Jika kita bisa mencintai orang lain, lantas kenapa tidak dengan mencintai diri sendiri? Pada hakikatnya, konsep mencintai semuanya sama. Tentang penerimaan dan toleransi. Tapi mencintai juga tak sesederhana itu.
Berikut, lima cara mencintai diri sendiri!
1. Tak Kenal, Mana Sayang?
Kita gak hanya perlu kenalan sama orang baru aja nih. Tapi yang utama, tentunya kita harus kenalan sama diri kita sendiri yang telah bersama kita menjalani hidup sejak lahir di dunia ini. Ada banyak cara untuk kenalan sama diri kita.
Kalau biasanya kita akan meluangkan waktu untuk mengobrol dengan orang lain untuk mengenalnya, maka sisihkan waktu juga untuk bermonolog dengan diri sendiri. Menulis juga bisa menjadi salah satu upaya untuk berkenalan dengan pribadi kita. Intinya, tak kenal, mana sayang?
2. Toleransi Otak dan Hati
Sudah kenal, bisa sayang? Eits, tentulah di setiap perkenalan akan ada sebuah perbedaan. Maka dari itu, dibutuhkannya toleransi untuk menyinkronkan hati dan pikiran kita. Tentulah kita akan mengalami banyak kecamuk baik dari pikiran atau hati.
Banyak perbedaan pendapat yang sama-sama kuat dan berisik. Maka pikirkanlah dengan tenang, segala perdebatan akan usai dan menemui jalan keluarnya jika dipikirkan dengan tenang tanpa emosi.
3. Kuterima Kamu Apa Adanya
Gak hanya pasangan aja nih yang perlu kita terima apa adanya. Terlebih dahulu, kamu harus bisa menerima dirimu. Berdamailah dengan hal-hal yang membuatmu melakukan tindakan denial terhadap diri sendiri. Kita tentunya menginginkan orang lain bisa menerima kita apa adanya. Tapi, sudahkah kamu menerima dirimu dulu?
4. Take and Give
Pada dasarnya, kehidupan berputar secara seimbang. Yang berlebihan tak baik, yang kekurangan juga tak baik. Pada intinya, semua berjalan pada jalur tengah demi menjaga poros keseimbangan dunia. Tak hanya mengambil, kita juga harus memberi.
Sudah berikan apa pada diri sendiri? Ia sudah berjuang bertahan hingga saat ini, memberikan segenap usaha terbaiknya. Jadi sudah saatnya kamu memberikan sesuatu juga untuk diri sendiri, self reward, mungkin?
5. Privacy Room
Setiap manusia membutuhkan privasi. Sama halnya orang lain yang tak bisa diusik di hal-hal tertentu atau saat-saat tertentu. Kita juga butuh ruang sendiri.
Sisihkan waktu untuk memberi ruang pada diri sendiri, entah sekadar minum cokelat hangat sambil mendengarkan musik. Atau membaca buku dan menghirup udara segar dari balkon. Tentu, kamu yang paling tahu me time terbaikmu.
Sekian ulasan singkat di atas, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian!
Baca Juga
-
Di Atas Dendam, Ada Martabat: Mengenal Sisi Intim Buya Hamka Lewat Memoar Anak
-
Privilege Pendidikan: Les Privat dan Wajah Ketimpangan yang Kita Abaikan
-
Mengingat yang Dilupakan: Kisah Segara Alam dan Bayang-Bayang 1965
-
Mewarisi Kartini yang Mana? Membaca Ulang Jalan Menuju Terang
-
Jadi Ahli Bedah Toraks: Pesona Lee Jong-suk di Doctor Stranger
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Super Slim! Powerbank Xiaomi Ini Tipis dan Praktis Dibawa Ke Mana Saja
-
Kebaya Syifa Hadju saat Akad Nikah Curi Perhatian, Intip Detailnya!
-
4 Micellar Water Kandungan Tea Tree, Bersihkan Wajah untuk Cegah Bruntusan
-
Jagoan Baru Anak Muda, Realme C100 Siap Rilis dengan Baterai 8000 mAh
-
Mau Kulit Cerah Merata? 5 Rekomendasi Sabun Batang untuk Atasi Kulit Kusam
Terkini
-
Perempuan Misterius yang Menyeberang Jalan di Tengah Malam
-
Tanya TK, Bukan Kampus: Mengupas Gagasan Anies Baswedan soal Ketidakjujuran
-
Suka Perfect Crown? Ini 5 Drama Tema Kerajaan Modern yang Tak Kalah Seru
-
Kasta 'HP Kentang': Saat Spek Gadget Jadi Penentu Nilai di Sekolah
-
Mau Nonton Lebih Irit? XXI Sekarang Bolehkan Bawa Tumbler, Ini Syaratnya!