Seiring bertambahnya usia, tanpa kita sadari hidup kita juga akan bertambah berat. Banyaknya tanggung jawab yang satu per satu mulai menghampiri, berbagai ekspektasi dari keluarga dan lingkungan sekitar, hingga tuntutan agar bisa menjadi seseorang yang sukses dan berguna.
Terkadang, rasa khawatir yang kita miliki terasa begitu berat dan menjadi beban. Kita jadi tidak bersemangat menjalani hari, selalu diliputi perasaan gugup, tidak tenang, dan gamang akan masa depan. Pemikiran tentang berbagai hal seperti masa depan, pekerjaan, hubungan percintaan, mulai menyita waktu dan pikiran kita.
Kamu pernah merasakan kekhawatiran tersebut? Yuk kenali 3 kekhawatiran yang sering dirasakan oleh orang dewasa muda, cari tahu juga cara mengatasinya yang bersumber dari tulisan Permatasari (2021) berikut ini.
1. Khawatir akan masa depan
Mimpi dan cita-cita yang telah berusaha kita bangun sejak dulu perlahan mulai mendekat, tetapi seiring dengan hal tersebut, perasaan khawatir dan was-was juga tidak bisa ditepis begitu saja. Saat semuanya terasa berjalan dengan mulus, kita justru curiga jangan-jangan akan ada hal yang tidak diinginkan akan terjadi nantinya.
Khawatir terhadap masa depan itu wajar. Sebab, kita pasti mendambakan masa depan yang cerah dan bahagia. Jika kamu merasa khawatir pada masa depan, ceritakanlah kekhawatiranmu kepada sahabat atau orang terdekat, agar beban di pundakmu perlahan mulai meluruh.
2. Membandingkan diri dengan pencapaian orang lain
Satu kebiasaan yang mungkin sulit untuk kita hentikan adalah kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Entah kenapa, ketika melihat hidup orang lain terlihat indah dan begitu bahagia, kita merasa insecure dan menganggap bahwa diri kita tidak akan pernah bisa mencapai hal itu.
Satu hal yang harus kita ingat, kita hanya ada satu di dunia ini. Membandingkan diri dengan orang lain mungkin memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, apalagi di era gempuran media sosial sekarang. Yang perlu kita lakukan hanya sadar sepenuhnya bahwa itu hidup orang lain, dan kita punya hidup kita sendiri. Apa yang dimiliki orang lain belum tentu cocok jika dimiliki oleh kita.
3. Tidak yakin dengan pekerjaan dan hubungan saat ini
Saat memasuki usia dewasa muda, segala sesuatunya terlihat kabur dan tidak jelas. Mulai dari pekerjaan hingga hubungan asmara. Kita mungkin akan kebingungan menentukan arah karier dan hubungan asmara yang sedang kita jalani. Rasanya terlalu sulit untuk mengambil sebuah keputusan, karena takut keputusan tersebut akan merugikan kita.
Kita harus bisa keluar dari zona nyaman. Jika kita terus-menerus meringkuk di zona nyaman dan mempertahankan keadaan seperti itu terus-menerus, kita tidak akan pernah bisa berkembang. Terkadang, kita harus berani mengambil keputusan dan menganggung risiko atas keputusan yang telah kita buat tersebut.
Itulah tiga kekhawatiran saat usia dewasa muda beserta cara mengatasinya. Ingatlah, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Jangan pernah putus asa karena perjalanan kita sebagai manusia masih sangat panjang.
Baca Juga
-
The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri
-
Lebih dari Sekadar Romansa, Ini Alasan Kenapa Kamu Wajib Baca Kokoronotomo: I Heart Tokyo
-
5 Primer Makeup untuk Pemula, Bisa Kamu Dapatkan di Bawah Rp50 Ribu!
-
Lika-liku Perasaan Remaja: Dear G Hadirkan Kisah Romansa Berbalut Teka-teki
-
Physical atau Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Ibu Hamil?
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Spray Serum Bi-Phase Kunci Kulit Glowing Setiap Hari, Under Rp100 Ribuan!
-
4 Clay Mask Peppermint dengan Sensasi Cooling untuk Hempas Minyak Membandel
-
5 Clay Mask Mugwort Lokal untuk Wajah Lebih Bersih, Tenang, dan Bebas Kilap
-
5 Rekomendasi HP dengan Chipset Dimensity Terbaik 2026: Performa Kencang, Baterai Anti Boros
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
Terkini
-
Mendengar Suara Korban Teror Gas Sarin Tokyo dalam Buku Underground
-
Privasi Semakin Tipis di Era Digital: Ketika Hidup Jadi Konsumsi Publik
-
Earphone Kabel Kembali Digemari Anak Muda, Nostalgia atau Kesadaran?
-
Of Love and Other Demons: Kritik Tajam terhadap Takhayul dan Prasangka
-
Sebagai Santri, Saya Marah: Pelecehan Tak Boleh Dinormalisasi di Pesantren