Kita hidup memiliki dua sisi. Positif dan negatif. Kedua sisi tersebut saling berkelindan dalam diri kita. termasuk dalam hal emosi. Menurut KBBI daring, emosi ialah luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat; marah; keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan ,keberanian) yang bersifat subjektif.
Sementara negatif ialah tidak pasti; tidak tentu; tanpa pernyataan; kurang baik; menyimpang dari ukuran umum. Berdasarkan pengertian keduanya, dijelaskan bahwa emosi negatif ialah luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat yang kurang baik dan menyimpang dari ukuran umum.
Menghadapi keadaan yang membuat emosi negatif kita naik, kita perlu mengurangi dan mengatasi agar tidak berlarut menuju sesuatu yang tidak baik. Bagaimana caranya mengurangi emosi negatif yang cenderung merusak?
Berikut ada 3 cara mengatasi emosi negatif.
1. Meminta karunia penguasaan diri dari Tuhan
Ketika emosi negatif berkelindan dalam hidup kita dan seolah menguasai diri kita, kita perlu kembali pada Tuhan. Mendekat kepada penguasa alam semesta. Kita mendekatkan diri kepada sang Pencipta untuk meminta karunia berupa penguasaan diri.
Menguasai diri atas hal-hal negatif sehingga tidak tumbuh kembang dan berubah menjadi emosi yang positif. Ketika bisa menguasai diri dari emosi yang negatif berarti kita bisa mengendalikan diri. Intinya meminta karunia kepada Tuhan agar diberikan kekuatan menguasai diri agar tidak meluapkan emosi negatif yang merusak.
2. Mengisi pikiran dengan banyak membaca kitab suci
Setiap pemeluk agama apapun memiliki kitab suci. Kita isi pikiran kita dengan membaca kitab suci. Dengan membaca kitab suci agama kita, hati kita akan terasa damai. Emosi negatif kita bisa surut dan kembali ke emosi yang positif.
Perasaan marah dan kurang baik bisa dihilangkan dan dikurang secara perlahan dengan mendekatkan diri pada Tuhan dan membaca dan mempelajari isi kitab suci agama kita. saat membaca itulah kita seraya berdoa supaya dikaruniai ketenangan batin dan kedamaian jiwa.
3. Mengarahkan pandangan ke depan
Anggaplah sesuatu masalah itu berlalu sesuai kodratnya. Pandanglah ke depan. Masa depan masih ada yang harus dihadapi. Masalah akan timbul lagi dengan cara dan problem yang berbeda. Teruslah jalani hidup dan jangan terlalu memikirkan apa yang sudah terjadi. Penesalan memang ada.
Tapi gunakan itu sebagai cambuk untuk meraih masa depan yang gemilang. Pertahankan emosi positif sehingga emosi negatif yang cenderung merusak bisa dieliminasi. Arahkan pandangan ke depan dan semoga bisa mencapai sukses di masa depan.
Demikian 3 cara mengatasi emosi negatif, semoga bermanfaat.
Baca Juga
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Pelukan Suzume dan Pelajaran tentang Inner Child yang Sering Disalahpahami
-
Bebas Kilap! 5 Clay Mask Abu Vulkanik untuk Kontrol Minyak dan Pori Bersih
-
4 Acne Body Wash Berbahan BHA Atasi Jerawat Punggung dan Tekstur Kasar
-
Kulit Auto Adem! 5 Calming Moisturizer Buat Redakan Kemerahan Saat Breakout
-
Hempas Jerawat Punggung, 5 Sabun Batang Ini Bikin Kulit Halus dan Sehat
Terkini
-
I Need Space: Belajar Mengelola Emosi Lewat Petualangan di Luar Angkasa
-
Perkuat Jejaring Pers, Forum Wartawan Kebangsaan Bentuk Koordinator di DIY
-
Petani di Tengah Perubahan Iklim: Mengapa Kemitraan Inklusif Menjadi Penting?
-
Comeback dengan Lagu Stay, Yuqi i-dle Yakin Hari Esok Pasti Akan Lebih Baik
-
Digital Detox Bukan Cuma Tren: Kita Perlu Jeda dari Kebisingan Media Sosial