Budaya ikut-ikutan sekarang ini sudah merambah ke kalangan masyarakat. Padahal budaya ikut-ikutan itu tidaklah baik bagi kehidupan sehari-hari. Persoalannya, dengan berkembangnya budaya ikut-ikutan akan membuat masyarakat terjerat ke jalan yang salah.
Coba bayangkan, seandainya ada seseorang mengikuti temannya yang merokok, tentu hal tersebut tidak baik buat kesehatan dirinya hanya karena mengikuti lingkungan sekitar.
Sebab itu, budaya ikut-ikutan harus dicegah. Masyarakat pun harus tahu dampak buruk dari budaya ikut-ikutan tersebut. Berikut 4 dampak buruknya.
1. Mengoyak kantong
Dampak buruk yang pertama adalah mengoyak kantong. Coba bayangkan bagaimana seandainya kamu mengikuti budaya yang berkembang dimana masyarakat beramai-ramai membeli baju maupun tas yang lagi ngetrend saat ini.
Kalau kamu mengikuti budaya itu maka kantongmu terkoyak akibat ikut-ikutan. Alhasil, keuanganmu melemah dan kamu tak sanggup lagi membeli barang kebutuhan.
2. Dibenci
Dampak buruk kedua budaya ikut-ikutan adalah dibenci. Coba seandainya kamu ikut-ikutan dengan temanmu suka ngebully orang lain, maka kamu akan dibenci dan dicap sebagai tukang bully. Banyak orang yang akan menjauhi dan menjadi musuhmu. Tentu itu tidak baik buat kehidupan kedepan.
3. Tak punya jati diri
Selanjutnya, jika kamu memegang teguh budaya ikut-ikutan maka kamu tak akan punya jati dirimu. Kamu akan disetir oleh banyak orang dan dipengaruhi.
Berawal dari itulah, kamu tidak akan menemukan jati dirimu maupun karaktermu sesungguhnya. Kamu akan terbayang-bayang dan mengharapkan orang lain.
Dampak yang paling buruk adalah kamu bisa diproses hukum. Misalnya kamu mengikuti geng motor maupun begal karena mengikuti perilaku di lingkungan sekitarmu, maka kamu akan diproses hukum.
Sekarang ini, sudah banyak orang melakukan kejahatan hanya karena ikut-ikutan saja. Hanya karena diajak teman maka dia mau melakukan kejahatan. Itu sering terjadi. Karena itu, harus kita cegah.
Dengan demikian kita semakin tahu dampak buruk dari budaya ikut-ikutan tersebut. Karena itu, kita harus mencegahnya agar tidak masuk dalam pikiran dan hati. Budaya ikut-ikutan itu sebenarnya tak baik buat diri sendiri.
Sebab itulah, kita coba untuk mengubah diri dan mengantisipasi untuk ikut-ikutan hal-hal buruk yang disajikan orang lain.
Baca Juga
-
Udaranya Sudah di Tingkat Berbahaya, Korban ISPA di Kalimantan Tembus Ratusan Ribu Jiwa
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
-
Bukan Sekadar Menunggu: Pentingnya Doa dan Usaha Nyata dalam Menjemput Jodoh
-
Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan
-
Waspada Sindikat Transnasional: Jangan Tergiur Janji Manis Kerja di Luar Negeri
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Kulit Remaja Bebas Jerawat Tanpa Kuras Dompet! 4 Acne Serum Rp30 Ribuan
-
Auto Glowing! 5 Rekomendasi Brightening Ampoule Pembasmi Noda Jerawat
-
5 Sunscreen Korea untuk Kulit Sensitif: Aman, Tanpa Alkohol dan Parfum
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
Terkini
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia