Usia matang akan membawamu bertemu dengan berbagai masalah hidup yang seringkali memicu stres. Jika tidak merasa mampu, banyak orang yang memilih untuk melukai bahkan menghabisi nyawa sendiri sebagai jalan keluar.
Salah satu masalahnya adalah hubungan asmara, di mana tidak jarang menuntutmu harus segera menikah. Nah, di bawah ini ada 5 realita yang sering kamu hadapi saat masih berstatus lajang di usia matang.
1. Disebut Fokus Mengejar Karier
Seseorang sering disebut terlalu fokus mengerjar karier saat masih melajang di usia matang. Kamu dianggap tidak peduli dengan status hubungan dan hanya akan terus mencintai pekerjaan sampai tua.
Situasi ini tentu dapat mengganggu kenyamanan serta membuatmu merasa tertekan, terlebih oleh asumsi yang mengatakan bahwa wanita dilarang bekerja dan hanya boleh berperan sebagai ibu rumah tangga.
2. Dianggap Terlalu Pemilih
Ketika masih berstatus lajang di usia dewasa, kamu cenderung dianggap terlalu pemilih dalam mencari pasangan oleh banyak orang. Opini lain juga mengungkapkan bahwa kamu menjadi tidak laku karena memiliki banyak kriteria, yang mana cukup sulit untuk direalisasikan.
3. Kehilangan Teman Main
Tak sedikit orang mengeluhkan telah kehilangan teman main saat berada di usia matang. Hal ini memang benar adanya karena banyak dari mereka tengah disibukkan oleh pekerjaan serta aktivitas lain yang membuatnya sulit membagi waktu untuk berkumpul bersama.
Situasi ini cukup menyulitkanmu dalam mencari pasangan. Tak heran jika orang-orang lajang di usia matang dan mungkin termasuk kamu, lebih memilih menghabiskan waktu luang untuk memanjakan diri, bermain bersama hewan peliharaan, atau kumpul dengan keluarga.
4. Sering Dijodohkan di Tiap Acara Keluarga atau Reuni Sekolah
Masih berstatus lajang di usia matang cenderung membuatmu sering dijodohkan. Terlebih saat menghadiri acara keluarga besar atau reuni bersama teman-teman sekolah. Situasi seperti ini tidak jarang memicu perasaan kurang nyaman. Mengapa?
Pasalnya, kamu seolah dituntut untuk cepat memiliki pasangan dan kemudian menikah. Padahal, kamu mungkin belum mempersiapkan diri, di mana masih ingin hidup bebas atau tidak terikat dengan janji pernikahan.
5. Disebut Ketinggalan oleh Orang Sekitar
Usia normal seseorang untuk menikah diketahui di bawah 30 tahun, khususnya wanita. Beragam opini yang berkembang di masyarakat Indonesia berkata bahwa jika masih melajang di usia matang bisa dijuluki sebagai perawan atau perjaka tua.
Padahal, pernikahan tidak bisa ditargetkan dengan usia, namun kesiapan kamu dan pasangan untuk melakukannya. Meski dianggap sudah tak lagi produktif, menikah di atas 30 tahun nyatanya bukan berarti ketinggalan. Jadi, jangan khawatir, ya!
Itulah lima realita yang perlu dihadapi saat masih berstatus lajang di usia matang. Lalu, apa yang kamu lakukan untuk mengatasi semua hal tersebut?
Baca Juga
-
Beri Cinta Lebih dariku by Sena
-
Punya Pengaruh Buruk, Ini 5 Cara Meminimalisir Screen Time pada Balita
-
Rasa Rindu di Balik Sepiring Indomie Goreng yang Sederhana
-
Tolak Bahasa Melayu, Warga Malaysia Ini Larang Indonesia Menonton Upin-Ipin
-
5 Alasan Buruk yang Bikin Seseorang Memutuskan untuk Menikah, Bisa Berdampak Negatif
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Masker Rambut Berbahan Mint yang Ampuh Usir Rambut Lepek dan Ketombe
-
AI Bisa Masuk ke Earbud! Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi Diperkenalkan
-
Hapus Makeup Waterproof! 4 Cleansing Balm Tube Mini Anti-Ribet Buat Liburan
-
MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X
-
Intip Spek Huawei Mate 90 RS Ultimate: Kamera Periskop 200 MP dan Zoom Optik 12x Jadi Sorotan
Terkini
-
Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku
-
Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja
-
Salma Rilis Lagu 'maha benar', Sindiran Keras Buat Netizen Julid dan Si Paling Paham Hidup Orang!
-
Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?
-
Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?