Makin dewasa, makin banyak hal-hal yang membuat kita khawatir. Masalah datang silih berganti, seakan hidup kita tidak pernah mendapat ketenangan sedikit pun. Terlebih saat memasuki usia 20 tahun. Saat kedewasaan berpikir mulai dituntut secara terus menerus, sehingga kita terkadang ingin menyerah. Masalah yang datang membuat kita ragu akan kemampuan kita sendiri.
Tak jarang seseorang mengalami depresi atau bahkan mengalami gangguan jiwa karena khawatir berlebihan akan hidupnya kelak. Terlebih jika kamu belum bekerja, sementara kamu harus memenuhi kebutuhanmu sendiri atau keluarga. Belum lagi melihat pencapaian orang sekitar yang sudah jauh melebihi kita.
Namun, jangan terlalu terbebani dengan apa yang terjadi. Berikut 3 hal yang harus kamu tahu jika ingin terhindar dari kekhawatiran berlebihan akan masa depan.
1. Semua orang berjalan di zona waktu masing-masing
Ada banyak orang yang merasa terintimidasi atas pencapaian orang lain. Mungkin kamu salah satunya. Jika begitu, perlu kamu pahami bahwa semua orang punya zona waktu masing-masing. Bahkan anak yang lahir kembar dari rahim yang sama, punya zona waktu yang berbeda.
Mungkin teman sebayamu sudah menjadi guru, dokter, atau mungkin pengusaha yang sukses. Sementara kamu hanya berjualan buah di pasar dengan penghasilan pas-pasan. Namun, jangan merasa kecil hanya karena pekerjaanmu yang tidak sehebat mereka. Mungkin saat ini kamu hanya berjualan buah di pasar, tetapi tidak menutup kemungkinan beberapa tahun lagi kamu punya jangkauan pasar yang lebih luas. Asal kamu tekun berusaha, hidupmu pasti akan berubah.
2. Tidak ada yang tahu akan menjadi apa mereka besok
Sama seperti saya, kamu, dan semua orang yang terlahir di dunia ini. Tak seorang pun yang tahu mereka akan dilahirkan oleh siapa dan mereka akan tumbuh di keluarga yang bagaimana. Pengusaha sukses tentu tidak tahu kalau suatu saat ia akan sukses. Mereka hanya berusaha dan tetap tekun menjalani apa yang sudah mereka yakini sebagai sumber penghidupan mereka.
3. Selalu bersyukur atas hari ini
Hal sederhana ini menjadi cara yang ampuh mengatasi kekhawatiran berlebihan akan masa depan, meskipun tidak banyak orang yang menerapkannya. Mensyukuri apa yang kita terima setiap harinya akan membuat pikiran selalu positif, sehingga terhindar dari kekhawatiran yang berlebihan.
Mungkin hari ini kamu hanya bisa makan dua kali. Namun, jika kamu bisa mensyukuri makanan itu, kamu tidak akan khawatir jika mungkin besok kamu hanya makan satu kali.
Jadi, jangan habiskan tenagamu untuk khawatir akan sesuatu yang tidak pasti. Khawatir itu wajar, tetapi jika itu sampai membuatmu takut menyongsong hari esok, kamu perlu meyakinkan dirimu bahwa setiap hari punya kesusahannya masing-masing.
Baca Juga
-
Tuai Hujatan Karena Menang MCI, Pantaskah Belinda Diperlakukan Demikian?
-
Ulasan Novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi, Kental dengan Nilai Sejarah dan Pengabdian
-
Ulasan Novel Rooftop Buddies, Pengidap Kanker yang Nyaris Bunuh Diri
-
Berkaca pada Kasus Bunuh Diri di Pekalongan, Dampak Buruk Gadget bagi Anak
-
Ulasan Novel Mata di Tanah Melus, Petualangan Ekstrem di Negeri Timur
Artikel Terkait
-
Hotman Paris Tolak Jadi Pengacara Lisa Mariana, Tapi Beri Ide Atalia Supaya Selingkuhan Diam
-
Patrick Kluivert Ramal Masa Depan Timnas Indonesia, Isinya Bikin Kaget
-
Diisukan Selingkuh, Segini Gaji Ridwan Kamil saat Jadi Gubernur Jawa Barat
-
Heboh Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Selingkuh, Atalia Praratya: Sekali Keluarga Tetap Keluarga!
-
Habis Rumor Selingkuhi Model Dewasa, Terbitlah Klarifikasi Ridwan Kamil
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?