Saat membahas zaman dulu, seolah tak ada habisnya karena banyak yang bisa dijadikan ajang bernostalgia. Seperti warnet atau warung internet yang sempat populer sejak era 2000-an. Di dalamnya, terdapat hal-hal yang identik yang tentu dapat membuatmu teringat akan masa lalu. Apa saja kira-kira? Berikut ini 5 di antaranya.
1. Daftar lagu populer
Suasana warnet 2000-an semakin seru begitu diiringi dengan lagu-lagu yang populer di zamannya. Banyak dari kamu yang pasti hapal daftarnya. Beberapa diantaranya adalah Dear God milik Avenged Sevenfold dan Fall For You milik Secondhand Serenade, sedangkan musik lokalnya diisi oleh Bunga yang dinyanyikan Bondan & Fade 2 Black, serta Kukatakan dengan Indah dari Peterpan.
2. Game ikonik
Tak hanya menjelajahi internet untuk mencari informasi, warnet di tahun 2000-an juga digunakan sebagai sarana bermain game online. Kebanyakan pengunjung yang melakukannya adalah anak laki-laki.
Mereka rela menghabiskan waktu bahkan mendapat amukan orang tua demi permainan tersebut. Berbagai game online yang populer kala itu antara lain, Point Blank, Dota, Lost Saga, dan Dragon Nest.
3. Lumba-lumba biru
Kamu yang pernah mengunjungi warnet di tahun 2000-an pasti tidak asing dengan gambar lumba-lumba biru. Hewan ini selalu muncul di awal layar karena digunakan sebagai latar belakang pemilihan waktu pemakaian yang biasanya dihitung per jam.
Banyak warnet yang juga menyediakan paket hemat, seperti dua hingga enam jam. Selain lumba-lumba, latar belakang legendaris adalah bukit hijau dan langit biru yang merupakan gambar orisinil milik Windows. Ada yang masih ingat nggak, nih?
4. Disket
Warnet di era 2000-an juga identik dengan disket. Pasalnya, saat itu, flashdisk dan harddisk diketahui belum eksis. Benda ini hanya berkapasitas maksimal 1,44 mb saja. Kebanyakan orang hanya mengunduh lagu atau gambar minim memori untuk disimpan disana.
Bentuknya kotak dengan lubang di tengah, sedangkan warnanya beragam. Mulai dari hitam, biru, hingga merah. Jika ingin menyimpan banyak data, kamu perlu menyiapkan belasan bahkan puluhan disket.
5. Kenalan melalui media sosial jadul
Mencari relasi dan pasangan melalui media sosial nyatanya sudah eksis sejak dulu. Namun, situs yang digunakan berbeda dengan saat ini. Begitu pun tingkat teknologi yang belum terlalu sempurna seperti sekarang.
Di era 2000-an, untuk menggunakan media sosial, banyak orang yang memakai jasa warnet dan menghabiskan waktunya di sana. Hal ini dikarenakan populasi komputer yang belum melimpah. Sedihnya, obrolan seru harus berakhir karena tidak se-fleksibel sekarang yang bisa dilakukan kapan saja dengan ponsel pintar.
Biasanya, usai berkenalan, mereka melanjutkan komunikasi melalui SMS atau telepon. Langkah ini juga bertujuan untuk mengenal lebih dekat hingga mengatur jadwal pertemuan. Beberapa media sosial populer kala itu adalah MIRC, Yahoo Mail, dan Friendster. Adakah dari kamu yang pernah menggunakannya?
Bagaimana menurutmu? Apakah kamu ingat dengan kelima hal yang identik dengan warnet era 2000-an di atas?
Baca Juga
-
Beri Cinta Lebih dariku by Sena
-
Punya Pengaruh Buruk, Ini 5 Cara Meminimalisir Screen Time pada Balita
-
Rasa Rindu di Balik Sepiring Indomie Goreng yang Sederhana
-
Tolak Bahasa Melayu, Warga Malaysia Ini Larang Indonesia Menonton Upin-Ipin
-
5 Alasan Buruk yang Bikin Seseorang Memutuskan untuk Menikah, Bisa Berdampak Negatif
Artikel Terkait
Lifestyle
-
5 Pilihan Tinted Sunscreen Niacinamide Agar Kulit Makin Bersinar saat Lebaran
-
Spesifikasi OnePlus 15T Bocor, Upgrade Lensa Kamera Periskop LUMO Terbaru
-
Xiaomi Luncurkan Robot Vacuum: Penyedot Debu dengan Daya Hisap Sangat Kuat
-
ANTHBOT Genie: Robot Pintar Pemotong Rumput dengan Teknologi AI dan GPS
-
Xiaomi Mijia 635L Resmi Rilis: Kulkas Pintar Bisa Dikontrol dari Smartphone
Terkini
-
Menjinakkan Hantu di Kepala: Cara Berdamai dengan Kemarin dan Nanti
-
The Privileged Ones: Memahami Makna Privilese dan Isu Kesehatan Mental
-
Review Film Robot Dreams: Kisah Kehilangan dan Harapan dalam Sebuah Animasi
-
Ramadan dan Etika Perang: Apakah Kemanusiaan Masih Punya Tempat?
-
Mengembalikan Akal Sehat di Meja Keputusan Pelayanan Publik