Tri Apriyani | Rico Andreano
Ilustrasi pencari kerja (pexels.com/Craig Adderley)
Rico Andreano

Setelah lulus kuliah berbondong-bondong sarjana bersaing memperebutkan pekerjaan yang mereka inginkan. Tak sedikit perusahaan bonafide yang menjadi para pencari kerja.

Persaingan dalam mencari kerja semakin pesat yang berasal dari berbagai latar belakang perguruan tinggi, program studi, jenjang program. Ditambah kondisi pandemi Covid-19 yang menambah semakin sengitnya persaingan dalam mencari kerja.

Bahkan tak sedikit ada yang belum wisuda sudah berjuang mencari pekerjaan, tapi ada juga yang belum lulus juga mencari pekerjaan dan mendapatkan pekerjaan.

Semua itu kembali pada masing-masing pada diri sendiri, tergantung bagaimana dalam usaha dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan impian mereka demi membanggakan orang yang tercinta.

Namun anda tetap optimis agar bisa mendapatkan pekerjaan impian anda. Dengan berusaha gigih dan mengetahui strategi dalam mencari pekerjaan agar cepat mendapatkan pekerjaan.

Berikut 3 cara agar anda mudah mendapatkan pekerjaan

1. Pastikan CV yang Anda Buat Lengkap

CV atau curriculum vitae merupakan data diri anda untuk mengetuk pintu perusahaan. CV sebagai tiket masuk dalam seleksi rekrutmen karyawan.

Tentunya CV yang dibuat ditulis dengan baik dan benar tanpa typo. Data diri yang perlu anda cantumkan dalam CV antara lain, nama lengkap, foto profesional (bukan foto alay), alamat (cukup tuliskan kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan kode pos), no HP aktif yang bisa dihubungi, riwayat pendidikan (cukup cantumkan riwayat pendidikan Diploma/Sarjana dan riwayat pendidikan SMA/sederajat), riwayat organisasi bila ada, riwayat pekerjaan bila memiliki pengalaman bekerja sebelumnya, dan riwayat mengikuti pelatihan, kursus, atau sertifikasi apapun.

2. Membangun Jejaring Koneksi LinkedIn

LinkedIn merupakan media sosial profesional yang terhubung dengan para profesional di seluruh dunia. Anda bisa memanfaatkan aplikasi LinkedIn untuk membangun jejaring dan bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Namun ingat jangan curhat tentang masalah pribadi di LinkedIn, karena LinkedIn adalah media sosial yang berbeda dengan Facebook ataupun Instagram.

3. Membangun Jejak Digital yang Baik

Segala postingan konten di media sosial tentunya bisa berdampak positif ataupun negatif bagi semua orang. Tentu kita harus bijaksana dalam menggunakan media sosial. Terutama terkait jejak digital, karena bagaimanapun rekam jejak digital anda akan terpantau oleh rekruiter saat anda mengirimkan CV sebagai persyaratan tahap seleksi berikutnya.

Demikian 3 cara agar anda mendapatkan pekerjaan. Semoga anda cepat mendapatkan pekerjaan yang anda inginkan.