Berbicara soal self reward mungkin bisa juga mengapresiasi diri sendiri dengan merasa bangga setelah bisa menyelesaikan pekerjaan design. Salah satu caranya dengan sering menatap hasil design dan seakan berkata "Design saya ternyata bagus ya dan patut untuk dibanggakan sih."
Saya memang suka design, terutama memakai aplikasi Photoshop. Walau sebenarnya saya tidak terlalu jago menggunakan aplikasi Photoshop, hanya sekadar tahu sedikit sih untuk design baliho atau pamflet. Namun setidaknya saya bisa berbangga hati usai menyelesaikan pekerjaan design.
Sebenarnya kalau boleh jujur saya kadang malas kalau baru ingin memulai mendesign, apalagi kalau dalam keadaan banyak tugas atau pikiran sementara tidak karuan. Tetapi selalu saja tetap bisa mendesign walau dilanda kondisi seperti itu, terutama jika memang design untuk kegiatan organisasi atau ada teman yang menyuruh.
Setelah dalam perjalanan mendesign perlahan ada ide-ide yang muncul hingga akhirnya bisa menghasilkan design dalam bentuk finish. Pada kondisi itulah ada kebanggaan tersendiri usai bisa menyelesaikan design yang siap untuk disebar atau dicetak. Saya kadang sering menatap bolak-balik hasil design di layar handphone dan selalu memberikan penghargaan pada diri sendiri. Hal tersebut kadang saya merasa bahwa itu bentuk self reward pada diri saya sendiri.
Hasil design baliho
Baru-baru ini tepatnya pada tanggal 22 Juni 2022 saya kembali ditugaskan design baliho untuk kegiatan dialog kebangsaan oleh DPC GMNI Majene. Memang awalnya sulit mengerjakan itu, tetapi setelah design baliho selesai saya kerjakan, ehh ternyata ada kepuasan tersendiri yang bisa saya rasakan.
Ketika saya menatap hasil design baliho tersebut melalui layar handphone terungkap dalam pikiran bahwa hasil design saya memang bagus. Walau argumen tersebut saya sendiri yang mengatakan kalau bagus, tetapi cara itu memang bisa membuat saya senang.
Saya memang tidak tahu pasti siapa yang bakalan memuji hasil design saya, mungkin juga ada orang yang menilai hasil design saya biasa saja dan tidak ada yang patut dibanggakan. Tetapi kok saya tetap bisa bangga ya dengan cara saya sendiri, setidaknya saya bisa mengapresiasi diri sendiri walau mungkin orang lain tidak ada yang memberikan apresiasi.
Saya biasa tidak menyadari kenapa saya sering menatap hasil design usai menyelesaikannya. Namun lagi-lagi itu bentuk ketenangan saya karena sudah bisa berkarya. Saya mampu merasakan bahwa itu bentuk self reward pada diri sendiri usai bisa menyelesaikan hasil design.
Tag
Baca Juga
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
-
Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial
Artikel Terkait
Kolom
-
Tangki Cinta yang Kosong: Sulitnya Anak Broken Home Mengenal Hubungan Sehat
-
Ghosting, Breadcrumbing, dan Situationship: Bahasa Baru dalam Dunia Asmara
-
Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros
-
Prabowo dan Obsesi MBG: Mengapa Kemajuan Negara Diukur dari Perut Rakyat?
-
Kursi Prioritas Bukan Hadiah, Stasiun Cikoko Bukti Integrasi Itu Mungkin
Terkini
-
Review Every Monday Mabel: Ketika Truk Sampah Jadi Hal Terbaik di Dunia
-
4 Hybrid Sunscreen Cegah Jerawat Meradang Akibat Paparan Sinar Matahari
-
Teach You a Lesson: Drama Aksi Sekolah dengan Kritik Pedas Sistem Pendidikan
-
4 Hydrating Sheet Mask Ampuh Berikan Hidrasi Ekstra untuk Skin Barrier Kuat
-
Ironi Makan Bergizi Gratis: Mengapa Daerah 3T Masih Dianaktirikan?