Self sabotage menjadi salah satu hal yang kerap dialami oleh hampir semua orang selama hidupnya. Lantas, apa itu self sabotage dan apa saja tanda-tandanya? Yuk, simak ulasan berikut ini.
Banyak orang yang berpikir bahwa toxic dalam suatu hubungan sosial hanya datang dari luar. Dengan kata lain, butuh setidaknya dua orang sehingga toxic ini bisa tersebar. Namun, pada kenyatannya toxic juga bisa datang dari diri sendiri dan ditujukan pada diri sendiri. Hal ini mungkin sulit dipahami karena dipengaruhi oleh psikis seseorang yang mendorongnya untuk mewajarkan hal itu.
Namun, jika dibiarkan berkelanjutan, tidak menutup kemungkinan kamu akan menghancurkan kehidupanmu secara perlahan. Mungkin kamu merasa ada yang salah dengan setiap tindakanmu. Barangkali kamu menyadari adanya perubahan negatif dalam dirimu dibandingkan dengan dirimu sebelumnya. Hal itu bisa saja dikarenakan kamu sedang mengalami self sabotage.
Self sabotage sendiri adalah perilaku yang tidak disadari dapat merusak atau menghambat kamu melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan. Untuk menghindari self sabotage, kamu perlu mengetahui 4 tanda berikut.
4 tanda kamu mengalami self sabotage.
1. Sering melakukan negative self talk
Negative self talk menjadi tanda krusial kamu mengalami self sabotage. Negative self talk adalah tindakan yang mana seseorang mengeluarkan ucapan yang mengucilkan atau merendahkan dirinya sendiri.
Hal ini bisa berupa ucapan seperti menyebut dirinya bodoh, atau menyebut dirinya memiliki wajah yang jelek, bentuk tubuh yang tidak ideal, atau mengucapkan kata-kata yang tidak pantas pada diri sendiri.
2. Tidak memvalidasi perasaan
Terkadang kita mengabaikan perasaan atau gejolak emosi yang sedang kita rasakan. Terlebih jika kita hidup di lingkungan yang kurang bisa menerima emosi yang kita keluarkan.
Misalnya kamu sedang sedih, tetapi kamu memilih untuk mengabaikannya dan bersikap seolah tidak merasakan apa-apa.
Mungkin kamu takut lingkungan sekitarmu akan berpikir kamu cengeng atau lemah karena menangis atau mengeluh.
3. Mengasingkan diri
Tanda kamu mengalami self sabotage, yakni mengasingkan diri. Saat mengasingkan diri dari orang sekitar, bisa jadi kamu sedang terjebak self sabotage.
Mengasingkan diri dalam hal ini, kamu menjauhi orang-orang sekitar karena kamu merasa tidak pantas berada di antara mereka. Barangkali mereka mencapai karier yang lebih baik darimu sehingga kamu merasa minder.
4. Selalu mendahulukan kebahagiaan orang lain
Selalu mendahulukan kebahagiaan orang lain sering sekali terjadi, terlebih di dalam suatu hubungan, baik pacaran atau pun pertemanan.
Banyak orang tidak menyadari bahwa selalu mengedepankan kebahagiaan orang lain melebihi kebahagiaannya sendiri hanya akan menumbuhkan racun bagi diri sendiri.
Itulah 4 tanda kamu mengalami self sabotage. Jika kamu mengalami tanda-tanda di atas, kamu perlu segera meninggalkannya dan mulai mencintai dan menghargai dirimu sendiri. Setiap orang berharga dan punya nilai dalam diri mereka.
Baca Juga
-
Tuai Hujatan Karena Menang MCI, Pantaskah Belinda Diperlakukan Demikian?
-
Ulasan Novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi, Kental dengan Nilai Sejarah dan Pengabdian
-
Ulasan Novel Rooftop Buddies, Pengidap Kanker yang Nyaris Bunuh Diri
-
Berkaca pada Kasus Bunuh Diri di Pekalongan, Dampak Buruk Gadget bagi Anak
-
Ulasan Novel Mata di Tanah Melus, Petualangan Ekstrem di Negeri Timur
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Serum Resveratrol Kaya Antioksidan Atasi Dark Spot dan Kerutan di Wajah
-
5 Rekomendasi HP Murah dengan Baterai 6000 mAh di Awal 2026, Harga Mulai Rp 1 Jutaan
-
4 Padu Padan OOTD Layering Monokrom ala Felix Stray Kids yang Wajib Ditiru!
-
4 Rekomendasi Sampo Pelurus Rambut, Jadi Lebih Halus dan Mudah Diatur
-
Motorola Kenalkan Razr Fold di Consumer Electronics Show 2026, HP Lipat Layar Lega 8,09 Inci
Terkini
-
Hantu Tanpa Wajah Meregang Nyawa
-
Matcha Kemasan Infus Viral, Menarik tapi Picu Dilema Etik Keamanan Pangan
-
Choi Woo Shik dan Gong Seung Yeon Akan Bintangi Film Baru, Number One
-
Film Musuh Dalam Selimut: Kisah Perselingkuhan dari Orang Terdekat
-
Film Die My Love: Menghadirkan Drama tentang Depresi yang Brutal!