5 Pilihan Terbaik Bantu Lawan Jerawat!
-
Sony Xperia 1 VIII Segera Hadir: Bawa Desain Ikonik dan Chipset Terkencang
-
4 Sunscreen SPF 35 Proteksi Kulit dari Sinar UV, Harga Ekonomis Rp30 Ribuan
Terkini
-
BabyMonster Ekspresikan Kebebasan Diri Tanpa Batas di Lagu Terbaru, Choom
-
Mengalah Atas Nama Cinta
-
Nyesek, Jorge Martin Bisa Tinggalkan Aprilia Walau Raih Gelar Juara Dunia?
-
Jangan Biarkan 'Homeless Media' Jadi Humas Pemerintah: Mengapa Independensi Itu Harga Mati
-
Donasi Buku dan Ilusi Pemerataan Pengetahuan