Overthinker merupakan sebutan bagi orang-orang yang sering overthinking. Ada banyak sekali penyebab yang membuat seseorang udah mengalami overthinking, mulai dari tuntutan sosial untuk selalu sempurna, sampai tekanan ekspektasi terhadap diri sendiri yang berlebihan.
Agar tidak berdampak negatif dan membuat kita mudah stres, kita perlu tahu beberapa tips dan cara untuk mengatasi overthinking yang berlebihan. Sebenarnya overthinking dalam kadar yang wajar itu dapat membuat kita terpacu untuk terus berusaha, tetapi jika berlebihan akan membuat kita mudah stres dan susah bahagia.
Dikutip dari Instagram @jessy.psikolog, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan oleh para overthinker untuk mengatasi overthinking.
1. Beri jeda
Pikiran dan otak kita setiap harinya pasti bekerja dengan keras, apalagi dalam keadaan tertekan dan dikejar deadline tertentu. Agar otak kita tidak terus-terusan merasa tertekan dan tegang, penting untuk memberi jeda sejenak.
Ambil beberapa menit untuk beristirahat dari kegiatan apapun, nikmati setiap detik yang terdengar, amati lingkungan sekitar tempat kamu berada. Hal ini untuk membiasakan pikiran kita untuk tidak berlarian terus-menerus tanpa arah.
2. Mengamati pikiran
Ada perbedaan antara mengikuti pikiran dan mengamati pikiran. Mengikuti pikiran artinya kita terhanyut dalam lamunan dan tidak memedulikan sekitar, sedangkan mengamati pikiran artinya kita meninjau kembali pikiran kita dan berusaha melihatnya dari sudut pandang luar.
Dengan mengamati pikiran tanpa terhanyut di dalamnya, kita bisa menghindari overthinking yang berusaha menguasai pikiran kita.
3. Buat perencanaan
Salah satu cara untuk mengatasi overthinking adalah dengan membuat perencanaan yang detail dan matang. Penyebab overthinking kebanyakan adalah karena kekhawatiran akan sesuatu yang belum tentu terjadi.
Dengan membuat perencanaan yang matang dan detail, kita akan terfokus untuk menyelesaikan hal tersebut dan mencari strategi pemecahan masalah daripada terlarut dalam overthinking.
4. Beri waktu khusus untuk overthinking
Overthinking ada tidak untuk dihindari, tetapi diatasi. Jika kamu adalah seorang overthinker akut, sediakan waktu khusus untuk overthinking. Memangnya bisa dan penting?
Hal ini bisa kamu lakukan sebagai salah satu strategi untuk membatasi waktu untuk overthinking dengan waktu untuk produktif dan berkegiatan. Sediakan waktu tertentu dan beri batas yang jelas, agar kita bisa mengekspresikan perasaan dengan bebas tetapi tetap memiliki waktu untuk produktif.
Itulah empat tips atau cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi overthinking. Tertarik mencoba tips yang mana?
Tag
Baca Juga
-
Ikuti Perjalanan Hampa Kehilangan Kenangan di Novel 'Polisi Kenangan'
-
3 Novel Legendaris Karya Penulis Indonesia, Ada Gadis Kretek hingga Lupus
-
Geram! Ayu Ting Ting Semprot Netizen yang Hujat Bilqis Nyanyi Lagu Korea
-
Haji Faisal Akui Sempat Syok dengan Konten Atta Halilintar yang Disebut Netizen Sentil Fuji
-
Outfit Bandara Seowon UNIS Jadi Sorotan, K-netz Perdebatkan Usia Debut
Artikel Terkait
-
Sulit Tidur? 7 Makanan Ini Bisa Membantu Tidur Nyenyak Tiap Malam
-
5 Jurus Ampuh Cegah Stres Saat Perjalanan Arus Balik Mudik Lebaran 2025
-
Stop Normalisasi Bertanya Kapan di Hari Raya!
-
Tips Kelola THR Biar Nggak Boncos Waktu Lebaran
-
Nexus Luncurkan Unit Bisnis Baru, Fokus Keberlanjutan dan Perencanaan Keuangan
Lifestyle
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
-
4 Inspirasi Gaya Harian dari Yeri RED VELVET, Kece untuk Outfit Sehari-hari
Terkini
-
Lee Jae Wook Bakal Main di 'Honeycomb Project', Drama Horor Fantasi Netflix
-
Kalahkan Korea Selatan, Hal Ini Masih Perlu Dievaluasi dari Timnas Indonesia U-17
-
Jejak Politika Ki Hajar Dewantara dalam Menyongsong Kemerdekaan Bangsa
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara