Sebagai manusia yang memiliki banyak batasan, ada baiknya kita memahami apa yang harusnya bisa kita lakukan untuk terus maju dan berkomitmen menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Komitmen yang dimiliki tidak harus berupa suatu hal yang tertulis, namun juga penanaman dalam diri bahwa konsistensi yang akan membawa kita menuju kesuksesan dengan mengurangi kebiasaan buruk.
Memulai kebiasaan baik dan mengurangi kebiasaan buruk bisa kamu lakukan untuk mencapai hal yang diimpikan selama ini. Kebiasaan buruk ini mungkin sering kamu lakukan dan tidak disadari, maka dari itu mulailah kurangi kebiasaan-kebiasaan di bawah ini agar bisa meningkatkan value diri.
Berikut 5 kebiasaan buruk yang membuatmu sulit meningkatkan value diri:
1. Bekerja 24/7
Mungkin kamu memiliki passion untuk bekerja. Lagi-lagi, setiap manusia punya batasan dan harus memahami batasan yang mereka miliki. Bekerja pagi siang dan malam tanpa memikirkan kesehatan malah menjadi hal berbahaya dan menurunkan performamu.
Hal ini disebabkan karena kamu kurang istirahat dan sulit fokus dalam mengerjakan sesuatu. Akibatnya, target yang ingin kamu capai malah terhalangi oleh kondisi fisik.
2. Tidak punya rencana kedepan
Kamu mungkin bisa bekerja, melakukan aktivitas, namun tidak menutup kemungkinan bahwa kamu tidak mengerti dan memahami tujuan kamu melakukan hal tersebut.
Cobalah untuk mencanangkan rencana ke depan dan roadmap hidup yang akan kamu jalani. Dengan begitu, kamu akan menikmati dan menghargai setiap langkah yang kamu pilih.
3. Selalu berusaha perfeksionis
Sifat perfeksionis terkadang menjadi bumerang bagi diri sendiri. Mengharapkan hasil yang sesuai dengan rencana dan tidak memiliki backup plan membuatmu malah terlalu mementingkan ekspektasi dan membuatmu sulit maju karena terhambat oleh keinginan dan ego.
Maka dari itu, ada baiknya untuk tetap berada di jalan yang tepat sambil memikirkan kemungkinan yang terjadi.
4. Mengharapkan hasil instan
Kesuksesan tidak bisa dicapai dengan proses yang instan. Justru, dengan proses yang panjang kamu bisa menghargai waktu yang kamu miliki dan setiap proses yang dicapai.
Hidup ini diumpamakan sebagai olahraga maraton, tidak perlu terlalu cepat dan hal yang terpenting adalah kamu tidak pernah berhenti untuk bergerak mencapai impianmu.
5. Salah memilih partner
Ini biasanya terjadi kepada orang yang sering bekerjasama dengan orang lain dalam mencapai sesuatu. Contohnya dalam menjalankan bisnis.
Carilah ornag yang memahami tujuan hidupmu dan memiliki visi misi yang sama denganmu sehingga konflik internal antara kamu dan partner tidak sering terjadi.
Value diri harus mulai dibangun sejak dini agar nantinya kita bisa menentukan jalan hidup apa yang akan kita jalani. Pantang menyerah dan optimis dalam menjalani hidup adalah kunci utama dalam meningkatkan value diri.
Baca Juga
-
Jangan Bingung, 9 Langkah Ini Bisa Kamu Lakukan saat Merasa Stuck
-
Kamu Tidak Perlu Merasa Bersalah atas 6 Hal ini, Bentuk Cinta Diri Sendiri!
-
Bukan Hanya Soal Gaji, Ini 6 Alasan Karyawan Mau Bertahan di Perusahaan
-
7 Cara yang Bisa Kamu Terapkan Agar Pengeluaran Tidak Membengkak
-
7 Tanda Kamu Termasuk Orang yang Fast Learner, Salah Satunya Tidak Takut Salah!
Artikel Terkait
-
HP Android Terasa Lambat? Coba 3 Tips untuk Meningkatkan Performa Ini
-
Kepala BGN Sebut Gizi Tak Bagus Jadi Biang Kerok Timnas Kalah, Anggota DPR: Jangan Lebai
-
Jangan Normalisasi Jongkok di Toilet Duduk, Gunakan Sehakikatnya!
-
44 Tahun Nasib Buruk Timnas Indonesia di Kandang Australia
-
Kabar Buruk dari Ragnar Oratmangoen Jelang Garuda Calling Timnas Indonesia
Lifestyle
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
-
4 Inspirasi Gaya Harian dari Yeri RED VELVET, Kece untuk Outfit Sehari-hari
Terkini
-
Lee Jae Wook Bakal Main di 'Honeycomb Project', Drama Horor Fantasi Netflix
-
Kalahkan Korea Selatan, Hal Ini Masih Perlu Dievaluasi dari Timnas Indonesia U-17
-
Jejak Politika Ki Hajar Dewantara dalam Menyongsong Kemerdekaan Bangsa
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara