Perlu adanya kesadaran, menabung tidak hanya tentang berapa banyak uang yang bisa kamu sisihkan. Lebih lanjut, menabung merupakan suatu kegiatan tentang membentuk kebiasaan yang terus-menerus. Satu hal yang harus dipegang teguh adalah konsistensi. Di internet, ada banyak sekali cara menabung yang mudah sesuai dengan kondisi kamu. Jika sampai saat ini kamu masih mengalami kesulitan untuk menyisihkan uang, mungkin ada yang salah dengan cara kamu menabung selama ini.
Menyadur laman resmi GoBankingRates yang dikutip oleh CIMB NIAGA, berikut 5 cara menabung yang benar menurut pakar keuangan agar konsisten di bawah ini. Yuk, catat!
1. Menggunakan Autodebit Agar Uang Langsung Tersisihkan Untuk Tabungan
Mengutip tokoh Farnoosh Torabi, yang mana ia adalah seorang penulis dan ahli keuangan, ia menyebutkan bahwa menabung dengan transfer otomatis adalah cara yang paling efektif. Lebih lanjut, sang pakar keuangan ini menganjurkan setidaknya 10% dari gaji kamu sebaiknya ditransfer secara auto debet ke rekening tabungan. Oleh karena itu, kamu nantinya tidak akan memiliki alasan lupa menabung. Hal ini juga menghindari kamu tergoda untuk membelanjakan pendapatan yang kamu dapatkan sebelum dimasukkan ke dalam tabungan.
2. Menabunglah dari Jumlah Kecil Sebagai Latihan
Mengutip pendapat Clark Howard, yang juga adalah seorang pakar konsumen, menabung sebaiknya dimulai dari jumlah yang kecil terlebih dahulu namun harus rutin dilakukan. Tidak banyak orang yang bisa menabung dalam jumlah yang besar, oleh karena itu mulailah dari yang paling kecil. Hal ini dilakukan agar meringankan beban generasi millenial sebagai pemula.
3. Mengumpulkan Uang Hasil Kembalian Belanjaan
Berdasarkan pandangan Ric Edelman yang berposisi sebagai Ketua dan CEO Edelman Financial Services, ia memberikan tips khusus untuk bisa menabung dengan benar. Menurut Ric Edelman, mengumpulkan uang kembalian berbentuk recehan atau jumlah yang kecil dapat digunakan untuk belanja barang dengan nilai yang besar. Oleh karena itu, jika kamu menerima kembalian dari belanjaan pokok, tabung uang tersebut, ya!
4. Pisahkan Rekening Tabungan
Ada tokoh bernama Ligwina Hananto, seorang perencana keuangan yang dikutip dalam Womantalk dan CIMB NIAGA, menegaskan pentingnya memisahkan rekening tabungan dengan rekening harian. Dengan memisahkan rekening tabungan, kamu uang sebagai pemula dalam menabung telah menyelamatkan uang untuk dipakai dalam keadaan darurat di kemudian hari.
5. Buat Tujuan Menabung
Lebih lanjut Ligwina menuturkan bahwa jika menyisihkan uang tanpa tujuan merupakan hal yang mudah dilakukan. Jangan hanya menyisihkan uang saja, namun tentukan pula tujuan kamu dalam menabung. Mulai menabung untuk hal-hal yang kamu sukai terlebih dahulu misalnya. Seperti contoh menabung untuk kebutuhan pergi travelling, ibadah haji, atau untuk membeli sesuatu yang berguna. Ketika kebiasaan menabung telah berhasil terbentuk, akan lebih mudah menetapkan tujuan, lho!
Itulah kelima tips disiplin menabung agar konsisten untuk para generasi millenial. Selamat mencoba, ya!
Baca Juga
-
3 Tips Jitu Menerapkan Pikiran Positif, Jauhi Toxic Mindset!
-
Mengenal Istilah Endometriosis: Penyakit pada Sistem Reproduksi Wanita
-
3 Ide Outfit Feminim ala Aktris Thailand Love Pattranite, Stylish Banget!
-
Pikirkan 6 Hal Ini saat Mantan Mengajak Balikan, Jangan Buru-Buru Terima!
-
3 Alasan Mengapa Harus Mendukung Hobi si Buah Hati, Support Selagi Positif!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
iPhone Versi Android? Honor 600 Pro Viral karena Iklan di Depan Apple Store
-
Murah Tapi Gak Murahan! 7 HP Samsung Terbaik 2 Jutaan
-
4 HP Flagship Dimensity 9500: Spek Dewa, Siap Libas Game Berat
-
OnePlus Ace 6 Ultra Resmi Rilis, Usung Dimensity 9500 dan Baterai Raksasa
-
4 Brightening Serum dengan Glycolic Acid Solusi Wajah Lebih Cerah dan Halus
Terkini
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
-
Bukan Sekadar Isekai: Mengapa Mushoku Tensei Dianggap Pelopor Genre Modern?
-
Proyek Bangunan Ternyata Butuh Tumbal? Fakta Menarik di Film Tumbal Proyek
-
Jogja yang Romantis bagi Pelajar, tapi Terasa Pedih bagi Pekerja
-
Simfoni Kesederhanaan Didikan Mamak Nur dan Bapak Syahdan dalam Novel Pukat