Gemerlapnya kehidupan kota nyatanya tak selamanya memberikan kenyamanan dan kebahagiaan hidup. Adakalanya kemudahan akses berbagai hal di perkotaan justru menimbulkan masalah baru, baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Banyak kemudahan dan kelebihan kota yang justru seringkali membawa penduduknya merasakan gejala psikologis yang mudah berubah dan membingungkan. Untuk itu, perlu adanya pertimbangan yang matang sebelum kamu memutuskan untuk pindah ke kota agar kamu tidak frustrasi di kemudian hari.
Berikut ini 5 kelemahan tinggal di kota yang seringkali membuat orang frustrasi.
1. Biaya hidup yang besar
Pendapatan pekerja di kota memang jauh lebih besar daripada pendapatan jika kamu bekerja di desa. Akan tetapi di balik tingginya pendapatan, terdapat pula biaya hidup yang tinggi pula. Diperlukan kemampuan mengatur uang yang baik agar kamu bisa hidup dengan layak tanpa kekurangan di kota.
2. Buruknya kualitas udara
Akibat banyaknya kendaraan yang memenuhi jalanan kota menjadikan udara di kota memiliki kualitas yang minim. Belum lagi jika kondisi ini diperparah dengan kurangnya ruang terbuka hijau dan polusi udara yang diakibatkan oleh pembuangan limbah gas industri, tentu kualitas udara semakin memburuk. Kualitas udara yang buruk dapat mengganggu pernapasan dan dapat memberikan dampak yang lebih serius.
3. Persaingan hidup yang tinggi
Seperti halnya hukum rimba, kehidupan kota juga tidak lepas dari persaingan yang sengit. Siapa yang kuat dia akan bertahan, begitu pula dalam kehidupan, akan ada banyak persaingan entah secara ekonomi maupun berbagai hal lain yang kian hari kian menguras kesehatan mental. Di sektor ekonomi, kita akan banyak menemukan kesenjangan antara si kaya dan si miskin, belum lagi risiko terjadinya kejahatan kriminal yang mengintai sewaktu-waktu.
4. Suasana semrawut dan bising
Karena padatnya penduduk kota, menjadikan kota begitu bising dengan suasana yang acap kali semrawut. Hal ini seringkali membuat penduduk kota lebih rentan terpapar stres dan depresi.
5. Individualitas
Tingginya budaya individual di kota menyebabkan persaingan hidup semakin kompleks. Tak jarang mereka juga merasakan kesepian akibat kurangnya support system yang dapat menemani dan memberikan mereka semangat dalam menjalani hari.
Itulah mengapa kota tak selamanya menjadi tempat impian yang akan memberikanmu segudang keuntungan, adakalanya kota juga memberikanmu pelajaran bahwa dalam hidup, tak selamanya berjalan dengan mulus-mulus saja.
Baca Juga
-
Dear HRD, Ini 6 Cara Membangun Lingkungan Kerja yang Positif
-
Kamu Seorang Karyawan? Yuk Kenali 6 Jenis Izin Meninggalkan Pekerjaan ini!
-
Ketahui Waktu Istirahat dan Izin untuk Meninggalkan Pekerjaan Menurut UU Ketenagakerjaan dan Cipta Kerja
-
4 Tantangan yang Harus Dihadapi oleh HRD di Perusahaan, Kamu Harus Siap!
-
5 Tips untuk Mengatasi Overthinking di Kantor, Terapkan Mindfullness!
Artikel Terkait
-
Lahan Warga Kena Dampak Proyek Muara Rapak, Wali Kota Minta Harus Didukung: Jangan Sampai Ada Lagi
-
Polisi Sebut Pelaku Pembakaran SPBU di Cirebon Sulit Diajak Komunikasi
-
Ridwan Kamil Berikan Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin Kota Makassar
-
Giliran Tarif Angkot di Jakarta Bakal Naik
-
Panitia Pembangunan Gereja Ungkap Kendala Perizinan, Hingga Sebut Soal Keputusan Mantan Wali Kota Cilegon
Lifestyle
-
4 Masker Rambut Berbahan Mint yang Ampuh Usir Rambut Lepek dan Ketombe
-
AI Bisa Masuk ke Earbud! Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi Diperkenalkan
-
Hapus Makeup Waterproof! 4 Cleansing Balm Tube Mini Anti-Ribet Buat Liburan
-
MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X
-
Intip Spek Huawei Mate 90 RS Ultimate: Kamera Periskop 200 MP dan Zoom Optik 12x Jadi Sorotan
Terkini
-
Review Bisikan Desa Gringsing: Slow-Burn yang Bikin Misterinya Ngeri Banget
-
How to Grow Old: Seni Menikmati Hari Tua Tanpa Rasa Takut
-
Anime Hell Mode Resmi Berlanjut ke Season 3, Angkat Arc S-Rank Dungeon
-
Drama Reborn Rich, Balas Dendam dan Intrik Rahasia Cucu Konglomerat Korea
-
Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?