Hari Buku Nasional jatuh pada tanggal 17 Mei setiap tahunnya. Hari besar ini diperingati sejak tahun 2002 yang diusulkan oleh Menteri Pendidikan Nasional yakni Abdul Malik Fadjar yang menjabat saat kabinet Gotong Royong di bawah kepresidenan Megawati Soekarnoputri.
Peringatan Hari Buku Nasional ditujukan untuk meningkatkan angka literasi dan minat membaca buku dalam skala nasional. Bertepatan dengan peringatan tersebut, hari ini mari kita membaca 5 buku karya anak bangsa yang patut dibaca berikut ini.
1.Seekor Anjing ditabrak Honda Astrea Dini Hari Tadi - Doni Iswara
Terlepas dari judulnya yang terdengar mengerikan, buku ini membawakan kompilasi-kompilasi cerita pendek yang saling terpisah satu sama lain dengan penuh pembawaan emosi yang dapat membawa kita masuk ke dalam cerita.
Doni Iswara membawakan cerita-cerita pendek sejumlah 16 butir tersebut dengan penggambaran latar cerita layaknya sebuah film, dengan membuka kesempatan bagi pembaca untuk menafsirkan berbagai analogi yang digunakan oleh penulis dalam menggambarkan skenario yang sangat imajinatif. Buku ini sangat layak dibaca untuk orang yang gemar mengeksplor imajinasinya.
2. Orang-orang Oetimu - Felix K. Nesi
Buku karya putra kelahiran Nusa Tenggara Timur ini menggambarkan bagaimana manis pahitnya hidup di kampung halamannya.
Ia menceritakan kisah-kisah tokoh yang masing-masing mengalami hidup sebagai seorang yang terjajah dan mendambakan kebebasan. Unsur-unsur budaya masyarakat NTT dan Timor Timur sangat kental digambarkan sepanjang buku ini dan dibalut dengan cerita penuh tragedi serta menunjukkan betapa susahnya hidup sebagai minoritas yang diabaikan.
3. Aku Doakan Kamu Mati dengan Sepenuh Hati - Prima Hidayah
Buku ini juga menyimpan berbagai kumpulan cerita-cerita pendek yang memuat perjalanan asmara dari tokoh-tokohnya yang bisa dibilang ‘panas’ dan sangat mendorong kita untuk membaca secara lebih dalam dan meresapi tiap skenario yang dibangun oleh penulis.
Untuk mereka yang menginginkan berpetualang dengan banyak cerita untuk menghabiskan waktu luang, buku ini sangat direkomendasikan.
4. Nelangsa - Gentakiswara
Nelangsa adalah buku yang mampu menggambarkan emosi penulisnya dalam mencari cinta. Terdengar cukup klise, namun penulis menggunakan gaya bahasa khasnya sendiri yang membuatnya berbeda dengan yang lain. Buku ini sangat cocok dibaca oleh orang-orang yang sangat menyukai melankoli cinta.
5. Sorge - Olive Hateem
Seperti banyak orang bilang, bahwa Jogja itu terbuat dari rindu, sangat digambarkan secara nyata dalam kata-kata di buku ini. Buku ini sangat relate dengan kehidupan mahasiswa yang mencari ilmu di kota Jogja.
Bagi orang-orang yang merindukan kehangatan Jogja, maka buku ini dapat mengantarkan mereka ke dalam nostalgia melalui cerita yang mampu mengembalikan memori-memori indah tentang Jogja dan kehidupan romantisnya.
Demikian 5 rekomendasi buku karya penulis lokal yang sangat layak untuk dibaca. Mari di Hari Buku Nasional kita memperingati dengan mendukung karya-karya anak bangsa dalam dunia sastra.
Baca Juga
-
Modal Rp7 Juta Bisa Dapat Motor Gahar Apa? Ini 5 Rekomendasi Paling Gagah
-
Tips Ngabuburit dari Buya Yahya: Menunggu Berbuka tanpa Kehilangan Pahala Puasa
-
Mengenal Orang Tua Alyssa Daguise: Calon Besan Ahmad Dhani Ternyata Bukan Sosok Sembarangan
-
Profil Hestia Faruk: Tante Thariq yang Dahulu Sempat Dikenalkan ke Fuji
-
Menentukan Monster Sesungguhnya dalam Serial Kingdom: Manusia atau Zombie?
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Cari HP Buat Eyang? Ini 7 Pilihan HP dengan Speaker Nyaring Biar Gak Perlu Teriak-Teriak
-
5 Pilihan Hair Vitamin Spray Keratin: Rambut Halus Bak Perawatan Salon!
-
4 Cleansing Balm Size 100-550 Gram, Bersihkan Makeup Waterproof tanpa Iritasi
-
Rekomendasi HP Vivo 1 Jutaan 2026, Ada RAM 8 GB dan Fitur IP65
-
4 HP RAM 12 GB di Bawah Rp3 Jutaan April 2026, Bisa Diandalkan untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Perempuan Muda Bermata Kosong yang Menghilang di dalam Kabin Truk Samsuri
-
Menaklukkan Gunung Malabar: Dari Sabana Indah hingga Tanjakan Mematikan
-
NCT Umumkan Proyek 10 Tahun Bertajuk NCT 2026 dengan Beragam Aktivitas
-
Guru: Kompas Peradaban atau Sekadar Buruh Kurikulum?
-
Membaca Realitas Cinta Dengan Titik: Ketika Perasaan Tak Pernah Sederhana